Ekspedisi Babakan Lama
Charma
Friday November 3 2023, 10:59 AM
Ekspedisi Babakan Lama

Selama 5 hari di Kampung Adat Babakan Lama, rasanya lumayan aneh karena sangat berbeda dari kota, tapi banyak momen serunya juga. Untungnya masih ada yang lancar berbahasa Indonesia, jadi pas tanya-tanya lebih gampang. Aku tidak menyesal ikut karena banyak cerita dan pengalaman baru.

Soal perjalanan menuju sana… sangat unik ya. Dalam 1 kali perjalanan totalnya 9 jam, 2 kali ganti bus dan terakhirnya kami naik semacam angkot tapi versi premiumnya. Dari luar terlihat seperti angkot, tapi dalamnya pakai kursi kulit dan layoutnya seperti mobil travel. Sebenarnya seru-seru aja sih, di bus kami karaoke-an dan bisa tidur lama. Tapi itu 9 jam full duduk jadi agak mati rasa badannya. Begitu sampai di lokasi, aku langsung cepat-cepat turun dan melihat-lihat sekitar.

Ternyata kehidupan di sana jauh lebih santai dari yang aku bayangkan, bahkan aku merasa lebih produktif saat di rumah sendiri. Aku bisa bangun jam 6, terus langsung sarapan, mandi, ikut orangtua berkegiatan, dan kalau tidak ada kegiatan lagi ya tidur-tiduran aja. Tapi setiap ada kesempatan bertemu narasumber, aku langsung memanfaatkannya untuk bertanya agar aku dapat banyak informasi baru soal kampung adat.

Rumahku di sana untungnya dekat dengan rumah Abah dan pendopo tempat kami berkumpul. Kamar mandinya pun cukup baik dan jadinya banyak yang suka ikut mandi di sana. Aku kira di sana tidurnya hanya di atas karpet, tapi ternyata disediakan kasur bulu yang tebal, SENENG BANGET.

Kami berkenalan dengan beberapa warga di sana, bahkan mengajaknya main bersama dan bertukar instagram. Aku paling suka ketika semua kegiatan sudah beres dan kami semua berkumpul di 1 rumah untuk main/ngobrol. Di malam hari juga seperti itu, kami bebas mau melakukan apa saja. Ada yang ikut ronda, membuat kerajinan tangan, main kartu, dll.

Di hari terakhir ketika sudah waktunya untuk pulang, banyak warga sana yang menangis. Aku kaget sih karena ternyata mereka sepeduli itu dengan kami. Mungkin selain bikin susah kami juga membawa kebahagiaan yaa, dari yang tadinya sepi jadi ramai. Aku belum pernah sesedih ini saat pulang dari perjalanan, mungkin karena kami harus meninggalkan orang-orang di sana.