AES323 Sarapan Istimewa
Andy Sutioso
Saturday April 2 2022, 10:11 AM
AES323 Sarapan Istimewa

Sabtu ini saya terbangun pagi2, karena entah kenapa Lilo dan Mocca, kedua anjing peliharaan kami gaduh sekali di garasi. Cita-cita ingin bangun lebih santai pagi ini bubar, dengan berat hati saya bangun, menuju ke garasi dan membukakan pintu supaya kedua makhluk heboh ini bisa memuaskan keingin-tahuannya di halaman depan. Entah apa yang membuat mereka begitu heboh. Rasa kantuk otomatis hilang. 

Setelah beberapa rutinitas pagi, mulai berpikir tentang sarapan pagi. Saya ingat kemarin saya pesan donat Rengganis dari koperasi dan membawa pulang buku Atomic Essay yang isinya kumpulan tulisan kakak2. Setelah menyeduh kopi, saya duduk untuk sarapan pagi dan mulai membuka lembar-lembar buku Atomic Essay tersebut. Wah emang beda ya baca buku di layar atau memegang bukunya secara fisik. Buat saya mungkin karena saya ini termasuk tahun produksi lama, baca buku fisik memang tidak tergantikan. Mungkin karena baca buku itu pengalaman multisensori. Visual tentunya iya, tapi beda sama baca buku digital, baca buku fisik itu kan harus cari tempat yang pencahayaannya baik. Sambil nyeruput kopi, aroma kertas itu kan spesial banget ya - apalagi buku-buku tertentu. Kebetulan buku AES ini juga pilihan kertasnya beda kok - cari yang  jenisnya agak kuning - seperti buku novel. Aromanya juga khas. Kalo di percetakan namanya lucu... Book Paper... wkwkwk. Jadi ya memang kertas spesial buat buku. Kemudian kita menemukan kalau kita membalik lembar-lembar halaman bukunya, sensasi ini kan ga ada di buku digital. Lalu jauh lebih spesial, karena para penulisnya, adalah kakak-kakak sendiri, orang-orang yang saya kenal langsung. Jadi ya... istimewa...  🏼. 

Kalau soal konten, isi bukunya sebetulnya sudah pernah saya baca - kan saya juga yang membantu penyusunannya. Tapi waktu saya baca ulang buku fisiknya, kok ada perasaan yang beda. Esai pertama yang ditulis oleh kak Wiwit tentang Teka-Teki Seru, sangat menyentuh buat saya. Sangat menggambarkan kedekatan kak Wiwit dengan ayahnya - walaupun saya baru sekali dua kali berjumpa langsung dengan beliau. 

Lalu berlanjut ke esai-esai berikutnya... Karena ini esai-esai pendek, pas banget buat menemani sarapan seperti ini atau untuk ngopi sore. Jadi ya begitulah. Sarapan tadi pagi terasa istimewa buat saya karena ada sesuatu yang istimewa juga. Lebih lagi kalau nanti kopinya adalah kopi dari kebun koperasi... Jauh lebih spesial tentunya... Salam akhir minggu.  

You May Also Like