AES856 Tak Paham (lagi) Media Sosial
Andy Sutioso
Tuesday October 21 2025, 11:51 AM
AES856 Tak Paham (lagi) Media Sosial

Tampaknya sudah lebih dari sepuluh tahun, saya tidak pernah aktif di media sosial. Saya punya akun fb, instagram dan twitter - saat twitter masih dibatasi kontennya 160 karakter, jauh sebelum berganti nama jadi X. 

Mengikuti secara berjarak - sejujurnya, media sosial jadi sesuatu yang sudah tidak lagi saya pahami. Sejak munculnya facebook sampai hari ini, sepertinya media sosial sudah bertranformasi menjadi ruang yang bagi saya sangat gaduh, terlalu riuh. Beberapa kali muncul keinginan untuk mendelete akun medsos saya, tapi salah satu hal yang masih bermanfaat adalah bahwa di ruang itulah saya masih terbantu untuk terkoneksi dengan teman lama, alumni dan rekan-rekan di komunitas. Suatu saat mungkin saya membutuhkan itu. Hanya itu saja. Saya selama ini pasif, sangat pasif dengan akun medsos saya, nyaris tidak pernah posting apa-apa. Jadi algoritma platform tersebut - mudah-mudahan juga tidak bisa memanfaatkan apapun dari postingan saya. 

Evolusi teknologi, ruang media sosial memang sangat luar biasa. Apalagi sejak munculnya AI. Semua platform medsos hampir pasti memanfaatkan mesin algoritma yang didukung AI. Saat ini saya hanya posting-posting di Ririungan. Tempat berbagi yang sejauh ini betul-betul nir-algoritma. Ini juga salah satu pertimbangan Ririungan disebut sebagai Network Platform (platform berjejaring). 

Menyangkut peristiwa kepergian Timmy dan berbagai keriuhan yang menyertainya, saya mendapat banyak cerita termasuk dari mamanya Timmy bahwa begitu banyak fakta yang diputar-balikkan. Inilah yang membuat saya sangat tidak nyaman berinteraksi di Media Sosial. Kebenaran sudah tidak lagi diutamakan. Yang penting viral. Dalam peristiwa ini, hal inilah yang membuat kesedihan kami berlipat bagaimana media sosial menyebutkan berbagai hal yang bukan kebenaran. Apa yang diungkapkan tentang Timmy adalah bukan Timmy sebagaimana kami kenal. Entah apa istilahnya, dan ini diterpakan di dalam situasi yang sebetulnya merupakan sebuah tragedi kemanusiaan... yang terjadi di sebuah lembaga pendidikan, di tempat yang dinamakan perguruan tinggi, tempat para intelektual berkumpul, tempatnya para MAHASISWA belajar... 

Begitulah saya sudah sangat tidak paham media sosial... Ruang yang sudah sangat tidak lagi manusiawi, apalagi sudah makin ke sini sudah semakin dinodai berbagai kepentingan politik dan kekuasaan, ikut memperburuk berbagai gerakan masyarakat dan demonstrasi seperti yang kita lihat belakangan ini. Saat ini media sosial sudah dipenuhi oleh bukan lagi manusia tapi juga oleh mesin-mesin (bots) dengan kekuatan Artificial Inteligence di belakangnya. Terbukti lagi saat media sosial mewadahi berbagai interaksi berhadapan dengan tragedi kemanusiaan dengan Timmy dan keluarganya di pusat perhatian... Begitulah sudah semakin tipisnya kesadaran dan rasa kemanusiaan kita hari ini. Semoga tulisan ini bermanfaat. 🙏🏼  

joefelus
@joefelus   7 months ago
Setuju sekali! Sangat disayangkan, sebenarnya media sosial sangat potensial digunakan untuk hal-hal yang sangat positif, tapi pada praktiknya seringkali malah digunakan untuk menyebarkan kebencian dan tujuan-tujuan lain yang sangat memprihatinkan. :(
murdeani
@murdeani   7 months ago
Medsos dan AI itu kan alat ya... Dia bisa baik atau buruk tergantung siapa yg memanfaatkannya. Dan ya memang saat ini menjadi ruang yang sangat gaduh dan sering penuh distorsi. Tapi ruang yg sama juga bisa digunakan untuk menggulirkan kebermanfaatan, menggetarkan frekuensi kesadaran. Saya pribadi menggunakan medsos sebagai dojo batin. Jadi penyaksi.