Hari ini hari pertama dalam guliran pembelajaran TP17. Pagi2 betul saat bersiap, masuk berita duka di hape saya. Tulisan ini saya dedikasikan kepada almarhumah ibu Witono yang pagi tadi meninggalkan kita semua menghadap Sang Pencipta.
Saat mengenang beliau, saya teringat pertemuan di Rumah Nusantara, saat Rumah Belajar Semi Palar masih berupa sebuah gagasan. Tidak ingat betul pertemuan apa itu, tapi saat itu berkunjung ke Rumah Nusantara yang saat itu berlokasi di Jalan Geger Kalong. Sebuah ruang budaya tempat saya belajar tentang banyak hal, tentang ke Nusantaraan dan tentang berbagai ihwal kebudayaan Indonesia. Di Rumah Nusantara inilah saya berkenalan dengan mas Ipong dan kang Aat, kang Wawan Husin juga mas Imam Suryantoko - sang pengibar bendera.
Dalam pertemuan saat itu, saya berkesempatan bercerita kepada ibu Witono, tentang gagasan mendirikan sebuah sekolah. Perbincangan tidak terlalu lama, tapi saya ingat betul bagaimana ibu Witono memberi kami motivasi agar mewujudkan sekolah ini. Sekolah yang saat ini kita kenal sebagai Rumah Belajar Semi Palar. Beliau meyakinkan kami, bahwa Indonesia butuh sekolah yang betul-betul membela hak anak. Saat itu mas Ipong hadir tapi tidak banyak bicara, mas Ipong hanya mengenalkan saya kepada ibunya dan menemani kami berbincang.
Apa yang saya dapatkan saat itu, adalah dukungan moral dari ibu Witono, yang meyakinkan kami bahwa gagasan dan angan-angan yang kami miliki saat itu layak diperjuangkan. Ibu Witono sendiri adalah pengurus Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC). Apa yang disampaikan beliau saat itu jadi sangat bernilai untuk kami. Saya yakin eksistensi Semi Palar hari ini adalah juga berkat perbincangan hari itu. Ada enerji yang diberikan bu Witono yang mendorong kami bergerak saat itu sampai kita bisa tiba di titik ini hari ini.
Terima kasih bu Witono. Selamat jalan. Kami mendoakan perjalanan bu Witono kembali ke pangkuan Sang Pencipta. Engkau akan hidup dalam ingatan kami. Kepada mas Ipong dan keluarga yang ditinggalkan, bela sungkawa yang mendalam kami haturkan.
Turut bela sungkawa, kak! Sumbangsih nya tidak akan pernah pupus di keluarga Semi palar!