Sore tadi, untuk suatu keperluan saya mampir ke Babakan Siliwangi, tepatnya ke Warung Sanggar Mitra. Melewati area parkir, saya melihat sosok yang akrab di pandangan sedang berjalan lambat-lambat mengamati ruang² berkarya para seniman di sana. Sosok itu adalah Kang Wawan. Beliau sedang mengamati suasana di sana sambil mengambil foto dengan kamera hape di tangannya.
Setelah parkir saya segera menghampiri beliau. Dari belakang saya memanggil beliau tapi sepertinya tidak terdengar. Setwlah dekat saya menyentuh pundak beliau dan menyapa, "Kang Wawan, kumaha damang?" Melihat saya beliau tersenyum lebar, kamipun berjabat tangan. Beliau bilang, "Setiap perjumpaan adalah kehendak Yang Kuasa". Sayapun mengangguk dalam, mengamini kata-kata beliau. "Ajaib bisa berjumpa Andy di sini", lanjut kang Wawan.
Beliau sedang akan menikmati pameran lukisan ada di sana. Ratusan lukisan-lukisan kecil hasil karya ratusan seniman sedang dipajang di sana. Saya pun mengikuti beliau masuk ke ruang pamer itu. Saya sendiri baru tau sedang ada eksibisi itu di sana. Sebentar saya menemani beliau mengapresiasi karya-karya yang ada di sana. Tidak lama, beliau bilang, "Andy, ayo kita musti selfie di sini". Beliaupun mengeluarkan kameranya dan mengambil gambar kami di ruang itu. Saya juga ikut mengambil gambar selfie kami di sana. Kami sempat berbincang tentang beberapa karya yang ada di sana... Saya menunjuk ke beberapa karya yang menarik perhatian saya karena ekspresi dan apa yang divisualisasikan oleh pelukisnya dan minta pendapat kang Wawan.
Tidak lama kemudian saya pamit ke kang Wawan karena saya janji berjumpa dengan teh Euis di Warung Sanggar Mitra, tidak jauh dari sana. Sayapun berpamitan dan berlalu.
Di tempat teh Euis, saya juga berkenalan dengan adik teh Euis, kang Asep - seorang seniman lukis. Beliau biasa dipanggil Asep Barong. Saya duga beliau banyak menggambar Barong sebagai objek lukisnya. Sebuah perjumpaan yang lain. Tidak lama kang Wawan ternyata menyusul ke tempat teh Euis dan kamipun berbincang di sana. Saya sepakat dengan kang Wawan, setiap perjumpaan tentunya sudah direncanakan oleh Yang Maha Kuasa - karena tidak ada peristiwa kebetulan.
Sebuah perjumpaan yang singkat tetapi hangat. Dengan segera saya memutuskan bahwa peristiwa ini akan jadi bahan tulisan saya malam ini. Sampai jumpa di lain kesempatan teman-teman. Salam bahagia buat semua.