Saya ingin menghubungkan bahasan Literasi Diri dalam POT kemarin bersama mba Fitri dengan apa yang sering diungkapkan Sadhguru bahwa manusia punya kelebihan tertentu dibandingkan makhluk hidup lainnya yang seringkali malah menjadi kendala untuk manusia mencapai kebahagiaannya. Menjadi batu sandungan buat manusia. Catatan penting, di kalimat sebelumnya saya menuliskan bahwa sesungguhnya hal-hal itu adalah kelebihan manusia, sesuatu yang dianugerahkan Tuhan kepada kita.
Dua hal itu saya tuliskan di atas, Memori dan Imajinasi. Manusia dianugerahi kemampuan mengingat - termasuk juga menciptakan teknologi untuk merekam segala peristiwa juga diberikan kemampuan untuk membayangkan masa depan. Sejauh pengetahuan saya tidak ada lagi makhluk hidup yang punya kemampuan - secara spesifik dua hal ini seperti apa yang dimiliki manusia. Beberapa spesies binatang punya memori cukup kuat, tapi tidak seperti manusia. Imajinasi? Saya tidak yakin. Soal imajinasi, karena manusia bisa berimajinasi inilah manusia punya daya kreasi yang luar biasa. Segala ciptaan yang kita nikmati hari ini sebagai bagian dari kehidupan kita sehari-hari.
Tapi kenapa banyak manusia tidak bahagia? Sederhana jawabannya, karena manusia tidak bisa melepaskan diri dari ingatan atas pengalaman masa lalunya... Peristiwa yang terjadi bertahun-tahun silam masih bisa sangat mengganggu manusia sampai hari ini. Ternyata sangat sulit bagi manusia untuk melepaskan diri dari apa yang terjadi. Memori jadi kendala.
Bagaimana dengan imajinasi? Nah ini juga sama. Karena imajinasi manusia sangat kuat, hal-hal yang belum tentu terjadi - sudah terus membayang-bayangi pikiran manusia dengan kecemasan, kekhawatiran, ketakutan... Ini juga yang membuat manusia jadi tidak bahagia. Menarik ya. Kelebihan manusia bisa jadi kendala besar bagi dirinya untuk menjadi bahagia.
Maaf ya saya kembali ke Sadhguru - karena Sadhguru ini orang yang luar biasa pemikiran-pemikirannya. Dia bilang begini. Kalau makhluk hidup lain masalahnya cuman satu. Perut lapar. Harimau yang belum makan, tentunya dia gelisah dan pergi mencari mangsa. Setelah makan, cari pohon untuk berteduh dan berbaringlah dia untuk tidur siang. Masalah selesai. Manusia lain lagi. Perut lapar hanya satu masalah, perut kenyang, muncul seratus masalah...
Lalu apa akar permasalahannya? Manusia tidak mampu mengelola pikirannya. Tidak bisa mengambil jarak dari memori atau ingatan maupun bayangannya tentang masa depan. Hanya itu permasalahannya. Jadi solusinya apa? Ya hanya satu, belajar mengelola pikiran. Hanya itu saja. Kalau semua itu bisa terkelola dengan baik, manusia akan bahagia. Salam bahagia buat semua.
Photo by Hakeem James Hausley from Pexels