AES406 JurnalSumba#5 Literasi Lendongara
Andy Sutioso
Tuesday August 23 2022, 2:42 PM
AES406 JurnalSumba#5 Literasi Lendongara

Salah satu kampung yang kami kunjungi bersama mobil Klik-klik adalah Lendongara. Mobil Klik-klik ini adalah mobil LC yang berberkeliling dari kampung ke kampung di sekitar LC Umma Manganne.

Kampung ini lokasinya tidak jauh dari LC - relatif dekat dari kota tapi masih terasa jauh. Tidak terkoneksi - terasa terpencil. Baru 3 bulan yang lalu Lendongara mendapatkan pasokan listrik. Bapak Jeffrey yang halaman rumahnya digunakan jadi tempat kegiatan bercerita kepada saya. Karena terpencil Lendongara juga nyaris tidak tersentuh pendidikan. Anak-anak Lendongara harus berjalan turun dari desanya ber kilometer untuk sampai ke sekolah. Kemudian menyentuh jarak yang sama mungkin 4-5 km di bawah teriknya matahari Sumba untuk kembali ke rumahnya. Setiap hari... Luar biasa tantangan anak-anak Sumba untuk mendapatkan pendidikan.

Masalahnya Sumba, setidaknya di Sumba Barat Daya tidak punya layanan transportasi umum. Jarak antar rumah juga berjauhan. Ini jadi masalah besar di SBD. Menariknya di SBD banyak sekali sekolah tersebar di berbagai daerah - walaupun sekolahnya jadi kecil-kecil dan memastikan kualitasnya baik juga jadi masalah tersendiri. Ini jadi tantangan tersendiri bagi masyarakat Sumba. Akhirnya hal inilah yang membuat kehadiran misionaris (dari gereja Katolik dan Kristen Protestan) jadi sangat penting. Salah satunya susteran dari kongegrasi ADM (Amalkasih Darah Mulia) yang banyak melakukan misi kemanusiaan di SBD melalui upaya pendidikan, kesehatan dan lainnya.

Menuju Lendongara, perjalanan memang menanjak curam melewati beberapa tikungan tajam dan jalanan sempit. Kampung ini memang ada di puncak bukit. Sesampai di sana anak-anak sudah menunggu dan menyambut  dengan gembira kehadiran kami.

Tidak lama mobil klik-klik disiapkan dan anak-anak dengan antusiasnya mengambil buku-buku yang dibawa oleh mobil klik-klik. Segera mereka mencari tempat duduk di bawah pelataran bambu yang memang sengaja dibangun untuk
kegiatan ini. 

lit1.jpg

lit2.jpg

Sekali lagi saya menyaksikan anak-anak yang semangat dan minat bacanya sangat besar. Mereka duduk tertib, rapi, membaca dengan tenang. Bagi saya ini luar biasa. Lagi, kehadiran LC melalui mobil Klik-klik ini jadi sangat bermakna buat anak-anak di tempat ini. Setelah selesai satu buku mereka kembali ke mobil Klik-klik dan menukar bukunya dengan buku yang lain. Keren banget. Seakan mereka menyadari betul bahwa kesempatan ini adalah kesempatan yang sangat berharga buat mereka. 

lit3.jpg

Kalau diamati, di pojok kiri bawah foto ini ada dua anak, adik berkakak yang juga sedang asik membaca. Yang duduk di depan, Rivi usianya baru tiga tahun. Tapi saya mengamati Rivi sangat asik membaca - mengamati gambar (ilustrasi) di buku yang dipegangnya. Kak Lyn sempat merekam video Rivi saat membaca buku itu. Kakaknya duduk di belakangnya ikut mendampingi dan mengarahkan Rivi. Seingat saya setidaknya ada 3 buku yang dibaca Rivi sampai tuntas, perlahan-lahan, halaman demi halaman. Ini juga luar biasa. 

rivi.jpeg

Seperti judul tulisan ini, Literasi Lendongara, tulisan ini sekedar merekam apa yang saya sempat amati dari kunjungan saya ke bukit Lendongara. Tempat luar biasa di dekat LC yang pemandangan alamnya luar biasa. Di balik itu ada tantangan besar pendidikan anak-anak sekaligus potensi yang tidak kalah besar yang sempat saya lihat langsung. Salam. 



Senarai Jurnal Sumba : 

msetya2015
@msetyamukti   4 years ago
Mungkin kita bisa bantu ka, dengan mengumpulkan buku-buku pelajaran / majalah yang sudah tidak terpakai lagi oleh kita dan rekan-rekan orang tua, untuk bisa kita kirimkan ke mereka... Akan lebih bermanfaat bagi anak-anak di sana...
Andy Sutioso
@kak-andy   4 years ago
Betul Rits. Mudah2an bisa kita lakukan ini. Karena Smipa sudah terkoneksi ke sana.