AES805 Universe in Chaos
Andy Sutioso
Friday June 6 2025, 7:14 AM
AES805 Universe in Chaos

Seingat saja sejak akhir tahun lalu saya sudah menulis tentang perasaan yang tidak menentu. Tulisan saya yang pertama soal ini berjudul Teu Pararuguh. Sejujurnya ini terasa terus dan semakin kuat. Dan ya, memang ini terjadi karena semesta juga ada dalam proses perubahan yang sangat besar. Matahari sedang dalam puncak siklus 11 tahunan, the peak of the solar cycle. Dan dalam beberapa hari terakhir sedang meledakkan banyak sekali plasma dan berbagai bentuk ledakan gelombang elektro magnetik ke arah bumi dalam intensitas yang sangat kuat. Para ahli mengukurnya dalam skala G4 - mendekati skala G5 yang sudah masuk kategori Catastrophic. 

Bumi hanyalah satu komponen kecil alam semesta. Setitik debu, bahkan serpihan debu di tengah semesta yang sedemikian jembarnya. Seperti sebutir debu yang menempel di alas sepatu kita, tidak akan ada yang menyadari kalau butiran debu itu hilang begitu saja. Demikianlah misteri besar alam semesta yang sulit terpahami di dalam alam pikiran manusia.  

Video di atas ini berusaha menjelaskan apa yang terjadi supaya kita juga lebih paham apa yang sedang terjadi di dalam dinamika semesta yang sedemikian besar ini, di dalam pikiran kita yang sangat kecil ini. Di tengah perubahan besar yang terjadi masih kebanyakan dari kita masih sibuk juga dengan hal-hal receh yang, oblivious - tidak menyadari apa yang sedang terjadi - dalam skala yang lebih luas - in the grandeur scale of things... 

Dalam konteks belajar di Semi Palar, ini yang disebut dengan Literasi Semesta. Hal yang sudah hilang (atau jangan-jangan sengaja dihilangkan) dari ruang kesadaran manusia modern. Para leluhur kita sangat - setidaknya lebih terkoneksi dengan alam semesta. Mereka lebih terkoneksi dan jauh lebih menyadari hal-hal apa yang terjadi di luar diri mereka. Cuaca, iklim, bahkan siklus semesta. Karenanya mereka juga bisa mengaitkan apa yang terjadi dalam diri mereka dengan apa yang terjadi di alam semesta. Saya yakin dari observasi - pengamatan yang mendalam inilah muncul konsep-konsep seperti Makro Kosmos dan Mikro Kosmos. Manusia modern dengan segala distraksi yang ada justru semakin terdiskoneksi dari diri maupun alam semesta. Hal ini juga yang sepertinya mengalienasi manusia dari kediriannya yang sejati yang sebetulnya adalah bagian tak terpisahkan dari kesemestaaan - mikro maupun makro.

Kembali ke judul tulisan di atas sekilas semesta tampak seperti dalam situasi chaotic, tapi banyak tokoh yang menginterpretasikan perubahan besar ini adalah dinamika semesta untuk kembali ke keseimbangannya. Ada yang mengistilahkan dengan kata-kata purging - yang bisa dimaknai dengan membuang banyak hal yang tidak semestinya terjadi agar dinamika semesta kembali ke kondisi yang lebih baik. Pertanyaan besarnya adalah apa yang akan terjadi dengan kita manusia yang sangat mikro ini di tengah proses yang sedemikian jembar dan intensnya...