AES490 Turaes
Andy Sutioso
Monday March 13 2023, 12:25 PM
AES490 Turaes

Minggu lalu di depan bengkel SMP saya berjumpa Shihab yang ternyata sedang senang mengumpulkan kulit larva Tonggeret. Shihab melakukannya bersama Mada. Kata Shihab, mereka sudah punya 38 buah kulit larva Tonggeret. Benda kecil ini memang sangat menarik ya. Kalau diamati dari dekat - apalagi menggunakan kaca pembesar, larva tonggeret terlihat seperti makhluk aneh - seperti yang kita sering lihat di filem-filem sci-fi. 

Waktu-waktu sekarang memang peralihan dari musim penghujan ke musim kemarau. Salah satu pertandanya memang suara tonggeret - yang dalam bahasa Sundanya disebut Turaes - sedang memenuhi ruang pendengaran kita. Kakak-kakak Smipa sedang menantikan musim kemarau tiba supaya program-program Kojo yang dirancang bisa digulirkan tanpa banyak terganggu faktor cuaca. Ada kelas-kelas yang merencanakan kemping dan lain sebagainya. Cuaca cukup jadi penentu salah satu penentu guliran program yang optimal. 

Di rumah saya tahun ini juga banyak tonggeret yang keluar dari tanah dan meninggalkan larvanya dan bertranformasi menjadi tonggeret dewasa. Banyak larva tonggeret yang saya temukan di pintu garasi rumah saya yang kebetulan dibuat dari kayu. 

Proses transformasi dari larva ke tonggeret dewasa, kalau diamati sangat menakjubkan. Salah satu tahapan prosesnya saya rekam dan bisa dilihat melalui foto di atas ini. Setahu saya larva tonggeret tinggal bertahun-tahun di bawah tanah, dan pada waktunya merayap keluar tanah. Di atas tanah, biasanya di batang pohon sang larva memecah kulit bagian punggungnya dan keluar. Saya sendiri belum pernah melihat langsung proses ini terjadi. Masih jadi misteri bagaimana larva yang sangat kecil bisa menyimpan benih pertumbuhan tonggeret dewasa lengkap dengan sayapnya. 

Setelah keluar dari larvanya, dalam waktu relatif singkat, sayap tonggeret berkembang, sambil berubah warna. Dari warna kuning, lalu ke warna kehijauan dan berubah jadi tonggeret dewasa yang sayapnya berwarna coklat kehitaman. Setelah transformasi ini selesai barulah tonggeret ini terbang ke atas pohon dan membunyikan suara yang khas - bersaut-sautan menandai datangnya musim kemarau. 

Tonggeret juga dikenal sebagai salah satu jenis hewan yang suaranya paling keras, bisa terdengar dari radius lebih dari satu kilometer. Jadi ya ini satu hal kecil yang menarik untuk diamati di sekitar kita. Mestinya bisa jadi bahan amatan anak-anak kita di peralihan musim hujan ke musim kemarau. Salam.