Dampak Pandemi Terhadap Kemampuan Belajar dan Sosialisasi Remaja
yasmin
Wednesday September 8 2021, 6:47 PM

Setelah berita Covid-19 sudah masuk ke Indonesia, sekolah diliburkan selama 2 Minggu, namun ternyata kasus Covid-19 masih terus bertambah, sehingga pemerintah memutuskan untuk melakukan sekolah daring dan masih berjalan hingga saat ini. Selama pembelajaran daring ini kita belajar hanya lewat layar tanpa bertatap muka. Semakin lama kita tidak bertemu dengan orang baru, pastinya kita akan kurang bersosialisasi secara langsung dan pembelajarannya pun bisa jadi menjadi kurang optimal. Dengan adanya pandemi ini apakah sosialisasi kita semakin berkurang atau malah semakin bertambah? Jika iya, bagaimana cara kita meningkatkan sosialisasi yang sudah kurang di masa pandemi ini?

Nah Blog ini ditulis bertujuan untuk menggali informasi tentang pertanyaan diatas, bagaimana sih dampak pandemi bagi kegiatan sosialisasi dan belajar remaja? Berikut ini adalah hasil riset dan pendapat dari beberapa remaja tentang hal tersebut!

Pembelajaran Daring dan Sosialisasi di Masa Pandemi







                                                                                                                                   

                                                                                                                                                                    

                                             Sumber Gambar: Garisatu.com

Pembelajaran daring masih terus dilakukan hingga saat ini, yang artinya selama hampir 2 tahun kita belajar hanya melalui layar. Kondisi pandemi ini sangat berpengaruh pada kemampuan belajar dan sosialisasi para anak sekolah. Berdasarkan sumber yang saya baca, kita selama pembelajaran di rumah menjadi lebih mudah kelelahan. Namun itu juga hal yang wajar loh!

"Bila Anda merasakan kelelahan sosial (social exhaustion) pada saat ini, ingat bahwa itu sesuatu yang normal," jelas psikolog dan konsultan kesejahteraan Lee Chambers MSc MBPsS, seperti dilansir Metro. Sumber: https://www.republika.co.id/berita/qspkfj368

Semakin lama kita di rumah, semakin jarang juga kita bertemu orang baru, dan menjadi terbiasa dengan kondisi seperti ini. Situasi pandemi seperti ini bisa memicu kemampuan bersosialisasi menjadi lebih kaku. Namun walaupun begitu, selama kita berdiam dirumah kita juga masih bisa bersosialisasi dengan banyak cara. Kita bisa bersosialisasi lewat Video Call atau Telepon, cara ini pasti sudah banyak dilakukan sebelum maupun saat adanya pandemi ini. Kemudian cara lain yang mungkin sudah banyak dilakukan oleh anak-anak muda yaitu bisa dengan bermain game online bersama, dengan ini kita bisa melakukan sosialisasi dengan menyenangkan dan mungkin saja bisa bertemu teman baru. Masih ada banyak cara kan untuk bersosialisasi? Jadi kita juga sebetulnya masih bisa bersosialisasi di kondisi seperti ini walaupun mungkin terasa lebih sulit dan kurang menyenangkan.

Pendapat Remaja dan Orangtua

Selain melakukan riset, saya juga melakukan wawancara kepada beberapa remaja. Berdasarkan hasil wawancara, remaja tersebut mengatakan kalau selama pandemi ini berlangsung kemampuan sosialisasi mereka jadi berkurang dan mereka merasa bersosialisasi secara langsung dengan lewat layar itu terasa sangat berbeda “Kurang in touch, jadi kurang berasa ngobrol nya kalau online”, ujar salah satu remaja. “Kalau online jadi lebih mudah salah paham juga”, tambah remaja lainnya. 

Mereka mengatakan selama berkegiatan online, mereka banyak menggunakan aplikasi salah satunya Zoom, sebagai media belajar mereka. Mereka juga banyak menggunakan aplikasi yang banyak digunakan anak muda pada umumnya, seperti Instagram, Twitter, Whatsapp, Tiktok dan aplikasi lainnya yang biasanya mereka gunakan untuk bersosialisasi. 

Di akhir wawancara, mereka memberikan tips belajar dan sosialisasi juga nih, salah satu remaja mengatakan bahwa setiap belajar pasti akan mematikan gadget atau disimpan ditempat yang jauh dari tempat dia belajar, katanya supaya lebih fokus. Selain itu dia bilang bahwa “Kalau ada tugas jangan ditunda-tunda, supaya tidak keteteran”, katanya. 

Nah setelah tahu bagaimana pendapat para remaja, saya juga penasaran dengan bagaimana pendapat orangtua melihat cara belajar anaknya saat ini di kondisi seperti ini. Pendapatnya adalah orangtua merasa selama kegiatan online ini sosialisasi anaknya menjadi banyak berkurang, jadi jarang keluar dan hanya tau kondisi luar itu dari internet atau berita saja. Selain membahas tentang sosialisasi, saya meminta pendapatnya tentang pembelajaran online ini, “Menurut saya tidak efektif, karena melihat anak-anak untuk memahami pelajaran juga agak sulit, dan mengerjakan proyeknya juga terbatas”, begitu menurut pendapatnya. 

Setelah tahu beberapa pendapat dari remaja, orangtua, dan beberapa sumber dari internet, akhirnya kita tahu bahwa situasi pandemi ini cukup berpengaruh pada pembelajaran dan sosialisasi kita, terutama yang bersekolah. Namun ternyata masih ada juga cara-cara supaya bisa belajar dan bersosialisasi dengan baik. Jadi tetap semangat ya selama kalian belajar dirumah!


Daftar Pustaka

Adysha, Citra Ramadhani & Dwi, Murdaningsih. Jumat 7 Mei 2021. https://www.republika.co.id/berita/qspkfj368/. Dibaca Pada Agustus 2021

Sri Harnani, S.Pd. Selasa 7 Juli 2020.  https://bdkjakarta.kemenag.go.id/. Dibaca Pada Agustus 2021

https://www.pikiran-rakyat.com/gaya-hidup/pr-01882115/. Dibaca Pada 2 September 2021

Nadine, Nabilah, Vira (Remaja 14 Tahun) Wawancara Pribadi pada 24 Agustus 2021.

Eva Yuliana (44 Tahun) Wawancara Pribadi pada 27 Agustus 2021.

braja
@braja   5 years ago
halo yas, gambarnya gak muncul. bisa coba di upload ulang gambarnya? bisa pilih embed local media (tombolnya sebelah add smiley)
You May Also Like