AES 643 Menggambarkan Keindahan
joefelus
Sunday February 26 2023, 12:00 AM
AES 643 Menggambarkan Keindahan

Pernah berpikir bagaimana menggambarkan sesuatu dengan kata-kata sesuai dengan yang kita rasakan? Pernahkah mencoba mengambarkan sesuatu yang begitu indah lalu kehilangan kata-kata, atau bahkan kemudian kecewa karena kata-kata tidak mampu menggambarkan yang kita lihat? Itu saya alami selama sekian lama. Kemampuan saya untuk menggambarkan keindahan sepertinya tidak pernah berkembang.

Seperti misalnya minggu lalu saya berdiri di tepi pantai yang penuh dengan batu karang di antara teduhnya pepohonan. Saya memandang ombak yang terbentuk dari kejauhan makin lama makin tinggi lalu pecah membentuk sebuah pemandangan yang sangat indah bergulung-gulung, berbuih dan memantulkan cahaya matahari, berpendar seperti kristal. Nah bagaimana mengambarkan apa yang saya lihat itu dengan kata-kata yang dapat menularkan rasa kagum yang saya miliki? Mata memandang terlalu banyak hal yang sangat menakjubkan sementara kata-kata begitu terbatas untuk mengungkapkannya.

Saya ingat pada suatu waktu begitu putus asa ingin menggambarkan pemandangan yang saya saksikan di malam hari. Pada saat itu saya duduk di teras apartemen di lantai 14 yang langsung memandang ke arah samudra pasifik. Saat itu bulan begitu terang dan berada begitu dekat dengan permukaan air sehingga memberikan pantulan cahaya yang panjang ke arah pantai. Lalu ada sebuah kapal bergerak dengan lampu-lampu yang saya pandang dari jauh kecil-kecil berkelap kelip karena entah terdistorsi apa, sebab sebetulnya lampu-lampu itu tidak hidup dan mati seperti lampu natal, mungkin karena jauh dan ada ombak jadi pandangan saya terganggu. Nah kapal itu bergerak melewati bulan yang saya pandang dan memotong refleksi cahaya bulan di air. Kapal terlihat seperti silhouette yang sangat indah. Saya tidak mampu menggambarkannya. Kejadian itu sudah terjadi belasan tahun yang lalu. Hingga sekarang saya masih terus sulit menggambarkan keindahan.

Ketika kita berbicara soal keindahan atau kecantikan, kita bisa saja berbicara tentang kualitas seseorang atau pemandangan yang secara visual menarik hati. Kita juga bisa saja berbicara tentang bagaimana penampilan sesuatu dimata kita atau sesuatu yang begitu menggugah selera untuk kita rasakan. Kita sebetulnya bisa saja menggambarkan dari penampilan, penampakan, gaya bicara, cara melangkah jika kita ingin menggambarkan betapa indahnya sosok seorang manusia. Kita bisa menggambarkan perasaan kita menyaksikan sesuatu yang indah. Teorinya begitu, bukan? Tapi bagaimana caranya? Saya sudah mencoba selama bertahun-tahun dan sampai sekarang sepertinya tidak terlihat ada kemajuan. Kalau tidak, saya bisa menunjukkan bukti ada 51 draft tulisan saya yang mandeg karena tidak bisa menyelesaikan karena terlanjur kecewa tidak mampu meneruskan karena keterbatasan yang saya miliki hahaha..

Sama seperti melihat sebuah pemandangan indah. Misalkan saja bulan. Selama sekian kali saya dapat menyaksikan dengan mata saya sendiri terang bulan yang begitu besar. Belum pernah saya melihat bulan purnama raksasa hingga tinggal di Fort Collins. Mungkin karena ketinggian di atas permukaan laut yang lumayan, sehingga saya lebih "dekat" sekian meter dengan bulan sehingga bisa menyaksikan besarnya bulan yang tidak bisa saya nikmati di tempat lain. Nah saya coba mengabadikan dengan kamera, saya sangat kecewa karena ternyata kamera tidak dapat menangkap pemandangan itu seperti mata saya dapat menyaksikannya. Itu saya maklumi karena sehebat-hebatnya teknologi masih kalah dengan kemampuan mata kita. Nah mungkin demikian juga dengan berusaha memaparkan keindahan dengan kata-kata. Yang kita rasakan dan kita saksikan tidak bisa saya gambarkan dengan kata-kata karena kemampuan yang terbatas.

Terus terang saya masih penasaran. Keinginan saya bercerita membagikan kekaguman akan sebuah keindahan begitu menggebu-gebu, tapi saya tidak mampu. Lebih parah lagi ketika saya mengabadikan dengan kamera, seperti saya katakan barusan, kamera tidak mampu menangkapnya. Kenyataan jauh lebih indah daripada yang bisa dijelaskan ole kata-kata maupun kamera. Bukankah ini menjadi sesuatu yang membuat frustrasi? Saya berusaha berpikir positif, ini bukan hal yang membuat frustrasi, tapi sebagai bentuk tantangan. Kembali saya bertanya, bagaimana menjelaskan keindahan?

