AES 49 Connecting People
joefelus
Saturday July 10 2021, 3:03 AM
AES 49 Connecting People

(Repost from Ning)

Namanya juga musim Panas, sehinga akhir-akhir ini memang panas sekali, bahkan pembawa berita cuaca mengatakan suhu hari ini sebagai record breaking untuk tanggal yang sama dari bertahun-tahun yang lalu. Hari ini suhunya akan mencapai 41*C.

Anyway, saya bukan mau ngobrol soal panasnya hari ini. Saya tiba-tiba ingin omong kosong dan ngobrol bahwa jaman sekarang manusia terkoneksi satu-sama lain dengan banyak alasan. Apalagi di jaman pandemik ini, manusia lebih banyak berhubungan secara virtual. Duh covid! Baru aja saya mendapat berita duka lagi, ibu dari teman saya yang meninggal kemarin, hari ini menyusul putranya. Ya Tuhan, semoga semua ini segera lewat!

Balik ke topik! Kak Ine beberapa saat yang lalu mengungkapkan ketertarikan soal makanan yang sederhana yang digambarkan dalam film seri Jepang, Midnight Diner: Tokyo Story. Saya penasaran lalu mulai menonton karena kebetulan ada di Netflix. Film ini menarik karena menggambarkan bagaimana setiap karakter yang terlibat dalam cerita terkoneksi satu sama lain karena mereka pergi ke 1 warung makan yang buka dari jam 12 tengah malam hingga pukul 7 pagi. Pemilik warung yang dipanggil Master, menjadi pusat semua interaksi yang terjadi di warung itu. Puluhan cerita terungkap di warung tersebut. Jadi ingat warung ibu Sum di Smipa. Dulu ketika sering nongrong di sana, banyak cerita yang bisa diungkapkan dari kebersamaan di sana. Secara fisik terkoneksi dalam bentuk obrolan, diskusi atau hanya sekedar makan bala-bala bersama.

Nah manusia di seluruh dunia juga terkoneksi di jaman sekarang secara virtual. Entah karena kebutuhan atau ketertarikan yang sama, atau alasan-alasan lainnya. Banyak group virtual terbentuk walau secara pribadi tidak saling mengenal, tetapi karena misalnya kebutuhannya sama, maka mereka menjadi sebuah kelompok yang terkoneksi satu sama lain.

Saya pernah dan masih tergabung dalam sebuah kelompok yang cinta akan makanan dan memasak. Dari sama sekali tidak saling kenal akhirnya kami saling bertemu. Ada yang dari Asia, Eropa dan Amerika. Dari saling berbagi resep hingga saling berbagi cerita pengalaman dan masalah keluarga. Dari yang hanya berhubungan secara virtual, akhir berjumpa secara fisik, kopdar!

Intinya, makluk hidup itu saling terkoneksi dengan alasan masing-masing jadi seperti sebuah koloni, seperti misalnya kalau anda tahu, koloni pohon Aspen di Utah, adalah koloni yang terbesar. Ada 48000 pohon yang terkait satu sama lain meliputi sekitar 106 acres atau 43 hektar. Nah ini koloni pohon terbesar di dunia. Sekarang bayangkan koloni manusia yang terkoneksi satu sama lain melalui internet dan sosial media! Milyaran meliputi hampir semua benua. Luar biasa khan? Sekali lagi ini cuma omong kosong sekenanya karena ide sedang kacau dan mengalihkan perhatian dari berita pandemik***