AES789 Fear Anxiety Anger Agression
Andy Sutioso
Wednesday April 16 2025, 9:58 AM
AES789 Fear Anxiety Anger Agression

Masih nyambung dengan upaya memahami bagaimana kerja pikiran manusia. Empat hal di atas ini adalah empat emosi yang dikelola secara spesifik di salah satu organ otak yang disebut Amygdala. Bagi saya ini menarik, kenapa manusia punya organ otak yang secara spesifik mengelola empat emosi ini.  

Pertanyaan reflektifnya, apakah emosi kita sendiri juga banyak didominasi oleh satu atau lebih emosi-emosi tersebut. Kalau iya, pertanyaan lanjutnya adalah kenapa? Lalu bagaimana kita bisa mengelolanya.  

The amygdala! A small but mighty almond-shaped structure in the temporal lobe, responsible for processing emotions, particularly:

1. Fear
2. Anxiety
3. Anger
4. Aggression

The amygdala's primary function is to detect and respond to threats, triggering the body's "fight or flight" response. This includes releasing stress hormones like adrenaline and cortisol.

Here are some interesting facts about the amygdala:

1. Emotional memory: The amygdala plays a key role in forming and storing emotional memories, especially those associated with fear or trauma.
2. Emotional regulation: The amygdala helps regulate emotions, but an overactive amygdala can lead to anxiety disorders, PTSD, or phobias.
3. Fear conditioning: The amygdala is involved in classical conditioning, where a neutral stimulus becomes associated with a fearful response.

 sumber : Meta AI

Saya menduga ini ada kaitannya dengan di mana posisi Amygdala ini berada di dalam struktur dan jaringan otak manusia yang sangat kompleks. Kalau diperhatikan di gambar di bawah ini, posisi Amygdala berada tepat di ujung Brain Stem. Brain Stem yang disebut juga dengan otak reptil adalah bagian otak yang terutama berhubungan dengan survival, bertahan hidup atau mempertahankan diri yang biasa banyak disebut dengan Fight or Flight. 

limbicsystememotionalbrain.jpg

Lalu kita lihat juga bagaimana proporsi ukuran antara otak primitif, otak tengah dan otak depan (prefrontal cortex). Kita juga bisa menduga betapa besar potensi otak depan - yang terhubung erat dengan dimensi kesadaran. Manusia punya potensi luar biasa yang belum termanfaatkan karena pikiran manusia terjebak di otak primitif dan otak tengah. Yang perlu kita pahami juga - dan kita alami sendiri juga bahwa saat pikiran dan emosi kita berada dalam situasi yang tidak baik, sangat sulit juga bagi kita untuk memindahkan kerja otak kita menuju ke otak depan, ke ruang  kesadaran, berpikir jernih dan menemukan solusi yang baik. Empat emosi di atas ini membelenggu kita dan menjebak kita dalam perilaku yang primitif seperti halnya Anger (amarah) dan Agression (agresi). 

Dari sini kita bisa paham juga dari mana peperangan, konflik, teror bahkan kasus-kasus KDRT terjadi. Manusia modern dengan potensi kesadaran yang tidak dimiliki makhluk lain masih belum mampu menggeser kerja otaknya dari otak primitif ke otak depan. Ini adalah salah satu tantangan terbesar dunia pendidikan. Menumbuh kembangkan manusia secara utuh adalah bagaimana kita bisa membangun kemampuan berpikir anak-anak kita, menggeser kerja pikirannya dari otak primitif ke otak depan. 

Kepingan-kepingan tulisan ini saya rasa penting dalam konteks memahami bagaimana kerja pikiran manusia. Apa yang perlu kita pahami dalam rangka membongkar berbagai batasan potensi perkembangan manusia. Kalau kita memahami hal ini dengan baik, maka besar kemungkinan kita juga belajar mampu mengelolanya. 

Photo by cottonbro studio: https://www.pexels.com/photo/photo-of-a-person-covering-her-head-with-her-sweater-6951520/

You May Also Like