AES488 Menatap ke Langit #2
Andy Sutioso
Sunday March 5 2023, 8:30 AM
AES488 Menatap ke Langit #2

Sabtu sore kemarin, saat melihat ke jendela, sekelibat saya melihat semburat warna jingga di langit. Saya berhenti, mendekat ke jendela dan melihat pemandangan ini. Keren banget langitnya. Saya sering sebut ini sebagai lukisan semesta. Kita sebetulnya terus disajikan keindahan yang terus berubah dan tak pernah sama. Tulisan pertama dengan judul yang sama bisa dilihat di sini

Walaupun topiknya sama, saya ingin mengaitkan panorama yang sempat saya nikmati sore ini dengan warna yang digunakan untuk logo Semi Palar, spesifiknya warna biru dan jingga (oranye). Beberapa kali saya mendapatkan pertanyaan soal ini, kenapa logo Semi Palar menggunakan kedua warna ini. Saya tidak punya jawaban tertentu, kecuali bahwa secara visual warna ini bagus, selain itu warna biru mempresentasikan sisi maskulin dan warna jingga lebih menyiratkan kesan feminin. Pertimbangannya hanya itu aja. 

Sambil menulis ini, saya memang jadi teringat tulisan saya yang judulnya Haneuteun, Di dalam esai ini saya juga menulis tentang warna biru dan jingga saat melihat suasana senja di Semi Palar. Jadi sepertinya dua warna ini memang sudah terbenam di bawah sadar ingatan saya. Saya memang suka sekali langit senja. Di sisi lain, langit yang kita lihat berwarna biru sebetulnya hanya dibatasi oleh pantulan cahaya di lapisan atmosfir bumi. Seakan pandangan kita berbatas. Malam hari kita bisa lebih menyadari bahwa alam semesta kita begitu jembarnya. Kita bisa melihat bintang-bintang berjarak jutaan tahun cahaya. Cahaya pendar bintang yang masuk lewat lensa dan diproses oleh retina kita adalah cahaya sudah melalui perjalanan entah berapa lama hingga akhirnya bisa masuk ke panca indera kita. Begitu besarnya alam semesta - dan sebaliknya begitu kecilnya kita manusia... 

Melihat ke langit adalah cara kita bersentuhan dengan kebesaran semesta dan menyadari kedebuan manusia. Sayangnya kita-kita yang tinggal di kota sudah sulit bersentuhan dengan hal ini, sebagian waktu kita tinggal di dalam ruangan, di bawah naungan atap tempat tinggal kita. Kalau siang kita sibuk menatap layar hape dan menundukkan kepala kita. Bagaimanapun hal ini mengikis kesadaran kita semua. Semoga tulisan pendek ini bermanfaat. Salam.