Hari ini mau nulis yang ringan2 aja, tentang berolahraga. Saya ingat Tasha sempat menulis tentang Olahraga, Joe juga sempat berkisah tentang bagaimana olahraga jadi penting untuk membuat mood menjadi lebih positif karena hormon endorphine yang dihasilkan.
Kebetulan hari Minggu kemarin sempat gowes bersama Mark dan CK. Dan ujung2nya ngobrol tentang olahraga. Di awal-awal PPKM, bersepedapun sempat dilarang. Satgas COVID yang berjaga sempat meminta para pesepeda untuk pulang ke rumah karena masyarakat diminta untuk tinggal di rumah. Akibatnya sayapun sempat kehilangan beberapa kali rutinitas gowes saya karena memang dilarang. Walaupun ada was-wasnya juga saat kasus COVID lagi tinggi-tingginya. Sebetulnya yang semestinya dilarang itu kumpul-kumpulnya, bukan olahraganya. Olahraganya sendiri justru semestinya penting sekali di masa pandemi sekarang ini.
Masalahnya masyarakat sulit sekali diminta untuk tidak kumpul-kumpul setelah berolahraga. Memang di mana kumpul orang di situlah pedagang datang. Dan saat kita selesai berolahraga, kalori dibakar, badan berkeringat, sangat sulit untuk menghindari godaan yang datang dari segala jajanan yang ditawarkan para pedagang. Nah kalo sudah pesan sesuatu untuk disantap, saat bersama teman-teman, otomatis ya jadi ngobrol... Makanya sering terjadi klaster olahraga di mana-mana.
Kenapa sih ga bisa olahraga di rumah aja? Nah kalau buat saya ini semacam preferensi. Kenapa saya suka sekali gowes karena gowes memungkinkan kita untuk kita berolahraga sambil menjangkau tempat-tempat tertentu. Saya paling ga suka olahraga yang sifatnya monoton, misalnya di Gym atau di stadion, jogging misalnya. Saya lebih suka hiking jarak jauh. Nah ini olahraga yang paling saya suka. My kind of sport... Saya bersepeda sudah sejak tahun 2007. Sampai saat ini masih bersepeda. Dulu saya rutin gowes ke Lembang, karena di jalur yang saya lalui ada jalur yang melewati perkebunan - permukaannya tanah rumput dan batuan. Pinggir-pinggirnya masih sawah dan kebun, tracknya naik turun tapi tidak terlalu ekstrim. Saya sangat suka gowes di situ... Sejak beberapa tahun yang lalu, jalur itu hilang karena dibangun proyek perumahan mewah... Sejak itu saya jarang lewat situ lagi, salah satu motivasi terbesar saya hilang. Saya selalu suka jalur-jalur yang banyak hiijau dan dekat dengan alam, walaupun saya gowes di kota. Salah satu jalur favorit saya adalah jalan Taman Sari yang nanti berujung di Babakan Siliwangi. Bersyukur Bandung masih punya hutan kota seperti Babakan Siliwangi. Luar biasa. Apalagi bubur ayamnya kang Uus dan teh Euis enak banget... Juara!
Sejak masa pandemi, saya berusaha rutin seminggu sekali bersepeda, mendorong badan saya untuk berkeringat, jantung dan paru-paru dibangunkan untuk bekerja lebih keras,otot-otot badan juga diaktifkan. Buat saya gowes juga semacam rapid-test, memastikan badan saya fit. Karena kalau kita sakit, (COVID atau lainnya), nafas kita tentunya akan jadi melemah. Nah sambil berolahraga itu, kita mengembalikan badan kita ke tingkat kebugaran tertentu.
Jadi ya mari berolahraga... toh ini kegiatan luar ruang, selama kita pake masker kita akan aman. Badan dan jiwa akan tetap sehat.
Wah kak Andy, kalau saja kak andy di sini akan amat sangat bahagia, bike trail di sini total ada sekitar 64 km! Khusus untuk bersepeda! Dijamin tidak ada gangguan pedagang dan juga dijamin pemandangan indah di mana-mana, ada yang melewati danau, taman, kebun dan disuguhi sungai serta gunung. Sayang sepeda saya dicuri orang.