AES524 Menyoal Intelejensi Artifisial (AI)
Andy Sutioso
Thursday May 18 2023, 7:21 AM
AES524 Menyoal Intelejensi Artifisial (AI)

Beberapa hari yang lalu saya sempat berbincang dengan @ahkam dan perbincangan kami bergeser ke topik di atas ini : AI (Artificial Intelligence). Supaya lebih ngendonesia, saya menuliskan terjemahannya, Intelejensi Arfifisial. Kenapa menulis tentang ini, karena AI ini - seperti dulu ditemukannya teknis bertani dan atau teknologi mesin uap atau listrik, AI adalah salah satu temuan manusia yang akan mengubah peradaban manusia. 

Belakangan ini, AI memang sedang sangat hangat diperbincangkan. Lagi hype istilahnya. Beberapa bulan silam, hal yang banyak dibahas di dalam konteks teknologi adalah Meta Verse. Facebook bahkan sempat mengganti namanya menjadi Meta. Untuk menggaris bawahi bahwa perusahaan mereka adalah pelopor teknologi baru ini. Mundur lagi beberapa tahun sebelumnya yang jadi hype adalah blockchain. Sekarang ini, blockchain dan metaverse sudah tidak banyak diperbicangkan. Tenggelam oleh berbagai pembahasan tentang AI. Luar biasa cepatnya perkembangan di bidang teknologi. 

Dalam konteks perkembangan teknologi, AI mungkin menggembirakan - karena memang menggambarkan perkembangan yang pesat. Ahkam bahkan cerita bahwa progresi AI berjalan dalam hitungan hari. Sekilas keren tapi bagi saya ini agak mengerikan. Sejujurnya saya bukan penggemar hal-hal yang serba cepat 😊. 

Sederhana aja kecepatan itu menentukan bagaimana kita bisa mengendalikan sesuatu.Kalau kita belajar mengendarai sesuatu, kita harus mulai pelan-pelan. Apakah itu sepeda, mobil atau lainnya. Kalau kecepatan kendaraan terlalu tinggi, kita akan sulit mengendalikan arahnya dan karenanya kita bisa celaka. Karenanya semua kendaraan, perlu bisa dikendalikan kecepatannya. Pesawat luar angkasa sekalipun yang melaju melewati kecepatan suara perlu bisa dikendalikan kecepatannya. Masalah kecepatan ini juga hukum alam. Saya pikir tidak ada sesuatupun yang bisa lepas dari hukum alam. 

Yang mengerikan tentang AI ini adalah bahwa perangkat ini dirancang punya kecerdasan sendiri. Karena alasan ini pula mereka berkembang sangat cepat dan semakin cepat. Nah inilah yang mengerikan. Kalau pernah nonton filem Terminator ya itulah contohnya. Sebetulnya manusia sudah bisa membayangkan bahwa kecerdasan buatan bisa suatu saat mengambil alih kecerdasan manusia. Padahal AI ini kan alat, perangkat... sama seperti gunting atau pisau. Jadi menurut saya alat ini mutlak bisa dikendalikan oleh manusia. Masalah kendali inilah yang jadi persoalan karena kalau ditelusuri lebih jauh, para ahli teknologi sendiri juga masih ragu betul soal ini. 

Apa yang disampaikan Yuval di dalam video di bawah ini menurut saya juga sangat fundamental. Yuval paham betul soal ini. Bahwa AI - disadari atau tidak oleh para perancangnya telah bisa meretas (hack) kekuatan manusia yang terbesar yaitu bahasa. Kenapa ini fundamental karena manusia merancang segala sistem peradabannya berpijak di atas  kemampuan manusia untuk berbahasa dan kemudian menciptakan narasi. Sistem politik, agama, pendidikan, agama, segala sesuatu yang ada di peradaban adalah semata-mata narasi, stories yang disepakati secara kolektif dan dijadikan pegangan oleh berbagai kelompok manusia, apakah itu warga negara, penganut agama, murid sekolah, organisasi massa ataupun partai politik. Problem terbesarnya, AI adalah sebuah  sistem yang dirancang sebagai sebuah perangkat yang bisa meretas hal tersebut untuk menciptakan narasi. Hal inilah yang mungkin tidak betul-betul disadari dan belum dipahami apa dampaknya bagi peradaban manusia.