Artikel Eksposisi "Jawa bagian Barat di Masa Pandemi"
Wuli
Thursday December 9 2021, 9:29 AM

Sektor Pariwisata di Jakarta Berjuang di Tengah Badai Pandemi

Tesis

Pada masa awal Covid-19 tersebar di Cina, riset dari Naushad Khan dan Shah Faisal (2020) meneliti dampak Covid-19 terhadap perekonomian Cina melalui kajian pada 15 artikel pada berbagai jurnal dan laporan yang membahas kajian pada tema yang terkait. Dari berbagai sumber yang diteliti tentang situasi Covid-19 di Wuhan tentang lockdown dan dengan proses pembatasan atau menghentikan aktivitas yang melibatkan kontak fisik, ditemukan bahwa Pandemi Covid-19 cenderung berdampak negatif bagi warga di sana.

Dengan kelangsungan Covid-19 dengan penyebarannya dari satu wilayah dan tumbuh besar dengan kasus ke berbagai wilayah (termasuk daratan Tiongkok (Mainland China)), dampaknya berlanjut dengan tidak hanya Cina yang rugi, tetapi negara-negara lain. Selain terdampak dari sisi kesehatan tentunya, negara-negara di dunia juga merasakan dampak kemerosotan ekonomi.

Dengan maraknya wabah Covid-19, berdampak buruk terhadap perekonomian dunia terutama sektor pariwisata dan usaha. Indonesia termasuk negara yang tidak terhindar dari dampak Covid-19 tersebut dan Provinsi DKI Jakarta termasuk satu provinsi di Indonesia yang penanganan Covid-19 sangat disorot oleh nasional. Berbagai regulasi stay at home pemerintah (SBB/PPKM), di mana peraturannya melarang adanya kerumunan, tidak ada penerbangan sehingga membatasi gerak domestik maupun internasional, telah menghasilkan penurunan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dari pariwisata, bidang usaha akomodasi, dan usaha terkait lainnya.

Sebuah survei dilakukan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta 2021 dengan 1.835 sampel responden. Dari jumlah itu, sebanyak 1.429 merupakan responden pekerja, sedangkan 406 responden pelaku usaha. Dari survei yang disebut ditemukan hasil bahwa mayoritas responden mengakui kondisi pandemi Covid-19 memengaruhi usaha pariwisata mereka. Mereka mengalami kerugian drastis sebanyak 73% sehingga mayoritas dari mereka mengalami perubahan penghasilan selama pandemi Covid-19. Penurunan penghasilan mereka sangat banyak, lebih dari 75% dari pendapatan sebelumnya.

"Mewabahnya Covid-19 di Indonesia mengakibatkan banyak pelaku usaha pariwisata menutup usahanya serta pegawai khususnya di sektor pariwisata mengalami PHK atau dirumahkan.⁣ Pemerintah bekerja sama memberlakukan kebijakan mengatasi penyebaran virus di Indonesia dan pemulihan pasca Covid-19," tulis akun Instagram @disparekrafdki.

Argumen

Dari sebelum pandemi Covid-19, usaha dan pariwisata merupakan sektor krusial yang mendasari ekonomi. Menurut data tahun 2019, jumlah wisatawan luar negeri yang datang ke Jakarta 10,43 juta. Hal ini meningkat drastis dari tahun-tahun sebelumnya yang hanya mencapai 4,15 juta saja.  Usaha bidang pariwisata mencakup keseluruhan aktivitas terkait dengan pariwisata yang bersifat multisektor, multidimensi, dan multidisiplin. Undang-Undang No. 10 Tahun 2009 menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan pariwisata merupakan berbagai macam kegiatan wisata dan didukung berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha, Pemerintah, dan Pemerintah Daerah. Sedangkan Usaha Pariwisata adalah usaha yang menyediakan barang dan/atau jasa bagi pemenuhan kebutuhan wisatawan dan penyelenggaraan pariwisata. Menurut pasal 14 ayat (1) UU No. 10 Tahun 2009, usaha pariwisata meliputi antara lain: daya tarik wisata, kawasan pariwisata, jasa transportasi wisata, jasa perjalanan wisata, jasa makanan dan minuman, penyediaan akomodasi, penyelenggaraan kegiatan hiburan dan rekreasi, penyelenggaraan pertemuan, perjalanan insentif, konferensi, dan pameran, jasa informasi pariwisata, jasa konsultan pariwisata, jasa pramuwisata, wisata tirta, dan spa;

(Kementerian Pariwisata, 2015).

