AES509 Catatan Akreditasi SD 2023
Andy Sutioso
Wednesday April 12 2023, 12:38 PM
AES509 Catatan Akreditasi SD 2023

Setelah melaksanakan 3 kali akreditasi untuk jenjang SD, saya pikir catatan ini jadi catatan penting buat kita bersama. Ditinjau dari sisi pengelolaan pendidikan di Indonesia, saya melihat ini sebuah kemajuan yang sangat besar - setidaknya dalam kurun waktu satu dekade terakhir - terhitung dari pengalaman pertama Semi Palar menjalani proses Akreditasi. 

Perubahan yang paling esensial adalah bergesernya paradigma akreditasi sebagai proses yang sekadar menelaah administrasi pengelolaan sekolah ke sebuah proses untuk memotret kinerja pengolaan sebuah sekolah. Ini adalah pergeseran yang sangat signifikan sekaligus fundamental untuk perbaikan sebuah sistem pendidikan. 

Saya masih ingat waktu menghadapi persiapan akreditasi Semi Palar yang pertama, bapak pengawas memberikan sebuah daftar berisikan 127 butir (kalau saya tidak salah ingat). Butir ini belum termasuk sub butir (a, b, c) yang masing-masing harus dipersiapkan bukti fisiknya. Bapak itu bilang, silakan membeli map sejumlah butir yang tersedia dan setiap map harus ada isinya, karena bukti-bukti administratif inilah yang akan diperiksa para asesor untuk menilai kualitas sekolah - berdasarkan 8 standar pengelolaan. Dari sinilah skor akreditasi berasal, apakah sekolah ini terakreditasi A, B, C dan seterusnya. Jujur pada saat itu yang terpikirkan adalah bagaimana sistem ini sangat tidak masuk akal. Bagaimana mungkin kualitas pengelolaan sekolah dilihat melulu melalui administrasinya? 

Sama seperti kalau kita bertemu seseorang yang nilai Bahasa Indonesianya di rapor 9, misalnya. Apakah orang itu bisa dipastikan komunikasinya sangat baik? 

Pengalaman akreditasi SD kali ini bagi saya sangat positif. Dalam bayangan saya sejak dulu seperti inilah akreditasi semestinya berjalan. Kali ini Semi Palar kedatangan dua orang asesor dari Bekasi, masing-masing ibu Widi dan ibu Neni. Sejak awal ibu Widi sudah menyampaikan bahwa yang ingin ia lihat adalah konten. Ibu Neni juga hadir dengan rasa penasaran kenapa sekolah ini menamakan diri Rumah Belajar. 

Di akreditasi kali ini, kami betul-betul mengunggah dokumen-dokumen yang diminta, sepenuhnya berdasarkan apa yang kami manfaatkan dalam pengelolaan sekolah - sesuai keunikan Semi Palar. Di akreditasi sebelumnya, masih ada dokumen-dokumen yang kami buat ulang - untuk menyesuaikan dengan standar format yang diminta. Kali ini, seluruh dokumen adalah betul-betul dokumen kerja yang kami manfaatkan - dengan segala pendekatan pengelolaan Semi Palar yang kami upayakan efektif dan efisien. Kami di Semi Palar punya prinsip bahwa yang paling utama dan terutama adalah proses pembelajaran yang berlangsung di kelas. Hal-hal administratif adalah perangkat. Perangkat adalah bukan tujuan utamanya. Dengan demikian, yang kami evaluasikan adalah juga proses pembelajaran dan proses perkembangan peserta didik - bukan dari administrasi yang dibuat oleh para guru atau tim sekolah lainnya. 

Proses akreditasi berjalan dengan lancar, dengan suasana yang juga cukup rileks - dan tidak terlalu formal. Dengan cara ini ternyata banyak hal yang seharusnya ditanyakan sudah lebih dulu terjelaskan melalui paparan yang sudah disiapkan. Bu Neni dan bu Widi lebih banyak mengklarifikasi hal-hal yang belum cukup jelas. Setelah menanyakan beberapa hal kepada saya sebagai kepala sekolah dan kepada bu Ine yang mewakili yayasan, ibu Widi dan ibu Neni mengalihkan perbincangan kepada tim kerja di luar kelas seperti halnya Koordinator Jenjang dan tim SPP. 

Akreditasi kali ini jadi pengalaman baik buat Semi Palar. Ada hal-hal yang berkembang baik dalam pengelolaan pendidikan di Indonesia. Mudah-mudahan hal seperti ini tetap berjalan dan bisa dipertahankan di masa depan. Salam.