Saya berkesempatan untuk berinteraksi cukup dekat - selama kurang lebih empat puluh lima menit dengan satu orang siswa SD Bali Loura yang bernama Isko. Isko adalah siswa kelas V. Saya berjumpa dengan dia di saung bambu. Salah satu tempat sederhana, saung di halaman SD Bali Loura, tempat di mana biasanya mahasiswa Unpar berkumpul saat sedang tidak mengajar di kelas.
Di ruang itu, rekan-rekan mahasiswa duduk dan menemani anak-anak SD Bali Loura belajar berbagai hal, mereka didampingi secara individual. Saat saya datang ke sana ada beberapa siswa SD yang berkumpul di sana sedang asik membaca belajar ditemani beberapa mahasiswa Unpar.
Saat saya mendekat saya melihat Isko duduk di atas bangku bambu memegang setumpuk kertas HVS yang distapler pada ujungnya. Ia sedang perlahan-lahan membaca baris-baris kalimat sederhana yang tertulis di atasnya. Sewaktu saya amati - ternyata dia membuat banyak kesalahan. Sepertinya dia banyak menebak suku kata yang dibacanya - dan lebih mengandalkan ingatan dari suku kata yang sudah dia ingat sebelumnya. Perlahan saya duduk di sebelah dia dan mulai membimbingnya membaca suku kata satu demi satu, dan memberinya panduan untuk melihat suku kata yang sama yang sudah dia baca di baris-baris sebelumnya.
Perlahan-lahan kesalahannya berkurang dan Isko semakin lancar membaca.
Isko terus membaca bagian per bagian dari lembar kertas itu, perlahan berpindah ke halaman selanjutnya yang semakin sulit. Saya terus mendampinginya dan mengoreksi kesalahan-kesalahannya. Matanya tidak pernah berpaling dari lembar kertas itu, dan seakan tidak terganggu dengan kehadiran saya di sebelahnya.
Beberapa kali saya bertanya kepadanya, "Isko, kamu mau beristirahat? Main dulu?". Dia menggelengkan kepalanya dan melanjutkan mencari bagian lain yang belum dibacanya. Saya kagum terhadap semangatnya. Jelas bahwa dia ingin bisa membaca, dan Isko terus berusaha. Bagian per bagian dituntaskannya, dan saya terus memberikan semangat dan apresiasi buat Isko.
Dalam pandangan kita, Isko memang tertinggal jauh. Saya pernah bercerita, ini memang potret pendidikan di Sumba. Tapi ada hal lain yang saya rekam juga bahwa anak-anak Sumba, semangat belajarnya luar biasa. Saya yakin Isko akan maju dan berkembang dengan semangat dan ketekunannya belajar. Dan pada gilirannya ia akan membawa tanah Sumba lebih berkembang lagi. Salut Isko. Semoga kita bisa berjumpa lagi suatu waktu nanti.