Setelah keberadaan kasus-kasus Covid-19 yang mulai bertambah di Indonesia, Jakarta pada akhirnya beradaptasi dengan keterbatasan mobilitas dan kontak fisik yang dilakukan sebagai usaha untuk meminimalisir kasus Covid-19 sebelum kasus di Indonesia memiliki cukup kasus untuk diklasifikasi sebagai pandemi. Mulai dari PPKM level 4, berbagai aktivitas media transportasi seperti bus, kereta-kereta, penerbangan, pekerjaan, dan sekolah-sekolah yang telah terbatas atau dihentikan, karena apabila aktivitas tidak dibatasi, maka kasus akan naik dan pandeminya akan bertahan lebih lama.  Karena itu, masalah perekonomian yang terjadi di Cina terulang di Jakarta. UMKM dan wisata merupakan dua contoh dari berbagai hal yang terdampak dengan Covid-19 karena mayoritas darinya tutup.





Situasi dan adaptasi pariwisata 

Penutupan tempat wisata di Jakarta sejak 14 Maret 2020 seperti Monas, Kota Tua, Taman Margasatwa Ragunan, TMII, Planetarium Taman Ismail Marzuki, Taman Arkeologi Onrust, Museum-Museum (Bahari, Sejarah Jakarta, Prasasti, MH Thamrin, Seni Rupa dan Keramik, Tekstil, Wayang, Joang 45, MACAN, Mandiri, Maritim Indonesia, Sumpah Pemuda, Kebangkitan Nasional, Bank Indonesia), Ancol ,Pantai Ancol, Pulau Seribu, Dufan Dunia Fantasi Atlantis Water Adventures, Ocean Dream Samudra, Sea World, Allianz Ecopark, Setu Babakan, Rumah si Pitung, dan Perpustakaan Nasional otomatis sementara menghilangkan aktivitas layanan dan kunjungan dari wisatawan. Hal tersebut juga terkait dengan beragam aktivitas pendukung dan kegiatan usaha mikro dan kecil yang bisanya melayani warga yang berkunjung di tempat atau destinasi wisata. 

Berbagai upaya dilakukan untuk menyelamatkan pariwisata . Ada tiga fase “penyelamatan” yang dilakukan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf), yaitu Tanggap Darurat, Pemulihan, dan Normalisasi.

Fase Tanggap Darurat berfokus kepada kesehatan, seperti menginisiasi program perlindungan sosial, mendorong kreativitas dan produktivitas saat WFH, melakukan koordinasi krisis pariwisata dengan daerah pariwisata, serta melakukan persiapan pemulihan.

Fase Pemulihan, di mana dilakukan pembukaan secara bertahap tempat wisata di Indonesia. Persiapannya sangat matang, mulai dari penerapan protokol CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety, and Environmental Sustainability) di tempat wisata, serta mendukung optimalisasi kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) di Indonesia.

Normalisasi, yaitu persiapan destinasi dengan protokol CHSE, meningkatkan minat pasar, hingga diskon untuk paket wisata dan MICE. Salah satu program yang telah dilaksanakan adalah Virtual Travel Fair sejak bulan Agustus-September 2020.

Kunci utama bagi pelaku pariwisata untuk bisa bertahan di tengah pandemi adalah memiliki kemampuan adaptasi, inovasi, dan kolaborasi yang baik. Pasalnya, saat ini pelaku masyarakat mulai berubah, dan dibarengi dengan tren pariwisata yang telah bergeser.

 Contoh paling sederhana, sebelum pandemi kita bisa leluasa berlibur ke destinasi wisata di Indonesia maupun luar negeri. Namun, pandemi menyebabkan tren pariwisata berubah, seperti liburan tanpa banyak berhubungan dengan orang lain untuk tetap aman, yaitu staycations.

Karena hotel terdampak akibat pandemi, tentunya sebagai pelaku bisnis perhotelan tidak bisa hanya mengandalkan penginapan saja. Penyedia hotel juga harus mulai beradaptasi agar bisa bertahan, seperti menawarkan WFH (Work From Hotel), hingga dilengkapi dengan sertifikat CHSE dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif agar pengunjung merasa lebih aman saat berlibur.

Liburan tanpa bertemu orang lain mengubah tren layanan paket wisata. Para pelaku industri pariwisata harus mulai menyediakan layanan paket wisata eksklusif atau mini group, agar wisatawan merasa lebih aman dan meminimalisi potensi penularan virus saat berlibur.

