Tidak ada peristiwa kebetulan... Di dalam momen-momen tertentu, peristiwa tertentu akan menghadirkan sesuatu yang memantik perasaan bahwa hal ini adalah sesuatu yang perlu direspons. Sudah lama saya berusaha menjalani hari-hari dalam kesadaran ini (mudah-mudahan hal ini bisa disebut sebagai bagian dari dimensi kesadaran, dari hidup yang berkesadaran).
Seorang kakak yang belum genap bergabung - dengan santuy-nya menyapa saya, setelah berjumpa lagi paska jeda liburan Idul Fitri, "kak Andy, kita udah lama ya ga ngobrol?". Ada dua hal yang memantik saya untuk memandang bahwa ini bukan sekedar basa-basi. Ada sesuatu yang lebih jauh dari itu. Betul, dua hari kemudian, di malam hari, muncul pesan WA dari kakak tersebut menjelaskan bahwa ada sesuatu yang sedang banyak jadi bahan pemikiran dalam dirinya. Menariknya ini masih terkait dengan apa yang sempat kita bahas bersama di Taki-taki dan pembekalan kakak berbulan-bulan silam. Bagi saya pesan WA itu jadi konfirmasi tentang apa yang perlu direspons - dan seperti berbagai proses sebelumnya, ini juga kesempatan besar untuk saya belajar sesuatu dari apapun yang akan terlaksana.
Saya respons pantikan itu, dan Jum'at setelah selesai agenda di sekolah, saya dan 6 orang kakak akhirnya ngariung dan membahas berbagai hal - yang menjadi pertanyaan buat kakak tersebut. Salah satu dari kakak menyebutnya sebagai Deep Talk. Saya sepakat dan menjadikannya tajuk catatan singkat ini.