Who Am I? Siapakah saya? Pernahkah kita betul-betul merenungkan hal ini? Kalau kita bicara tentang eksistensi manusia, tidakkah pertanyaan ini adalah pertanyaan yang terpenting?
Sebelum lebih jauh, punten saya simpan satu video lagi di bawah ini. Tulisan-tulisan saya belakangan ini memang jadi repositori (tempat menyimpan) dan merefleksikan proses belajar saya. Ini jadi cara saya menyimpan referensi dan kepingan-kepingan pembelajaran dan pemahaman terhadap hal-hal yang sedang saya dalami. Kalau ada yang kebetulan mampir dan mencermati tulisan ini, semoga bermanfaat. Saya yakin saat sang murid sudah siap, sang guru (pembelajaran) akan hadir.
Video-video seperti di bawah ini lagi sering sekali muncul di feed YouTube saya. Saya bahkan sempat menulis apakah ini hasil kerja algoritma atau memang sinkronisitas. Sempat terpikir soal itu. Tapi belakangan saya tidak memedulikan hal itu. Karena seringkali video-video yang hadir sangat menjawab pertanyaan dan rasa ingin tahu saya. Seringkali saya merasa bahwa video-video tertentu dibuat khusus untuk saya. Saya memang sedang mencari, dan lewat media ini saya menemukan jawabannya. Yang penting kan kontennya, bukan medianya...
Tampilan di video ini buat saya memang menggelitik: Billions Die Without Knowing This. Knowing what? Mengetahui apa? Ternyata video ini tentang penemuan diri. Banyak manusia yang tidak memahami, tidak mengenali, tidak berhasil menemukan dirinya yang sejati. Manusia itu makhluk ciptaan yang termulia, puncak dari evolusi yang berjalan jutaan tahun. Tapi manusia diciptakan berbeda dari makhluk lainnya.
Apa yang membedakan? Manusia punya dimensi kesadaran. Nah inilah yang tidak banyak dibahas di berbagai ruang. Tidak di ruang pendidikan, pun tidak banyak di bahas di ruang-ruang keagamaan. Setahu saya yang paling banyak membahas ini adalah Budhisme. Mungkin juga karena Budhisme tidak menokohkan seseorang secara berlebihan. Budha Gautama adalah manusia biasa yang bisa mencapai titik pencerahan (enlightenment). Tapi dia bukan orang yang dilahirkan suci - tapi berhasil menemukan dan mencapai dimensi kesakralan di dalam dirinya.
Penemuan Diri, Pengenalan Diri adalah esensial di dalam proses kehidupan manusia. Karena pada dasarnya manusia adalah makhluk spiritual. Manusia punya dimensi keIlahian, manusia punya ruang kesadaran. Dalam konteks Rumah Belajar Semi Palar, kalimat pendek 'menemukan bintang masing-masing' dengan demikian sangat spiritual maknanya. Menemukan dan mengenal kesejatian diri yang merupakan bagian dari keIlahian - keSemestaan. Inilah makna dari Makro Kosmos dan Mikro Kosmos. Hal ini bukan hanya mitos atau belief belaka, karena secara jasmaniah, manusia punya organ otak yang spesifik mengolah hal ini.
Dulu spiritualitas dan sains terbelah dalam hal pemahamannya, saat ini, fisika quantum (Quantum Physics) sudah menemukan titik temu dan berbagai penjelasannya. Sudah banyak juga saintis - para ahli fisika yang saat ini juga belajar tentang dimensi kesadaran, karena ini memang salah satu pertanyaan terbesar di bidang ini. Sesuatu yang disebut sebagai The Hard Problem of Consciousness. Mudah-mudahan ada kesempatan untuk menulis tentang tokoh-tokoh ini, beberapa di antaranya adalah Frederico Faggin, Donald Hoffman, Gregg Braden, Bruce Lipton dan banyak lainnya. Semoga tulisan ini bermanfaat. Salam.
Photo by Daffa Rayhan Zein: https://www.pexels.com/photo/man-in-gray-shit-sitting-on-rock-boulder-694458/
Wah belum tuntas sudah dilike sama kak @rizalk47 😁🙏🏼