AES827 Menyentuh Kesemestaan
Andy Sutioso
Monday August 11 2025, 2:24 PM
AES827 Menyentuh Kesemestaan

Minggu lalu jadi momen yang mendebarkan buat saya saat membawakan Taki-taki kepada orangtua murid di lima jenjang belajar di Semi Palar. Tapi ya begitulah kenyataannya. 

Sejujurnya Taki-taki kali ini adalah salah satu yang tersulit yang pernah saya bawakan. Materinya bukan sesuatu yang sederhana. Tapi ya mau bagaimana lagi, saya meyakini bahwa ini suatu yang perlu jadi proses bersama di Semi Palar. Keraguan sempat terasa, dan muncul berulang-ulang. Dalam prosesnya saya merasakan betul bahwa situasi saat ini memang menggiring kita semua ke titik ini. Saya memaknai hal ini sebagai proses berkesadaran-nya Semi Palar. 

Lagipula kita perlu meyakini bahwa ada kekuatan yang menuntun kita ke titik ini. Meyakini bahwa proses ini adalah spiritualitas Semi Palar. 

Dalam kesempatan kemarin kita bersama berusaha merefleksikan proses eksistensial kita semua. Merefleksikan proses Sejak Awal Mula sejak sebelum segala sesuatu ada. Saat masih kosong, suwung, zero, nothing... sampai ke hari ini, saat ini, detik ini. Filem berdurasi 10 menit yang memampatkan proses miliaran tahun keberadaan alam semesta. 

10 menit diambil untuk mengajak rekan-rekan orangtua bersentuhan dengan dimensi Kesemestaan. Hal yang perlu disadari betul karena konsep Makro Kosmos dan Mikro Kosmos yang selama ini banyak terlepas dari kesadaran kita. Dalam konteks pendidikan, menyadari bahwa kita semua, tanpa kecuali terutama anak-anak kita menyimpan dimensi kesemestaan, punya dimensi keIlahian akan mengubah banyak hal. Di sinilah makna kata education - dari bahasa latin educare menyimpan maknanya yang terdalam, yang artinya menggali atau menemukan. Sederhananya anak-anak kita di dalam kesejatian dirinya menyimpan sesuatu yang luar biasa. Tugas kita sebagai pendidik adalah membantu menemukan diri mereka yang sejati, sebagaimana tersimpan sejak kehidupan mereka dimulai di dalam rahim sang ibunda. Sesuatu yang sangat sakral, sangat agung dan tidak terdefinisikan keluasan kemungkinannya. 

Saat video youtube tersebut muncul dalam timeline youtube saya, saya jadi meyakini bahwa memang inilah saatnya mengajak keluarga besar Semi Palar untuk kembali menyentuh kesemestaan. Mengingat kembali bahwa diri kita semua, anak-anak kita adalah bagian tak terpisahkan dari kesemestaan tersebut. Sedikit demi sedikit kita bisa belajar untuk kembali bersentuhan dengan sisi keIlahian dalam diri kita, spiritualitas manusia yang terbenam dalam berbagai keriuhan dan kebendaan peradaban hari ini. Semoga kita bisa. Salam. 

You May Also Like