AES845 Menghimpun Momentum
Andy Sutioso
Wednesday September 17 2025, 4:31 PM
AES845 Menghimpun Momentum

Akhir-akhir ini saya terus berusaha berpikir dan melakukan sesuatu berdasarkan pada hukum alam. Salah satunya dengan memahami bahwa segala sesuatu adalah siklus, sebuah perputaran yang tidak berhenti - seperti halnya siang dan malam. 

Saya meyakini hal-hal inilah yang perlu diupayakan untuk menggulirkan sesuatu sehingga mencapai satu titik di mana enerji yang terkumpul dan mendorong pergerakan sudah membuat pergerakan itu sulit dihentikan. Dalam berbagai prosesnya di TP 21 ini saya berusaha menyadari sepenuhnya bahwa hal inilah yang perlu dilakukan / diupayakan. 

Menggulirkan hal-hal yang bertumpu pada banyak komponen yang saling terkoneksi tentunya perlu banyak enerji. Logikanya kan sederhana. Ini selalu terjadi di Semi Palar. Awalnya gerakan menulis AES hanya didorong oleh 5 orang yang saat itu berkomitmen bersama untuk menghasilkan satu tulisan setiap hari - selama satu tahun. Bisa dibilang gerakan ini mencapai 90% keberhasilannya. Saat itu selama satu tahun di Ririungan sudah terhitung lebih dari 1.500 tulisan. Bagi kami ini sebuah pencapaian besar. Yang dilakukan saat itu adalah saling mendorong, memotivasi dan memberi enerji. Dari situ semakin banyak tulisan dikontribusikan. Hari ini sudah mencapai lebih dari 7.000 esai pendek di Ririungan dengan berbagai topik. 

Empat tahun lebih proses ini berjalan terus, tandanya momentum sudah cukup tercapai dan ada saja penulis-penulis baru di Ririungan yang ikut termotivasi untuk menuliskan esai-esainya. 

Satu hal lagi yang sedang diupayakan adalah salah satu bentuk implementasi kehidupan holistik yang berkisar di dalam aktivitas ekonomi. Manusia modern sudah tidak bisa hidup tanpa uang. Yang menjadi penting adalah bagaimana uang dimanfaatkan untuk kebaikan, untuk kebermanfaatan bersama. Dalam kehidupan yang berkesadaran, seperti yang dulu dijalani oleh masyarakat tradisi, uang adalah sekedar alat tukar, alat yang membantu transaksi - bukan sesuatu yang dikejar-kejar dan menjadi tujuan hidup. Bagaimanapun demikianlah pemaknaan uang sudah bergeser semakin jauh dan berujung pada banyak keburukan. 

Salah satu yang masih terus diupayakan adalah mewujudkan koperasi Semi Palar. Koperasi yang sejauh ini adalah salah satu bentuk sistem ekonomi yang paling holistik. Bung Hatta sendiri pada tahun-tahun awal kemerdekaan Indonesia menyatakan bahwa koperasi adalah sistem ekonomi yang paling cocok bagi kultur masyarakat Indonesia, karena sejalan dengan prinsip gotong-royong. Saat ini platform digital Semi Palar COOP sudah berfungsi dan sudah bisa memfasilitasi transaksi. Masih jadi tantangan bagi kita semua untuk menyadari bahwa sistem koperasi adalah bagian yang bisa mewadahi implementasi kehidupan yang holistik. Membangun momentum perlu ikhtiar tanpa henti dan konsistensi yang perlu terus dijaga. Kalau ini berhasil, setidaknya kita mulai juga menuliskan narasi baru kehidupan - melalui sistem ekonomi yang berbasiskan kepemilikan bersama untuk kebermanfaatan bersama - setidaknya untuk anak-anak kita. Salam. 

Photo by Vitor Lopes: https://www.pexels.com/photo/man-riding-bicycle-on-road-6090949/