AES156 Macet
Andy Sutioso
Sunday October 17 2021, 9:36 PM
AES156 Macet

Selamat malam, hari ini saya mau menulis yang ringan-ringan aja. Masih nyambung dengan esai saya yang kemarin. Di akhir tulisan saya bercerita bagaimana saya dan kakak2, harus menghadapi kemacetan panjang saat kembali ke Semi Palar. 

Ada perspektif menarik yang muncul dari pembicaraan saya bersama kakak-kakak di mobil soal kemacetan - dalam kondisi kami sedang terjebak kemacetan. Sederhananya begini, semestinya kita tidak pernah boleh ngomel-ngomel kalau terjebak kemacetan. Ga OK dong ya karena kita juga ada di jalan yang macet dan dengan demikian kita juga ikut menjadi penyebab kemacetan. We are therefore, part of the problem. Walaupun sederhana, ini paradigma yang menarik. 

Contoh yang lain adalah saat kami berada di Gunung Batu. Di luar dugaan, Gunung Batu yang biasanya sepi, cukup banyak didatangi pengunjung - tentunya termasuk kami juga, kakak-kakak Smipa. Yang cukup heboh berbincang dan bercanda di sana. Maklum juga sudah lama kakak-kakak tidak kumpul rame-rame... Jadi yang ikut bikin rame di sana ya kita-kita juga... Situasi yang sama ya seperti yang di atas tadi.  

Di sisi lain, yah, Bandung sudah mulai macet - kembali ke situasi seperti sebelum pandemi. Berbagai tempat mulai ramai pengunjung. Mudah2an ini tidak memicu ledakan pandemi seperti yang terjadi saat libur lebaran kemarin - lalu kita harus kembali ke kondisi semula. Mari tetap waspada dan menahan diri.