AES795 Sacred Geometry
Andy Sutioso
Friday April 25 2025, 1:29 PM
AES795 Sacred Geometry

Bagaimana keterkaitan matematika dengan kehidupan, dengan alam semesta, dengan penciptaan, dengan spiritualitas?

Hal inilah sejauh yang kita alami tidak pernah dibahas atau dipelajari - setidaknya dikenalkan saat di berbagai ruang pendidikan. Saat ini pelajaran terkait angka dan logika dikenalkan lewat pelajaran matematika. Di berbagai konsep pendidikan, salah satunya STEM atau STEAM, menempatkan Matematika sebagai salah satu komponen penting di dalam proses pembelajaran. Saya juga sempat menuliskan esai pendek, merefleksikan kenapa Spiritualitas atau isu-isu Kesadaran tidak pernah dijadikan bahan belajar di sekolah atau di ruang pendidikan manapun. Tulisannya ada di sini. 

Setidaknya di Semi Palar kita mulai belajar menyadari bahwa kurikulum sekolah selama ini adalah pada akhirnya hanyalah berbagai bentuk penyederhanaan (simplifikasi) disampaikan melalui berbagai mekanisme transfer informasi. Jarang sekali para pembelajar diberikan ruang / kesempatan untuk menyadari sesuatu yang sakral, eksistensial, esensial. Padahal sepanjang hidupnya - kita semua akan berhadapan dengan pertanyaan besar, tentang siapa saya, apa tujuan hidup saya, bagaimana menemukan makna kehidupan, hal-hal semacam itu. Hal-hal yang sakral, eksistensial, esensial. 

Entah berapa banyak manusia yang hidup hanya sekedar menjalankan kehidupan, dari mulai dilahirkan hingga saat ajalnya, dengan berbagai kebingungan, kehampaan, ke-nirmakna-an karena gagal merangkai makna dari anugerah kehidupan yang diberikan oleh Sang Maha Pencipta kepada kita masing-masing. 

Tapi ya ini jadi bisa dipahami juga karena pola pikir yang melatari bagaimana kita semua memandang pendidikan juga dikonstruksi berdasarkan paradigma mendasar yang terpisah-pisah, terfragmentasi, tidak terkoneksi, tidak holistik. Sebagaimana pandangan kita bahwa merangkai makna adalah seperti bermain puzzle. Proses mengumpulkan kepingan pemahaman, kepingan kesadaran dan merangkainya menjadi sesuatu yang lebih utuh dan bisa dimaknai perlu dibantu dengan kerangka berpikir yang holistik. 

Kembali ke judul di atas, ini adalah soal matematika semesta. Matematika adalah angka, simbol-simbol yang dirancang untuk bisa mengukur sesuatu. Dari sanalah segalah sesuatu bisa dihitung. Ilmu ekonomi dan berbagai turunannya termasuk sistem ekonomi yang kapitalisme - dan membawa berbagai masalah di peradaban manusia modern juga muncul dari sana. 

Lalu dari mana sebetulnya angka itu muncul? Video pendek ini menjelaskan banyak hal. Di bawah ini, geometri yang sakral - bentuk, pola dan keteraturan yang ada di alam semesta adalah sumber dari itu semua. Bahwa bentuk pola dan keteraturan yang berulang ini berangkat dari bagaimana leluhur, filsuf dan para pemikir membaca, menginterpretasikan hal-hal tersebut nyaris tidak pernah diangkat di ruang pendidikan. Padahal di situlah semua berasal, maha karya Sang Pencipta. Sebelum semuanya diurai, dipilah dan dikotak-kotakkan ke dalam berbagai pilahan kelimuan manusia - yang bekerja dengan berbagai keterbatasan pikirannya. 

Sudah lama saya berpikir bahwa hal ini setidaknya dikenalkan, diangkat ke kesadaran teman-teman yang belajar di Semi Palar. Karena toh kita belajar dalam konteks pendidikan holistik - dan kita sudah sepakat bahwa mempelajari sesuatu secara mendalam adalah sesuatu yang penting. Belum lagi dikaitkan dengan Literasi Semesta dan Literasi Diri. As above so below, Buana Alit dan Buana Ageng, Makro Kosmos dan Mikro Kosmos. Apa yang ada dan bisa dikenali di luar sana, ada juga di dalam diri kita, termanifestasikan dalam berbagai bentuk. Sains sudah membuktikannya, Spiritualitas meyakininya. Kita semua perlu memahami, menyadari dan menghayatinya. Semoga tulisan ini bermanfaat. 

Photo by Lisa Stroud: https://www.pexels.com/photo/close-up-of-succulent-plant-with-spiral-pattern-28834378/

Andy Sutioso
@kak-andy   last year
Untuk esai yang ini saya colek kak @hanief-adnadi. 🙏🏼😊
Hanief Adnadi
@hanief-adnadi   10 months ago
Wah hampura baru baca kak. Baru kmaren saya liat video sacred geometry yang dihitung sama native americans pra Columbus