AES898 A Silent Transition
Andy Sutioso
Wednesday December 31 2025, 4:46 PM
AES898 A Silent Transition

Alam semesta tidak pernah berubah - selalu bergerak, sejak titik awal penciptaan sampai hari ini. Milyaran tahun berjalan sampai membawa segala sesuatu berada di titik kita hari ini. Ada enerji besar dan kesadaran universal yang membawa kita ke sini. Entah sudah berapa siklus semesta, besar dan kecil berputar terus. Sejauh pemahaman kita manusia, kita berada di titik terbawah siklus panjang alam semesta. Titik nadir - titik di mana segala sesuatu di alam semesta ini berada di vibrasi terrendahnya. Ini yang dikenal dalam tradisi Hindu sebagai Kali Yuga. 

Konon katanya titik terbawah itu sudah kita lalui tepat di pertengahan tahun silam, sekitar bulan Juni / Juli 2025. Saat ini berbagai perubahan sedang terjadi, perlahan tapi pasti - seperti segala sesuatu yang membawa kita ke titik nadir peradaban manusia yang kita saksikan selama ini. Bukan hanya peradaban manusia tapi berbagai dinamika alam yang kita bisa lihat dan rasakan setidaknya di atas planet bumi ini. 

Sekitar sebulan silam, kita melihat pulau Sumatera yang dulu terkenal dengan berbagai keindahan dan kekayaan alamnya luluh lantak akibat banjir yang melanda sebagian besar pulau itu. Peristiwa alam yang diperburuk oleh bagaimana manusia memperlakukan alam lewat berbagai kekejamannya. Untuk apa? Untuk kekayaan pribadi - atas berbagai keserakahan para pejabat dan pemegang modal. Tidak terlampau mengherankan karena ya - semesta sedang berada di dalam vibrasi frekuensi terrendahnya. Semua serba matre, materialistis. Di sanalah tingkat kesadaran manusia - yang didorong oleh berbagai ketakutan dan kecemasannya. 

Tapi akhir tahun ini memang terasa berbeda. Di mana-mana. Sepertinya ada suasana kebatinan yang berbeda. Saat menuliskan ini, hujan turun membasahi bumi di bawah langit kelabu. Bali juga kabarnya luar biasa sepi. Tapi juga di beberapa titik di Bandung. Malam kemarin saat kembali dari rumah orangtua dari Utara Bandung, jalanan sangat sepi - padahal ini malam Tahun Baru. Petasan dan kembang api sesekali terdengar, tapi hanya sebentar saja. TIdak lama suasana kembali sepi. 

Proses transisi besar sedang berjalan - sepertinya di luar perhatian dan kesadaran banyak orang. Tapi siklus ini terus berjalan akan membawa perubahan besar di waktu-waktu mendatang. Karena ini titik balik, perubahan ini juga akan sangat terasa. Sesignifikan apa saya kurang tahu dan memang mestinya tidak terukur. Dari banyak konten yang saya dengar, tahun 2026 ini yang terjadi adalah runtuhnya berbagai hal yang sudah tidak lagi relevan dengan frekuensi baru yang lebih tinggi. Gejala-gejalanya sudah banyak kita rasakan, banyak hal-hal terpendam yang terangkat ke permukaan - sehingga lebih kita sadari. Seperti halnya badan manusia saat sedang menjalani detoksifikasi (detox), hal inilah yang juga sedang berjalan di 

Bagi saya inilah yang betul-betul menjadi harapan karena bagaimanapun, kita semua sudah lelah, jenuh bahkan apatis terhadap banyak keburukan yang terus kita lihat dan dengar sehari-hari. Proses di hari-hari mendatang - setidaknya di tahun 2026 akan jadi menarik untuk diamati dan disadari sepenuhnya. Kita sebagai individu punya peran besar untuk ikut mengakselerasi perubahan vibrasi frekuensi semesta dengan menjaga vibrasi diri kita tetap tinggi. Caranya bagaimana? Sederhana saja, lewat menjaga kesadaran diri, badan, pikiran dan emosi kita. Semoga kita bisa. Salam. 

Photo by Cara Denison: https://www.pexels.com/photo/vibrant-sunset-silhouetting-trees-outdoors-35386664/

Andy Sutioso
@kak-andy   4 months ago
Wah, @gunawan-muhtar. tulisan saya belum tuntas sudah keburu dilike... wkwkwk. 😁🙏🏼
gunawanmch
@gunawan-muhtar   4 months ago
😄 Isi nya sudah bikin jempol saya gatel buat like @kak-andy

Saat bumi memasuki siklus transisi kesadaran ini, yang merupakan siklus abadi jagat dalam mengalami keseimbangan dualitas, panggilan untuk mengalami pengalaman rasa hidup di era transisi bumi didengungkan ke seluruh dimensi kesadaran.

Jiwa jiwa dari berbagai tempat dan dimensi yang tertarik, diundang untuk mengalami dan menjadi bagian dari pertunjukan besar jagat itu.

Baik pengalaman menjadi sisi positif dan negatif, adalah sama penting dan berharganya. Disebutkan, ada sangat banyak jiwa yang tertarik untuk mengalami itu, bahkan yang tidak kebagian pengalaman mewujud dalam wadah manusia lewat proses kelahiran, memilih tetap ada dibumi untuk menyaksikannya proses transisi kesadaran itu.