Dari sisi destinasi wisata, banyak tempat wisata yang sejak pandemi Covid-19 bahkan terpaksa ditutup karena sepi pengunjung. Untuk itu, pelaku pariwisata harus memanfaatkan inovasi teknologi yang berperan penting dalam mendukung tren pariwisata yang bergeser di tengah pandemi, salah satunya pariwisata virtual untuk liburan online.

Tak kalah pentingnya, pergeseran tren pariwisata di Indonesia juga berdampak pada beberapa bisnis restoran. Untuk bisa bertahan lebih lanjut ke depan, tentunya industri restoran harus sejalan dengan pergeseran perilaku dan kebiasaan konsumen juga. Karena sekitar 70% masyarakat menggunakan layanan makanan online (delivery, take away, dan catering) selama masa pandemi Covid-19, restoran harus menyediakan layanan take away dengan menerapkan layanan contactless.

Bahkan diperkirakan konsep “outdoor dining” akan menjadi sangat populer pasca pandemi. Hal ini dikarenakan masyarakat akan tetap patuh terhadap protokol kesehatan, dan menjaga jarak dengan orang lain dari kontaminasi Covid-19.

Itulah beberapa strategi dalam meningkatkan tren pariwisata Indonesia di tengah pandemi, atau bahkan hingga pandemi berakhir. Dengan strategi ini, diharapkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia bisa bangkit kembali saat pandemi melanda. 




Progress pembukaan kembali hiburan dari level PPKM

Tentunya, semua ini tidak akan berakhir seperti ini selama-lamanya karena adanya vaksin yang menurunkan kasus Covid-19 secara sangat drastis saat vaksinnya telah diumumkan sudah aman untuk digunakkan bagi masyarakat. 

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, mengatakan bahwa pembukaan tempat hiburan seperti karaoke dilakukan secara bertahap meskipun PPKM level 3 sudah punya kelonggaran untuk tempat usaha berfungsi. Ahmad Riza Patria mengatakan “Pembukaan tempat hiburan itu tak bisa serta-merta tetapi ada prosesnya, dan ini membutuhkan tahapan dan waktu”. Riza Patria menyatakan, pada prinsipnya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan berusaha sebaik mungkin dalam pembukaan sektor ekonomi pada usaha di pelaksanaan PPKM level 3. 

Tentunya untuk pelaksanaan ini terwujud, Pandemi belum berakhir dan untuk membantu tidak menularkan Covid-19 ke para wisatawan lain dan harus ada protokol yang dipatuhi saat berada di tempat wisata. Protokol-protokol yang harus diikuti tersebut adalah sebagai berikut:

Pertama,  untuk memastikan diri sehat dan apabila mengalami gejala sakit, disarankan  tetap di rumah dan melakukan pemeriksaan diri ke rumah sakit. 

Kedua, ingat untuk selalu menggunakan masker yang menutupi hidung serta mulut  saat berada di tempat wisata.

Ketiga, diprioritaskan untuk  cuci tangan pakai sabun selama sekitar 20 detik atau jika tidak ada akses untuk cuci tangan, maka gunakan hand sanitizer sebagai substitusi. 

Keempat, hindari penyentuhan area wajah seperti mata, hidung dan mulut. Kelima, tetap jaga jarak minimal 1 meter.

Keenam, ketika tiba di rumah segera ganti pakaian sebelum kontak dengan anggota keluarga. Bersihkan juga ponsel, kacamata, tas, dan barang lainnya dengan cairan disinfektan.


Penegasan ulang

Dari sejak pandemi Covid-19 mulai berdampak di Wuhan, Cina, sampai ke negara-negara lain termasuk indonesia, sektor pariwisata pada waktu PPKM mulai membatasi aktivitas masyarakat sudah mengalami penurunan dengan pendapatan yang hebat hingga tak jarang ada pariwisata yang tutup karena mereka tidak sanggup melanjutkan bisnis di sektor ini. Tetapi dengan situasi Covid-19 yang mulai menurun dengan kasus-kasusnya di Jakarta, pembukaan kembali wisata dapat dinikmati oleh masyarakat dengan syarat untuk mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.

DAFTAR PUSTAKA

  • Judul: Hal-hal penting seputar vaksin Covid-19

Tanggal Tayang: 2021

Waktu diakses:November 5 2021, pukul 18.58.

URL:https://www.unicef.org/indonesia/id/coronavirus/hal-hal-penting-seputar-vaksin-Covid-19

  • Judul: BPS Catat Pertumbuhan Ekonomi DKI Jakarta Melesat 10,91% di Q2-2021

Penulis: Yustinus Paat

Tanggal Tayang: Kamis, 5 Agustus 2021

Waktu diakses: November 6 2021, pukul 16.19.

