Nulis pendek aja ya malam ini. Ada satu hal yang saya temukan lagi, pesan dari eyang Einstein. Saya menemukannya saat saya sedang menyiapkan materi untuk menjelaskan perubahan Rapor yang sedang kakak2 tuntaskan untuk dibagikan hari Jum'at nanti.
Demikian kata-kata Einstein. Einstein kita kenal karena kejeniusannya. Karenanya kata-kata yang diucapkannya tentunya punya bobotnya sendiri. Saya segera menemukan kebenaran dari apa yang diucapkannya di atas ini. Memahami kompleksitas jadi realitas yang terus 'menghantui' kami kakak-kakak Smipa saat menerapkan Pendidikan Holistik. Kami seakan terus digiring untuk memahami apa yang ada di dalam alam kompleksitas Pendidikan Holistik - terutama bagaimana sebetulnya esensi pendidikan dalam proses menumbuh kembangkan manusia seutuhnya.
Bukan proses yang sederhana juga, dan perlu waktu panjang. Setidaknya setelah 17 tahun kami sampai ke titik ini. Sepertinya kami sudah sampai - atau setidaknya mendekat ke esensi Pendidikan Holistik. Kok pede banget, hmm ya, betul salahnya mari buktikan sama-sama, tapi kita sudah bisa memandang proses dan menjelaskan banyak hal dengan jauh lebih sederhana. Tapi ya Aki Muhidin juga bilang begitu ya. Nyaho can tangtu Ngarti. Ya begitulah. Dari pengetahuan, kita perlu melahirkan pemahaman. Mudah2an rekan-rekan orangtua dan warga Semi Palar juga perlahan-lahan memahami ini dan juga menghayati hal ini, apa sebetulnya esensi Pendidikan Holistik.
Apa sebetulnya yang disebut-sebut esensi ini, sebetulnya sudah cukup banyak tulisan yang dituangkan di Ririungan terkait hal ini. Kepingan-kepingan pengetahuan sudah terserak di Ririungan ini. Kalau teman-teman berminat, bisa merangkainya sendiri, tentunya tahap demi tahap hal ini kami akan bagikan kepada rekan-rekan orangtua melalui berbagai cara dan media. Salam.