Salah satu aktivitas koperasi yang memang akan dijalankan tapi belum sempat banyak dikenalkan adalah Kepemilikan Kebun Kopi Kolektif. Saya jelaskan sekilas di sini untuk memberikan konteks esai ini. Informasi lebih jelasnya silakan pelajari di menu Semi Palar Co-Op. Jadi selain warung smipa yang jadi ruang transaksi harian bagi warga Semi Palar, koperasi Semi Palar menawarkan juga bentuk investasi atau tabungan yang jadi usaha bersama warga Semi Palar.
Intinya, Kebun Kopi Kolektif ini adalah kepemilikan bersama kebun kopi yang garapannya dikerja-samakan dengan petani kopi setempat. Sebidang kebun kopi dibagi menjadi beberapa unit kepemilikan yang bisa dimiliki oleh anggota koperasi. Setiap panen, pemilik unit kebun kopi akan mendapatkan bagian keuntungan panen setelah penghasilan panen dikurangi biaya pemeliharaan dan investasi.
Saat ini Koperasi Semi Palar sudah memiliki 3 hektar hak garap area kebun kopi hutan di daerah Cisondari, Gambung. Kebun kopi yang diambil alih hak garapnya oleh koperasi milik pak Komar atas rekomendasi pak Anwar. Pengelolaan kebun kopi ini sehari-hari dikerja-samakan dengan pak Anwar - ketua Kelompok Tani Hutan Desa Cisondari - Gambung. Pak Anwar ini yang bertanggung jawab terhadap pemeliharaan kebun kopi koperasi. Ada empat poin pemeliharaan kebun kopi sejauh saya pahami - belajar dari pak Anwar, masing-masing Ngored, Pemupukan, Nyirung dan Nutup.
Segera setelah proses administratif lahan garapan tuntas, pak Anwar langsung menawarkan untuk ngored (ngababad) - yang intinya membersihkan lahan kebun kopi dari tanaman liar dan gulma. Singkat cerita, ngored segera dilakukan karena kondisi kebun pak Komar yang tidak terurus. Sebetulnya karena alasan ini juga hak garap lahan pak Komar ditawarkan kepada Koperasi Smipa melalui pak Anwar.
Pagi saat menjelang ngored, pak Anwar mengirimkan video kepada saya, bagaimana beliau dan pasukannya akan membersihkan kebun koperasi. Yang berkesan adalah pesan WA pa Anwar kepada saya. Pa Andy hatur nuhun, kami akan mulai bekerja mau mulai ngored. dan seterusnya... Penutup dari beliau intinya "Kami akan mendukung Koperasi Smipa".
Di titik itu saya baru menyadari bahwa biaya ngored yang dibayarkan kepada pa Anwar dan pasukannya adalah penghasilan buat mereka - yang bisa mereka terima karena koperasi Smipa mulai mengelola Kebun Kopi di sana. Hal yang sebelumnya tidak ada. Jadi ya dengan apa yang kita mulai lakukan, kebermanfaatan koperasi Smipa buat warga di Cisondari sudah mulai terasa. Mudah2an segala sesuatu bisa berjalan lancar dan apa yang kita lakukan membawa lebih banyak kebaikan bagi banyak orang. Saya meyakini enerji akan terus mengalir. Kebaikan yang kita kirimkan akan kembali ke diri kita dalam berbagai bentuk. Mudah-mudahan ya... Salam.
Photo by Susanne Jutzeler from Pexels
Semoga beberapa bulan lagi sudah bisa berdiri "Warkop Smipa CoOp". ☕