AES #7 (klu ga salah) BERSAMA SI RANDOM
tyogo_utomo
Sunday August 8 2021, 10:17 PM

Sudah hampir 2 minggu (ato lebih jangan2) kayaknya aku gak lanjut nulis atomic essay, padahal waktu itu lagi mencoba kembali untuk membangun ritme refleksi harian lewat menulis ini. Hal itu dikarenakan aku kena COVID-19 sebelas hari yang lalu. Aku awalnya berpikir ingin coba sambil nulis tapi merasa got overwhelmed saat mau coba menulis. Aku jadi pilih untuk tidak dulu dan coba bangun lagi ritme tersebut saat sudah lebih baik tubuhnya. Tibalah hari ini, hari kesebelas aku isoman. Hari ini aku sudah lebih tenang dan bisa mengendalikan diri dengan lebih baik. Selain itu stamina juga sudah makin kembali (walau masih agak mudah lelah-lelah). Maka dari itu, aku mencoba untuk mulai lagi menulis atomic essay pada malam hari ini.

Hari ini aku ingin ngomongin sedikit tentang pengalaman aku mengobrol atau bermain bersama orang-orang yang tidak dikenal atau stranger(s) terutama di dunia online. Sudah beberapa kali aku (tidak sering-sering sekali juga) coba mengobrol atau bergabung dengan orang atau orang-orang dalam komunitas publik yang aku tidak kenal sama sekali. Biasanya aku mendapatkan kesempatan untuk mengobrol seperti ini, baik dengan cara texting atau group calling, melalui platform Discord. Ada dua cara yang biasanya aku lakukan. Yang pertama dengan langsung join ke salah satu voice channel yang sedang active, sehingga lebih seperti nimbrung ke ruangan yang berisi orang-orang yang sedang berkumpul di dalamnya (bisa macam-macam peruntukkannya, sesuai dengan fungsi yang sudah ditentukan terlebih dahulu terhadap voice channel tersebut). Cara yang kedua adalah DM atau direct message salah satu orang anggota yang ada di dalam server (group di Discord istilahnya server) publik yang aku ikuti. Biasanya saat lagi ngobrolin suatu hal di group chat server tersebut, lalu tertarik untuk DM personal ke salah satu orang untuk ngobrol lebih jauh.

Ada beberapa pengalaman menarik yang aku rasakan pada saat melakukan hal tersebut. Kemenarikan (eak, maksa) yang pertama menurutku adalah tidak ada latar belakang atau stigma yang menempel pada benak kita terhadap orang yang kita ajak mengobrol. Hal tersebut berpengaruh terhadap bagaimana cara kita berbicara kepada orang tersebut. Tapi menurutku, itu lebih kurasakan sebaliknya, yakni bagaimana cara diriku "diterima" atau kami seperti diperlakukan (dan memperlakukan satu sama lain) dengan "sama" oleh stranger(s) tersebut, karena tidak saling mengenal dan memiliki tujuan yang serupa (misalnya untuk bermain bersama, mendiskusikan hal tertentu, mencari sudut pandang lain, dan sebagainya). Hal menarik yang kedua adalah kita bisa "bertemu" dengan berbagai macam orang dari berbagai macam tempat di dunia ini juga. Kita bisa SEDIKITTT mengenal bagaimana kebiasaan atau budaya atau perbedaan orang dari tempat lain yang "jauh" dari jangkauan sehari-hari kita. Berikutnya, aku juga tertarik karena bisa memperluas wawasan kita terhadap hal baru yang "dipaparkan" oleh orang-orang tersebut.

-OK

You May Also Like