AES640 Keunikan, Nilai dan Konsistensi
Andy Sutioso
Saturday March 16 2024, 6:49 AM
AES640 Keunikan, Nilai dan Konsistensi

Jum'at lalu, 15 Maret 2024, saya, kak Lyn dan kak Robert menghadiri undangan diskusi berbincang bersama rekan-rekan pengelola Yayasan Salib Suci - atas undangan Pastor Leo dan Pastor Samong. Sebuah kehormatan dan tentunya kesempatan berharga. Kenapa undangan ini ada, sebelumnya Pastor Leo dan Pastor Samong sempat mampir ke Semi Palar dan bertukar pikiran dengan saya tentang perubahan besar yang sedang terjadi di seluruh dunia. Bukan hanya perubahan besar, tapi juga perubahan yang sangat cepat - yang diistilahkan Disrupsi. Kalau disederhanakan, sekarang sedang terjadi disrupsi global (Global Disruption).

Yang pasti kalau menurut sejarawan Yuval Noah Harari ada tiga hal yang sedang berlangsung dan saling memengaruhi. Yang pertama : Keruntuhan Sistem Ekologis (Ecological Collapse), Konflik Global - dan menurut Yuval, kita sudah memasuki era Perang Dunia ke III sejak Rusia menginvasi Ukraina. Saat ini konflik sudah bergeser ke Palestina sementara Taiwan juga sudah bersiap menghadapi konflik yang sedang mengancamnya. Mengerikan. Hal ke tiga yang jadi ancaman besar - bahkan disebut sebagai existensial threat oleh Yuval adalah hadirnya Artificial Intelligence - yang berkembang sangat-sangat cepat dan akan menjadi sulit - bahkan mungkin tidak bisa dikendalikan oleh manusia.   

Perubahan dunia adalah salah satu topik yang diusulkan oleh pastor Samong menjadi bahasan bersama di diskusi pendidikan hari ini. Kalau perubahan situasi dunia begitu besar dan cepat, lalu apa yang perlu jadi arah baru pendidikan di masa depan? Kemudian apa yang perlu dilakukan oleh sekolah dan para guru, oleh institusi pendidikan dan para dosen. 

Berbeda dengan Semi Palar, Yayasan Salib Suci mengelola lebih dari 70 sekolah dan membawahi 800 orang guru. Kemudian banyak muncul pertanyaan bagaimana bisa mengarungi arus perubahan ini. 

20240315_104940_resize_29.jpg

Di situlah diskusi berjalan. Setelah memantik diskusi lewat video tentang perubahan situasi dunia, saya diminta untuk sedikit bercerita tentang kenapa mendirikan Rumah Belajar Semi Palar lalu hal-hal apa yang perlu dijadikan titik kunci di tengah perkembangan peradaban yang seperti sekarang ini - dalam konteks Indonesia tentunya. 

Terkait dengan konsep pendidikan Semi Palar yang orientasinya membantu anak mengenali keunikan dirinya, dalam konteks kelembagaan hal ini juga perlu diterapkan. Dalam situasi peradaban yang sudah semakin seragam dan terkoneksi, apalagi lewat media sosial dan segala bentuk perkembangan teknologi, keunikan manusia satu demi satu jadi satu hal yang perlu disadari betul. Karena demikianlah Tuhan sang Maha Pencipta menciptakan alam semesta. Di dalam dunia yang sudah saling terkoneksi, berkompetisi menjadi sekolah terbaik atau unggulan tentunya akan sangat melelahkan. Sebaliknya menjadi diri sendiri sesuai keunikan diri semestinya menjadi sesuatu yang alamiah - dan kalau bicara dalam ranah ekonomi, akan selalu ada pasar yang cocok dengan apa yang kita tawarkan. Apalagi kalau yang kita tawarkan adalah hal-hal yang fundamental, esensial dan berorientasi pada hakikat kemanusiaan - terutama anak-anak kita - sebagai bekal kehidupan mereka saat ini dan masa mendatang. 

Keunikan inilah yang akan jadi Nilai (value) yang akan menjadi nilai jual bagi masyarakat. Seperti prinsip yang disampaikan oleh John Naisbitt dalam bukunya Global Paradox, saat dunia semakin mengglobal, hal-hal yang lokal semakin bernilai. Dalam pemikiran yang sama, semakin seragam hal-hal yang ditawarkan pasar, keunikan akan menjadi hal yang bertambah mahal, semakin kuat bersaing, hal-hal yang ditawarkan berbeda akan menjadi kekuatan. 

Memahami bahwa hakikat penciptaan, fitrah alam semesta adalah keberagaman hal inilah yang perlu menjadi keyakinan institusi penyelenggara pendidikan. Arah pendidikan yang menyadarkan anak-anak manusia untuk kembali ke fitrahnya perlu dipegang teguh oleh semua individu yang berperan di dalam institusi pendidikan. Meminjam istilah Memanusiakan Manusia, sepertinya tepat di dalam konteks ini. Yang kemudian jadi kata kunci berikutnya adalah Konsistensi. Bagaimana lembaga pendidikan yang memegang kesadaran ini bisa konsisten di dalam penyelenggaraan pendidikannya, bagaimanapun perubahan terjadi di luar sana. Sadar Diri, Sadar Lingkungan dan Sadar Tujuan. Semoga catatan ini bermanfaat. 🙏

Photo by Karolina Grabowska: https://www.pexels.com/photo/heart-shaped-gummy-candy-assorted-in-rows-with-one-candy-aside-against-pink-background-4016522/