Dihitung dari dipilihnya nama Semi Palar, hari ini Rumah Belajar Semi Palar menginjak usianya yang ke 19. Wow. Tidak terasa ya. Dan tahun ini adalah tahun yang istimewa - tahun yang tidak biasa dalam perjalanan Semi Palar ke depan. Di tahun ini seperti disampaikan kepada kakak-kakak sejak penutupan TP18 dan dilanjutkan di TP19 di minggu perencanaan dan Taki-taki, disampaikan kepada rekan-rekan orangtua bahwa Semi Palar akan menjalani perubahan cukup besar di dalam stuktur kelembagaan. Mudah-mudahan ini adalah juga gambaran tentang perjalanan kehidupan Semi Palar sebagai sebuah lembaga - sebuah kolektivitas individu.
Buat kita semua, mudah-mudahan langkah besar ini juga menggambarkan proses kedewasaan lembaga dan individu di dalamnya. Gambaran tentang sudah cukup solidnya konsep pendidikan dan sebagian besar sistem kerja lembaga - dan di sisi manusianya - bagaimana konsep dan sistem dipahami dan bisa dilaksanakan dengan baik, dan tidak kalah penting, spirit lembaga dihayati oleh manusia-manusia yang terlibat di dalamnya.
Membutuhkan waktu belasan tahun untuk memahami seluk beluk pendidikan holistik - dan juga belajar tentang manusia, makhluk yang sangat luar biasa kompleksitasnya. Human Being - makhluk yang juga punya dimensi kesadaran, dimensi batin, dimensi spiritualitas, sesuatu yang tidak dimiliki makhluk hidup lain. Kalau soal kecerdasan, kita tahu banyak spesies lain juga punya kecerdasan cukup tinggi. Menurut Yuval Noah Harari - di tataran individu, manusia tidak punya peluang bersaing dengan spesies lain, manusia itu sangat lemah. Tapi manusia punya juga kemampuan untuk bekerja sama secara kolektif - satu sama lain. Karenanya manusia di jaman es dulu bisa menang menghadapi mammoth dan harimau bergigi pedang.
Di sisi lain, karena manusia punya dimensi kesadaran, manusia sangat rentan juga jatuh ke dalam jebakan ketidak sadaran. Ga ngeh - kalau kata orang Jawa. Hal inilah yang jadi masalah besar peradaban manusia. Manusia yang masih senang perang dan kehancuran, masih sangat rakus dengan harta dan kekuasaan, manusia yang merusak lingkungan tempat tinggalnya sendiri. Ini adalah peer besar pendidikan di peradaban kita hari ini - yang menyebut diri sebagai manusia modern.
Di TP19 ini kita berangkat dengan tema besar Merayakan Kehidupan. Saya membuat tulisan ini mengaitkan perjalanan Semi Palar dengan berbagai tantangan yang kita semua sedang hadapi - dengan permasalahan yang akan semakin kompleks. Belajar dari proses kami di Semi Palar, mengatasi kerumitan bisa dilakukan dengan menemukan dan kembali ke esensi. Merayakan kehidupan, mensyukuri kehidupan mudah-mudahan membantu kita terus mengingat esensi dari segala upaya pendidikan yang kita coba lakukan di Semi Palar.
Terima kasih sebesar-besarnya untuk semua pihak, anak-anak, orangtua dan para kakak yang sudah memilih menjadi bagian dari perjalanan Rumah Belajar Semi Palar; memilih untuk mengisi ruang kehidupan yang kita coba buat agar kita semua bisa Sadar Diri, Sadar Lingkungan dan Sadar Tujuan. Perjalanan yang tidak mudah di tengah situasi peradaban yang sangat cepat berubah dan tidak menentu. Mari hidupi terus spirit Rumah Belajar Semi Palar. Rumah Belajar yang bukan sekedar sebuah sekolah - dan juga bukan sekedar sebuah Rumah Belajar, tapi sebuah Ruang Kehidupan. Salam Smipa.
Photo by Mathias Reding: https://www.pexels.com/photo/neon-number-19-14806236/