AES807 Belajar Melepas di Perjalanan
Andy Sutioso
Sunday June 15 2025, 9:29 AM
AES807 Belajar Melepas di Perjalanan

Ini kali kedua saya ga bisa hadir di Musik Sore. Buat saya ini adalah konsekuensi bahwa saat ini saya punya dua keluarga yang bagi saya penting. Keluarga inti saya, dan keluarga kedua Rumah Belajar Semi Palar di mana saya menghabiskan sebagian besar hidup saya, menuangkan enerji kerja pikiran dan jadi ruang berkarya di Rumah Belajar. Semi Palar bukan hanya tempat saya bekerja tapi merupakan ruang belajar saya sampai hari ini. 

Tentunya jadi kendala saat saya ingin hadir bersama kedua keluarga ini. Saya harus memilih. Hari ini hari penutupan seluruh pembelajaran di Semi Palar. Musik Sore selalu jadi momen yang spesial, karenanya saya sangat ingin bisa hadir di sana. Ada sesuatu yang tidak terjelaskan dengan kata-kata. Saya pikir banyak juga warga Smipa yang merasakan hal yang sama.

Hari ini jam 4 sore posisi saya masih di Jakarta. Segera saya berusaha mencari transportasi menuju ke Bandung. Jam 5 travel yang saya akan tumpangi akhirnya berangkat ke Bandung. 

Menyusuri jalanan ibukota yang padat saya mulai mengamati layar hape mengikuti Musik Sore dari jauh. Menghemat baterai yg mulai menipis saya berusaha mengamati seluruh rangkaian acara. Sampai di KM 72, travel yang saya tumpangi menepi untuk jeda jamban (Toilet Break). Saya pikir akan sebentar, ternyata supir dan penumpangnya nyantai banget. Mereka menyeduh kopi dan duduk-duduk sambil ngobrol. Di situ saya sudah menduga saya kemungkinan tidak akan bisa tiba dengan cepat di Bandung. Mendekat ke Bandung kendaraan mengantar beberapa penumpang ke alamat mereka. Saya berpikir bahwa karena saya turun di terusan Pasteur, saya yang akan pertama-tama turun. Kenyataannya ada yang turun di Cimareme dan satu alamat lagi di kompleks kecil di Cimahi. Mobil HiAce yang membawa kami sampai kesulitan untuk berbelok menuju alamat yang dituju. Entah makan waktu berapa lama sampai akhirnya bisa sampai di tujuan. Akhirnya saya tiba di Smipa baru jam 21.30-an, makan waktu 4,5 jam perjalanan sampai ke Semi Palar. 

Tapi sepertinya inilah proses yang saya harus lewati untuk melepas keterikatan saya dengan Semi Palar yang begitu besar. Tidak bisa diingkari. 20 tahun lebih saya mengisi hidup saya dan mencurahkan segala sesuatunya untuk menumbuh-kembangkan Rumah Belajar Semi Palar sampai situasi hari ini. Sampai pada titik segala sesuatu bisa berjalan tanpa kehadiran saya. Semua bisa berjalan baik tanpa kehadiran saya di sana. Kegiatan tetap berjalan, suasana tetap terjaga dan seterusnya. Ini sesuatu yang luar biasa. 

Dari pinggir pendopo, dari luar amphiteater saya masih bisa merasakan suasana yang sama, masih membuat saya meneteskan air mata. Mudah-mudahan Semi Palar sudah jadi milik semua, milik kakak-kakak, anak-anak dan orangtua. Hal inilah yang menjadikan saya yakin, Semi Palar akan bisa terus hadir, hidup dan melaksanakan perjalanannya di masa-masa mendatang... 

Foto di atas saya ambil di sekitaran km 103, mendekat ke Bandung. Di atas mobil yang bergoyang-goyang, baterai hape yang sudah menjelang habis, saya mengirimkan pesan yang saya titipkan kepada kak @diki-muhammad-noor  untuk dibacakan sebelum pelepasan teman-teman KPB. 

Selamat malam teman-teman, rekan-rekan orang tua Smipa dan kakak-kakak. Sejak sore tadi saya mengikuti Musik Sore dari layar hape saya. Sekarang saya ada di travel Jakarta Bandung, di km 103. Mengikuti dari jauh sambil mencoba merasakan suasana yang ada di Rumah Belajar Semi Palar. 
Sejak tahun lalu saya tidak bisa hadir langsung, tapi saya bahagia semua berlangsung seperti tahun-tahun sebelumnya.

Terima kasih dari hati yang mendalam, telah menjadikan Semi Palar sebagai rumah bersama yang spiritnya dihidupi bersama pula. Selamat buat teman² SD6, K9 dan K12 yang sudah menuntaskan satu tahapan belajarnya. Terima kasih atas segala kepercayaan yg diberikan kepada kami kakak-kakak Semi Palar untuk mendampingi proses belajar putra-putri Bapak Ibu sekalian. Mohon maaf atas segala kesalahan dan krkhilafan kami yang tentunya juga bagian dari kemanusiaan kami yang juga masih belajar. 

Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberkati perjalanan kita ke depan. Salam hormat, salam kangen saya, kak Andy.

WhatsApp Image 20250613 at 21.17.57_e3d76907.jpg

Saat itu saya berkesempatan menghadirkan diri lewat pesan pendek di atas. Bagi saya cukup. Saya sangat mensyukuri hal itu. Terima kasih buat keluarga besar Semi Palar, terima kasih buat semesta. Salam.