TIdak ada peristiwa kebetulan, minggu lalu salah satu kakak bilang sama saya, kak Andy kapan kita ngobrol... Hmm, pikiran yang sama juga mampir dalam diri, bahwa memang sudah waktunya ngobrol dengan kakak ini. Nyambung ya...
Akhirnya hari minggu kemarin kitapun jumpa setelah olahraga pagi - sambil sarapan pagi. Sudah lama ga ngobrol, jadi kami bertukar cerita tentang keluarga dan apa yang kita jalani sehari-hari... Bicara kehidupan... Perlahan, kita mulai berbicara tentang impian masa depan. Apa yang masih jadi bayangan, angan atau hal-hal yang masih jadi harapan untuk bisa diwujudkan.
Perlahan kami menyadari bahwa saya dan kakak-kakak ini sedang ada di tahapan kehidupan yang sama. Semacam sedang ada di persimpangan jalan, dalam situasi yang tentunya berbeda. Dalam keyakinan bahwa segala sesuatu yang terjadi di dalam semesta ini sudah mengatur, kamipun bertukar cerita - tanpa target. Ibarat saling membagikan kepingan puzzle, kepingan apa yang kita punyai, bagian mana yang kosong dan dalam prosesnya membaca apakah ada hal-hal yang kemudian bisa saling dikoneksikan dan saling mengisi. Ini proses yang berusaha saya lakukan dalam kesadaran penuh - dalam konteks perjalanan dan proses saya di Rumah Belajar Semi Palar.
Di dalam proses transisi yang terjadi, jangan-jangan inilah waktunya kita memetakan koneksi yang lebih luas melangkah ke luar lingkup Rumah Belajar Semi Palar. Salah satu jembatannya adalah Koperasi Semi Palar. Karena lewat ruang ini, koneksi kita bisa berlanjut di luar lingkup Rumah Belajar. Lebih jauh lagi, koperasi bisa jadi jembatan kita mulai beralih dari belajar ke menghidupi kehidupan yang holistik. Ini hanya salah satu contoh, dan tentunya masih banyak kemungkinan lain.
Ada banyak gagasan yang selaras, sejauh saya kenali, banyak minat-minat kami yang sejalan dan senafas. Entah apa yang akan terjadi ke depan. Tuhan dan semesta sudah merancang segalanya. Tugas kita manusia adalah menyadari sedalam-dalamnya dan menjalaninya dengan penuh keyakinan. Apakah ada koneksi dan kolaborasi yang bisa diwujudkan ke depan, kami tidak tahu. Belum terbayang. Tapi Hidup adalah Udunan. Saya pikir esensinya ada di sini. Kalau kita meyakini hal ini, bentuk-bentuk koneksi dan kolaborasi bisa menemukan format-formatnya yang baru - tanpa dibatasi pagar-pagar sistem yang selama ini kita kenal.
Obrolan pagi ini istimewa buat saya. Tidak menemukan jawaban, tapi langkah pertama saling membagikan kepingan dan pandangan ke depan sudah dilakukan. Kita lihat apa yang akan terjadi ke depan. Pada dasarnya saya hanya mencoba mengikuti intuisi yang hadir bahwa obrolan ini perlu dilakukan. Dan ini sudah terjadi, mudah-mudahan semesta memandu ke mana langkah berikutnya perlu dijalani.
Tulisan ini saya jadikan catatan yang seakan random dan ga jelas, tapi saya kok merasa pengalaman kecil ini adalah satu langkah penting untuk perjalanan ke depan. Kita lihat apa yang terjadi. Salam.
Photo by Beyza Emişen from Pexels: https://www.pexels.com/photo/hands-sharing-baklava-in-gaziantep-park-37407523/
Mari kita udunan hehe