Pantai Parangtritis adalah pantai wisata di pesisir selatan Jawa di Kabupaten Bantul dalam provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Terdapat jalan menuju kawasan yang berjarak sekitar 30 km arah selatan Kota Yogyakarta. Pantai ini terletak di sebelah selatan Pantai Parangkusumo yang juga menjadi andalan pariwisata di Kabupaten Bantul. Pantai Parangtritis telah menjadi ikon pariwisata di Yogyakarta karena pantai ini merupakan tujuan wisata favorit di Yogyakarta.
Pantai Parangtritis sering dikunjungi oleh wisatawan siapapun. Kerumunan yang cukup besar, terutama wisatawan lokal mengunjungi Parangtritis selama akhir pekan dan hari libur. Bus wisata yang lebih besar serta berbagai jenis minibus yang lebih murah melayani rute ke pantai dari Yogyakarta. Ada fasilitas wisata lokal di Parangtritis termasuk pengaturan parkir, hotel sederhana yang menyediakan tempat bagi pengunjung untuk berganti pakaian dan mandi, dan restoran kecil. Seringkali kuda poni kecil atau kereta kuda dapat disewa untuk naik di sepanjang pantai. Wisatawan juga mengunjungi beberapa gua dan mata air yang beragam di tebing dan bukit dekat Parangtritis, seperti Gua Tapan dan Mata Air Beji yang jaraknya cukup dekat dengan pantai. Sayangnya, pantai ini ditutup selama PPKM.
Meski garis pantai selatan terbentang dari ujung barat hingga ujung timur Pulau Jawa, namun Pantai Parangtritis menjadi pantai paling banyak menyimpan kisah mistis dibandingkan pantai lainnya. Parangtritis terkadang dikatakan sebagai tempat bertemunya Nyi Roro Kidul yang legendaris. Kedudukan Nyi Roro Kidul sebagai Ratu-Lelembut tanah Jawa menjadi motif populer dalam cerita rakyat dan mitologi, selain juga dihubungkan dengan kecantikan putri-putri Sunda. Nyi Roro Kidul adalah Karena kesukaan Nyi Roro Kidul dengan warna hijau itulah, maka berkembang mitos kalau kita dilarang menggunakan pakaian berwarna hijau saat mengunjungi Pantai Selatan. Alasannya? Nyi Roro Kidul akan suka kepada mereka yang berpakaian warna hijau dan akan mengambil orang tersebut untuk dijadikan abdi atau pengikutnya. Atas dasar itulah banyak kasus orang hilang di Pantai Selatan selalu dikaitkan dengan mitos tersebut.
Terlepas dari mitos, Pantai Parangtritis tetap menjadi primadona pariwisata di DIY. Wisatawan datang silih berganti, baik lokal maupun luar daerah, dan bahkan mancanegara. Terlebih saat akhir pekan tiba. Ribuan orang memadati sepanjang Pantai Parangtritis, dengan beragam aktivitas seperti mandi di laut, basah-basahan menghadang ombak, bermain pasir, bermain layang-layang, swafoto, atau sekadar berdiri memandangi indahnya pemandangan alam sore. Untuk urusan makan dan oleh-oleh, para pelaku wisata di Pantai Parangtritis menawarkan bermacam-macam kuliner seafood, dan kelapa muda, serta pernak-pernik souvenir yang sangat mudah ditemukan di sepanjang pantai. Para fotografer keliling pun siap melayani turis yang ingin mengabadikan momen mereka. Parangtritis sering menjadi tempat perayaan berbagai acara tahunan, seperti pada malam tahun baru. Pada saat-saat tersebut, Parangtritis akan dipadati oleh ribuan orang yang mengikuti rangkaian acara hingga larut malam. Setelah acara selesai kepadatan pun beralih ke Jalan Parangtritis, dipenuhi oleh para pengunjung yang ingin pulang ke rumah masing-masing. Suasana jalan pun menjadi agak rumit, ramai, dan penuh dengan pengendara yang kurang berkonsentrasi akibat kelelahan. Dampaknya, kemungkinan kecelakaan meningkat tajam, apalagi di beberapa lokasi dengan kondisi penerangan yang terbatas.
Parangtritis merupakan objek wisata yang cukup terkenal di Yogyakarta. Parangtritis mempunyai keunikan pemandangan yang tidak terdapat pada objek wisata lainnya yaitu selain ombak yang besar juga adanya gunung-gunung pasir di sekitar pantai, yang biasa disebut gumuk. Gumuk pasir di pantai Parangtritis merupakan satu-satunya di Asia Tenggara. Pantai Parangtritis merupakan pantai yang indah, di mana pasir pantainya sangat lembut, cocok digunakan untuk bermain pasir dan berbaring menikmati sinar matahari pagi. Dengan airnya yang berwarna biru jernih. Selain itu di Parangtritis ada juga motor ATV, kereta kuda dan kuda yang dapat disewa untuk menyusuri pantai dari Timur ke Barat. Objek wisata ini sudah dikelola oleh pihak Pemkab Bantul dengan cukup baik, mulai dari fasilitas penginapan maupun pasar yang menjajakan souvenir khas Parangtritis. Karena pandemi, Parangtritis sempat ditutup untuk sementara. Namun sekarang perlahan sudah diperbolehkan untuk mengunjungi pantai tersebut. Pantai ini sangat direkomendasikan untuk liburan asalkan masih mengikuti prokes juga aturan yang tersedia di tempat tersebut.
Terimakasih sudah membaca :D