Saya akan coba dengan bercerita tentang keindahan pagi yang saya alami hari ini menjelang akhir musim dingin. Ini hanya sekedar latihan. Kita lihat apakah saya bisa berhasil atau tidak.

Pantulan sinar matahari begitu menyilaukan ketika saya membuka pintu. Sisa-sisa salju karena badai beberapa hari lalu masih banyak berserakan memberikan pantulan sinar matahari yang membutakan, sebagian sudah meleleh lalu karena suhu yang sangat dingin menciptakan genangan yang membeku. Sangat berbahaya jika diinjak karena kita dapat dengan mudah terpeleset dan jatuh terjerembab. Saya berusaha melangkah dengan hati-hati, merapatkan jaket tebal karena suhu masih dibawah nol derajat. Dingin!

Pepohonan masih gundul, hanya evergreen seperti pohon-pohon cemara yang dengan bangga seolah-olah membusungkan dada memamerkan kehijauaannya. Ya, mereka begitu bangga karena tidak ada musim yang mampu mengubah mereka. Tidak seperti pepohonan lain yang merontokkan daun-daunnya tanpa mampu melawan lalu mereka tidur beristirahat selama berbulan-bulan dalam cuaca yang dingin membeku. Baru di awal musim semi mereka akan kembali mampu memamerkan keindahannya dengan memunculkan tunas-tunas baru yang hijau serta bunga-bunga yang kemudian akan dikagumi oleh burung-burung yang ramai bernyanyi atau serangga yang terbuai keindahan warna-warni serta keharuman yang ditawarkan. Kehidupan baru, keindahan baru tercipta dengan harmoni alam yang luar biasa.

Tiba di kendaraan, saya perhatikan roda-roda terbenam dalam salju yang dingin. Ada bekas salju meleleh dari sisi-sisi kendaraan lalu membentuk kristal es yang meruncing seperti stalaktit di gua-gua. Itu pemandangan yang biasa dijumpai di musim dingin. Di atap kendaraan masih ada bekas bekas salju. Jika saya perhatikan kaca depan dan belakang serta jendela, banyak serpihan es yang sebetulnya jika dilihat secara dekat begitu indah, persis seperti hiasan snow flakes dari kertas warna-warni di saat natal. Pola snow flakes itu serupa tapi katanya tidak ada satupun yang sama. Itu terbentuk dari uap air yang kemudian memadat lalu membetuk cabang-cabang kristal ke berbagai arah. Alam memang mempunyai cara tersendiri utuk menunjukkan keindahannya.

Dingin yang saya rasakan tidak hanya di luar ruangan, ketika duduk di dalam kendaraan juga begitu. Uap dari udara yang saya hembuskan melalui hidung atau ketika berbicara bertebaran diudara, butuh beberapa waktu hingga menghilang dan kehangatan di dalam kendaraan mulai terbangun ketika mesin dan pemanas dihidupkan. Sementara itu saya masih membutuhkan kaus tangan ketika berkendara karena roda kemudi masih sangat dingin. Saya harus mencoba rem juga. Kemarin di perempatan rem tidak berfungsi dengan sempurna, sensor jalanan licin menyala karena cengkraman roda ke jalanan tidak berfungsi maksimal, artinya walau rem sudah diinjak, kendaraan masih meluncur. Itu sangat berbahaya. Untungnya semua orang sudah mengetahui ini. Di setiap perempatan semua orang memberi waktu pada mereka yang harus berhenti, menunggu hingga semua kendaraan benar-benar berhenti sebelum mulai meluncur. Saya pernah mengalami ketika kendaraan saya baru benar-benar berhenti di tengah perempatan, ketika menoleh ke segala penjuru saya lihat semua pengemudi tersenyum memberi maaf bahkan ada yang tertawa melihat saya yang kikuk karena malu serta merasa bersalah. Tidak ada bunyi klakson, semua orang memaklumi dan tahu bahwa ini dapat saja terjadi pada semua orang. Sejak saat itu saya tahu dan berusaha menginjak rem jauh-jauh perlahan-lahan sehingga saya dapat berhenti sebelum garis akhir di perempatan.

Hmm... sulit ternyata bercerita tentang kendahan. Saya harus terus belajar.

innocentiaine
@innocentiaine   3 years ago
tulisan pak Joe itu jelas dan khas.. enak dibaca apalagi kalau menulis cerita.. kalo indahnya relatif pak.
mungkin lebih sulit mengendara di jalan bersalju :D
joefelus
@joefelus   3 years ago
Terima kasih Kak. Mungkin harus lebih banyak lagi membaca biar semakin banyak belajar dan bertambah wawasan ya.. Mau saya jadikan komitmen tahun ini ah :)