AES865 Belajar Kembali ke Akar
Andy Sutioso
Sunday November 2 2025, 4:55 PM
AES865 Belajar Kembali ke Akar

Bagi saya peristiwa pagi ini, peristiwa belajar di POT bersama mas Faisal, rekan-rekan orangtua dan para kakak bukan peristiwa biasa. Bagi saya ini sebuah milestone yang penting, langkah yang signifikan bagi proses belajar kita semua, secara kolektif bagi Rumah Belajar Semi Palar tempat kita berproses di sepanjang lebih dari dua dekade. 

Tajuknya Berkesadaran Mendampingi Anak-anak Kita - bersama mas Faisal yang membawakan 'dongeng' berjudul Kembali ke Akar. Sederhananya kalau kita coba rangkumkan, ke mana kita mesti mendampingi anak-anak kita dengan berkesadaran adalah menuju ke sana: Kembali ke Akar.

Pagi hingga siang tadi, rekan-rekan orangtua Smipa dengan khidmat mengikuti apa yang dibagikan oleh mas Faisal, memahami perbedaan generasi ke generasi, mulai dari generasi orang-orangtua kita sampai generasi anak-anak kita. Perubahan demi perubahan yang terjadi kian cepat, semakin sulit dikelola oleh nalar kita. Semua kebingungan membaca dan memahami situasi yang terus berubah. Jangankan kita orangtua, institusi pendidikan bahkan negara pun tergagap-gagap menyikapinya. 

Pertemuan ini mudah-mudahan menggenapi apa yang kita jadikan bahan belajar di TP lalu mengenai Generasi Strawberry. Bahwa anak-anak kita perlu kebutuhan-kebutuhan mendasar badaniah maupun rohaniah - seperti pendampingan orangtua yang memadai agar anak-anak kita bertumbuh kembang seutuhnya. 

Mencatatkan secara singkat apa yang disampaikan oleh mas Faisal, saya ingin menggaris bawahi tentang Kembali ke Akar. Akar yang bisa didefinisikan sederhana sebagai titik awal tumbuh, bisa kita uraikan berlapis. Pertama adalah diri sendiri, yang di Semi Palar sudah jadi arah pendidikan dan fasilitasi proses anak-anak kita - agar anak-anak kita mengenal betul dirinya sendiri.

Kemudian lingkar luar berikutnya adalah orangtua. Ini tidak bisa ditawar. Walaupun di jaman sekarang ini kentara betul tarikmenarik antara kebutuhan pendampingan anak dengan kesibukan orangtua lainnya - salah satunya memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Perlu disebut juga bahwa ada sebagian dari kita orangtua yang juga masih sibuk dengan pemenuhan kebutuhan eksistensi dirinya di tengah masyarakat. Sedikit banyak, hal ini harus di akui ada. 

Di lingkaran luar keluarga, tentunya masyarakat - tapi sering kita lupa tentang akar keluarga yang lebih mendalam, yaitu leluhur. Bicara leluhur tentunya ini sangat luas sekaligus mendalam. Akhirnya kita perlu bicara tentang nilai luhur bangsa Nusantara. Hal inilah yang sering dilupakan dan ditinggalkan karena terpaan berbagai warna kebudayaan dan modernitas yang datang dari luar. 

SAM_6018.JPG

Kalau direfleksikan sederhana, akar ini kan sangat penting walaupun tidak terlihat. Kalau akarnya tidak tumbuh sehat, tidak menancap dalam ke relung bumi, tidak mungkin tumbuh sesuatu yang kuat, dan tidak bergeming ditimpa dilanda berbagai ketidak-pastian situasi dari luar. Kesadaran ini yang perlu ditumbuhkan dan dipegang erat-erat oleh kita sebagai orangtua.

Tuhan telah melahirkan kita semua, memberikan anugerah kehidupan yang tidak ternilai bagi kita semua. Sang kuasa juga yang telah mengaturkan kita untuk berkumpul dan belajar bersama di satu ruang yang kita kenal sebagai Rumah Belajar Semi Palar. Ruang belajar kita semua agar bisa tumbuh berbagai harapan baru di masa depan. Masa depan yang lebih baik, lebih berkesadaran bagi kita semua, bagi generasi anak-anak kita dan seterusnya.

Terima kasih  banyak mas Faisal telah hadir bersama keluarga besar Semi Palar, menyimpankan berbagai wawasan dalam memori dan batin kita semua yang hadir - semoga bisa jadi bekal bagi perjalanan kita ke depan. Salam.