|||
Energy Flows Where Attention Goes
|||
Tulisan kali ini lagi-lagi tentang enerji dan kaitannya dengan atensi dan fokus. Mungkin kalimat di atas ini sedikit lebih menjelaskan bagaimana fokus atau titik perhatian jadi hal yang penting dalam hidup kita.
Saat fokus kita banyak terdistraksi - terutama dengan ritme dan gaduhnya kehidupan modern saat ini - termasuk dari berlimpahnya informasi yang terus masuk melalui gawai kita, sulit sekali kita menempatkan fokus kita pada hal-hal yang penting. Bagi kita, orang dewasa saat ini memfokuskan diri adalah hal yang sangat sulit. Padahal manifestasi keinginan adalah tergantung sejauh mana kita mengalirkan enerji kita ke sana. Kalau fokus kita terbagi, otomatis enerji kita terbagi. Saat enerji terbagi, hal-hal yang kita inginkan jadi sulit termanifestasikan. Tidak mengherankan juga kalau kadang kita merasa lelah dan di sisi lain kita merasa menghasilkan apa-apa.
Memfokuskan diri pada sesuatu secara langsung berdampak pada apa enerji yang kita tujukan terhadap hal tersebut. Kalau kita menginginkan sesuatu, tapi kita tidak bisa menempatkan perhatian pada hal tersebut, maka apa yang kita inginkan tidak akan terwujud. Fokus akhirnya jadi sangat penting.
Analogi yang bisa dipakai adalah bagaimana kita bisa mengalirkan enerji sinar matahari untuk membakar kertas menggunakan suryakanta (kaca pembesar). Saat titik sinar yang dihasilkan bisa sangat tajam, artinya fokus enerji matahari yang terkumpul melalui lensa suryakanta tersebut bisa menghasilkan enerji panas yang membakar kertas itu. Kita belajar bahwa hukum alam berlaku juga dalam kehidupan kita. Semata-mata karena hidup manusia tidak terlepas juga dari segala hukum alam yang berlaku.
Ini juga berlaku pada saat kita melakukan praktik-praktik meditatif. Kemana fokus kita arahkan, ke sanalah enerji hidup (life-energy, disebut juga chi atau prana) akan mengalir. Orang-orang yang mendalami yoga (para yogi) sangat menguasai hal ini. Kita para awam hanya melihat mereka duduk diam dalam pose tertentu. Karena meditasi adalah sesuatu yang statis di sisi luar tapi sangat dinamis di sisi dalam diri manusia. Untuk merasakannya, tentu kita perlu waktu cukup panjang untuk bisa merasakan hal ini lewat praktik meditatif yang berkesinambungan. Demikianlah tulisan saya malam ini. Salam.