AES 138 Connecting The Dots (2)
joefelus
Friday October 8 2021, 9:33 PM
AES 138 Connecting The Dots (2)

Saya duduk di kedai kopi sesudah pulang berenang dan menunggu watu bertemu dengan dokter mata. Sudah waktunya untuk check tahunan dan memang kaca mata saya sudah mulai menggangu, jadi mungkin sudah saatnya melirik yang baru dengan ukuran baru jika dokter memang menganjurkan. Saya ijin bolos kerja selama 3.5 jam!

Sambil duduk di depan komputer sesudah mengerjakan beberapa tugas, yang seharusnya tidak saya kerjakan karena status saat ini tidak bekerja, tapi saya harus kerjakan juga karena kalau tidak, salah satu unit produksi tidak akan mendapat bahan baku hari Senin nanti. Eniwei, sambil duduk menunggu saya kembali melanjutkan renungan saya tentang connecting the dots.

Sangat logis apa yang dikatakan Steve Jobs bahwa jika kita ingin melihat arah hidup kita di masa yang akan datang yaitu dengan melihat kembali titik-titik kehidupan yang sudah kita lalui di masa lampau. Kita sama sekali tidak bisa menghubungkan titik-titik di masa depan, karena jelas sekali, bahwa titik-titik itu belum ada. Yang harus kita lakukan adalah menghubungkan titik-titik di masa lampau, lalu dengan merefleksikannya kita bisa "menerawang" titik selanjutnya yang akan kita lalui! Bagaimana cara mengetahui langkah selanjutnya dalam kehidupan kita? Almarhum Steve Jobs mengatakan yang dia lakukan adalah dengan mendengarkan suara hati, takdir, karma kehidupan dan sebagainya. Pada dasarnya setiap orang mempunyai cara sendiri.

Sebuah kalimat yang sangat terkenal, entah siapa yang pertama kali mengatakannya, "everything happens for a reason!". Silakan menelusuri kembali hidup kita. Titik-titik tertentu dalam kehidupan, jika direnungkan dalam-dalam, akan membuktikan bahwa kalimat itu benar adanya. Rasionalisasi tentang sebab akibat dari sekian banyak pengalaman kita yang sudah dilalui seakan-akan mudah untuk dikait-kaitkan. Masalahnya, bagaimana mengkaitkan semua itu dengan titik berikutnya yang akan kita jalani? bagaimana kita memilih langkah berikutnya? Yang Steve Jobs katakan rasanya sangat simpel, sederhana, tapi apakah semudah membacanya? Saya masih membutuhkan waktu untuk merenung dan mudah-mudahan bisa dituliskan di esai berikutnya.