URL:https://www.beritasatu.com/megapolitan/810219/bps-catat-pertumbuhan-ekonomi-dki-jakarta-melesat-1091-di-q22021

  • Judul: DAMPAK POPULASI DAN MOBILITAS PERKOTAAN TERHADAP PENYEBARAN PANDEMI VID-19 DI JAKARTA

Penulis: Rizki Adriadi Ghiffari

Tanggal Tayang: 27 Juli 2020

Waktu diakses: 6 November 2021, pukul 13.41.

URL:https://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/tgeo/article/view/18622/13931

  • Judul: ANALISIS HUBUNGAN ENJOYMENT, ENTERTAINMENT, EDUCATION, FLOW DAN DESIGN BACKGROUND DALAM VIRTUAL TOURISM SELAMA Covid-19

Penulis: Nur Amalyna Yusrin, Natasya Sugianto.

Tanggal Tayang: 30 Juni 2021

Waktu diakses: November 6 2021, 18:46

URL: https://ejournals.umn.ac.id/index.php/manajemen/article/view/1987

  • Judul: STUDI EKSPLORATIF TENTANG PARIWISATA DI DKI JAKARTA

SEBELUM, SAAT Covid-19, DAN PROYEKSI DI MASA MENDATANG

(STUDI KASUS BIDANG USAHA PERHOTELAN DI DKI JAKARTA)

Penulis:  Astrid Nadya Rizqita.

Tanggal Tayang: 2021

Waktu diakses: 6 November 2021, 19.00 

URL:https://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/57015/1/ASTRID%20NADYA%20RIZQITA-FEB.pdf

  • Judul: Data visualization jakarta Covid-19

Penulis: Ministry of Health of The Republic of Indonesia.

Tanggal Tayang: 2021

Waktu diakses: 7 November 2021, 16.12

URL: https://www.fast-trackcities.org/data-visualization/jakarta-Covid-19

  • Judul: Wagub DKI: pembukaan tempat hiburan secara bertahap

Penulis: Ricky Prayoga.

Tanggal Tayang: Jumat, 24 September 2021

Waktu diakses: 7 November 2021, 16.33

URL:https://www.antaranews.com/berita/2414685/wagub-dki-pembukaan-tempat-hiburan-secara-bertahap

  • Judul: Dukungan Pemerintah Bagi UMKM Agar Pulih di Masa Pandemi

Penulis: .

Tanggal Tayang: 28 April 2021

Waktu diakses: 7 November 2021, 18.35

URL:https://www.ekon.go.id/publikasi/detail/2939/dukungan-pemerintah-bagi-umkm-agar-pulih-di-masa-pandemi

  • Judul: Protokol Kesehatan yang Harus Dipatuhi di Tempat Wisata

Penulis: Gervin Nathaniel Purba.

Tanggal Tayang: 28 November 2020

Waktu diakses: 16 November 2021, 8:47

URL:https://www.medcom.id/nasional/peristiwa/zNPZWJEk-protokol-kesehatan-yang-harus-dipatuhi-di-tempat-wisata

  • Judul: Mengenal Protokol Kesehatan 5 M untuk Cegah Covid-19 

Penulis: dr. Fadhli Rizal Makarim.

Tanggal Tayang: 27 September 2021

Waktu diakses: 7 November 2021, 9.18

URL:https://www.halodoc.com/artikel/mengenal-protokol-kesehatan-5m-untuk-cegah-Covid-19

  • Judul: Tren Pariwisata Indonesia di Tengah Pandemi

Penulis: Kemenparekraf/Baparekraf RI.

Tanggal Tayang: 18 Agustus 2021

Waktu diakses: 7 November 2021, 9.36

URL:https://kemenparekraf.go.id/ragam-pariwisata/Tren-Pariwisata-Indonesia-di-Tengah-Pandemi

  • Judul:Pendapatan Pengusaha Pariwisata di Jakarta Menurun Sampai 75 Persen Selama Pandemi Covid-19

Penulis: Komarudin.

Tanggal Tayang: 10 Jun 2021

Waktu diakses: 7 November 2021, 9.49

URL:https://www.liputan6.com/lifestyle/read/4577943/pendapatan-pengusaha-pariwisata-di-jakarta-menurun-sampai-75-persen-selama-pandemi-Covid-19

#Kelompok Jamuran #artikel