AES053 Dari Bisa Menjadi Tuman
Andy Sutioso
Tuesday July 6 2021, 7:00 PM
AES053 Dari Bisa Menjadi Tuman

[repost dari Ning]

Hari ini saya memberanikan diri untuk menulis tentang pemahaman bahwa apa yang saat ini berjalan dari gerakan Atomic Essay Smipa ini jadi langkah penting bagi kita semua di Rumah Belajar di Semi Palar. Tulisan ini juga terkait dengan kata-kata Aki Muhidin yang tertulis di dinding biru ruang Bengkel Smipa. Ada satu kepingan puzzle penting yang berhasil kita temukan di peralihan TP16 ke TP17. Mudah2an kita semua ingat betul 4 baris kalimat-kalimat pendek yang dititipkan Aki Muhidin kepada kita.   

9209200278?profile=RESIZE_584x

Pembelajaran Holistik di Semi Palar, saya pikir cukup baik menghantarkan anak-anak untuk mengetahui banyak hal. Anak-anak kita Nyaho cukup banyak hal - terlihat dari pertanyaan-pertanyaan yang mereka lontarkan, dan hal-hal yang mereka ungkapkan dari berbagai ruang interaksi pembelajaran.

Soal pemahaman: Ngarti, saya pikir anak-anak yang belajar di Semi Palar, juga cukup paham karena mereka - dari pengalaman dan proses belajarnya mereka bisa menangkap keterkaitan satu hal dengan lainnya. Ini adalah bentuk-bentuk pemahaman. Anak-anak kita bisa menjelaskan kenapa satu hal bekerja atau satu fenomena terjadi, atau juga kenapa dia memilih untuk memutuskan sesuatu saat merancang proyek-proyeknya. Sejauh amatan saya, anak-anak di Semi Palar bisa menjelaskan latar belakang pemikirannya. Ini adalah soal pemahaman. 

Mengenai kemampuan: Bisa, ini juga anak-anak di Smipa sepertinya cukup baik karena pembelajaran di Semi Palar berlandaskan Pembelajaran Aktif (Active Learning). Ragam kegiatan yang difasilitasikan oleh kakak-kakak mulai dari bercerita, berkarya, masak, menulis buku, melakukan perjalanan, eksplorasi, berkebun, menulis buku dan lain sebagainya... Terlepas dari tingkat keterampilannya, pembelajaran di Semi Palar memfasilitasikan berbagai kemampuan untuk setidaknya dikenal oleh anak-anak kita. 

Tahap berikutnya, kebiasan atau Tuman masih jadi pe-er buat kita bersama. Seringkali kita melihat bagaimana apa yang anak-anak sudah bisa lakukan, termasuk juga hal-hal baik yang kita kenalkan belum menjadi kebiasaan bagi dirinya. Hal ini sudah bertahun-tahun jadi bahan diskusi kita bersama dan terus kita cari jawabannya. 

Hari ini, gerakan Atomic Essay Smipa yang digagas oleh pak Ahkam (baca esai pertamanya : Membangun Habit) kemudian kita coba bersama beberapa kakak, orangtua murid dan anak-anak juga (termasuk Ara yang jadi penulis termuda) dan alumni sepertinya menampakkan hasilnya. Sejak esai pertama (AES01 Membangun Tuman) saya tuliskan di tanggal 13 Mei 2021, hari ini catatan Atomic Essay sudah mencatatkan 340 buah tulisan pendek yang dikontribusikan 19 penulis. Bukan pencapaian yang buruk ya? Beberapa kakak seperti kak Tesa, kak Yanti dan kak Ine sudah mulai bergabung juga selepas kesibukan Rapotan. Kakak2 yang baru bergabung seperti kak Fifin sudah mencapai esainya yang ke 21 dan kak Mutia sudah menuliskan esainya yang ke 12. Awalnya belum bisa rutin, tapi beberapa kakak sudah bisa menulis konsisten setiap hari tanpa terputus.   

Atomic Essay adalah sebuah gerakan yang didasarkan pada gagasan dari James Clear yang dituliskan di dalam bukunya Atomic Habits (bukunya sendiri masih saya baca). Atomic sendiri adalah konsep yang sebetulnya sudah kita kenal sebelumnya di Smipa, yaitu Mulai dari Yang Kecil. Di esai saya yang pertama saya juga menempatkan video pendek yang menjelaskan bagaimana habits itu terbentuk dalam diri manusia - melalui paparannya Dr. Joe Dispenza. Videonya saya tempatkan lagi di bawah ini untuk referensi kita bersama. 

Di titik ini, saya merasa konsepnya berhasil. It Works. Grafik di atas jadi buktinya, Jadi tulisan ini adalah sebuah ajakan buat kita bersama kalau kita ingin bisa beralih dari Bisa menjadi Tuman. Karena tanpa Tuman, kita ga akan bisa mencapai level Ngajadi... Tentunya kita perlu mulai dulu, dari para kakak, para fasilitator pembelajaran. Kalau banyak orangtua - yang sama-sama pendidik juga bisa dan mampu secara sadar membangun kebiasaan baru - tentunya kita akan mampu memfasilitasi anak untuk beralih dari Bisa, menjadi Tuman dan mudah-mudahan di suatu titik nanti, Ngajadi... 

Photo by Lala Azizli on Unsplash