AES251 Membongkar Lagi Dinding Pembatas
Andy Sutioso
Friday January 21 2022, 11:40 PM
AES251 Membongkar Lagi Dinding Pembatas

Setelah berproses beberapa tahun, tim KPB berupaya lagi membongkar dinding pembatas, pagar penyekat yang masih ada dan mengkotak-kotakan pembelajaran. Sebetulnya gagasan ini sudah lama muncul, walaupun pada saat gagasan ini muncul belum terbayang juga implementasinya bagaimana. 

Tadi sore kakak2 KPB menyelenggarakan Taki-taki. Walaupun baru satu - dua minggu berjalan, beberapa rekan orangtua segera mengapresiasi apa yang sudah sempat dilakukan. Rupanya dampaknya langsung terasa dari apa yang diamati orangtua di rumah. 

Kurikulum KPB saat ini kita jadikan lebih fleksibel. Singkat kata, proses belajar di KPB lebih mirip seperti kuliah di tingkat pendidikan tinggi. Jadi setiap murid KPB punya waktu 3 tahun untuk menggenapi proses belajarnya di KPB dalam artian dia bisa memilih kapan dia menggenapi kepingan-kepingan proyeknya - tanpa harus mengikuti urutan yang terlalu sekuensial (berurutan). Jangka waktu proyek KPB juga bisa lebih fleksibel, dimungkinkan untuk menembus batasan-batasan waktu semester yang selama jadi kerangka waktu formal pelaksanaan proyek-proyek KPB. Jadi kalau ada proyek yang melewati batasan semester atau Tahun Pendidikan hal ini bisa dimungkinkan. Jadi dari sudut pandang ini, boleh dibilang KPB lebih fleksibel lagi dari kuliah. Secara keseluruhan, teman-teman KPB akan punya checklist individu mengenai proses yang perlu digenapinya di KPB. Jadi di awal tahun, teman-teman KPB akan perlu merencanakan, apa yang akan dikerjakannya di semester mendatang dengan didampingi oleh kakak. Semacam perwalian sewaktu di perkuliahan - bagaimana mahasiswa mendatangi dosen walinya dan meng-acc mata kuliah apa yang akan diambilnya di semester mendatang. 

Jadi dari sisi fasilitasi, akan ada kakak yang mendampingi individu seperti selama ini berjalan, tapi juga akan ada mentor proyek yang mendampingi pelaksanaan proyek. Pendekatan ini mudah-mudahan juga bisa membuat amatan terhadap proses proyek dan perkembangan teman-teman selama belajar di KPB lebih utuh, karena ada berbagai sudut pandang atau perpektif dari kakak-kakak yang mendampingi - baik secara pribadi maupun secara proyek. 

Sejauh ini kakak-kakak cukup antusias terhadap gagasan ini. Seperti kita tahu, pendidikan holistik pada dasarnya adalah membuat proses pembelajaran seutuh dan sesinambung mungkin - tanpa banyak dibatasi oleh pagar-pagar pembatas. Patok-patok panduan tetap dibutuhkan sebagai acuan - tapi tetap memberikan fleksibilitas. Toh yang kita butuhkan adalah acuan dan arah - bukan pembatas yang jadinya membelenggu. Semoga proses ini membawa kebaikan bagi KPB. Mari terus belajar, berubah dan berkembang. Salam. 

Photo by Erik Mclean from Pexels