Pernahkah teman-teman bertanya-tanya tentang berapa persen manusia berusaha mengejar mimpi dalam hidupnya? Katanya sih 98 persen manusia menjalani hidup dalam upaya mengejar mimpinya. Seperti banyak slogan-slogan yang mendorong kita untuk melakukan itu, "Follow your dream!" Keren sekali. Bahkan banyak sekali cerita tentang konflik dalam keluarga terjadi karena misalnya anaknya berusaha mengejar mimpinya tapi orang tua tidak setuju. Nah lalu berapa banyak orang yang berhasil mengejar mimpinya? Jangan kaget jika katanya 95% dari mereka yang berusaha mengejar mimpinya tidak berhasil. Itu buat saya menimbulkan pertanyaan, jadi untuk apa kita sibuk seumur hidup berusaha mengejar mimpi? Angka-angka itu membuktikan bahwa mayoritas dari kita gagal! Cerita di film-film yang memunculkan keberhasilan seorang anak mengejar mimpi sesudah mengalami konflik dengan orang tua kemungkinan besar hanya terjadi pada segelintir orang, kenyataannya hampir semuanya gagal.
Obrolan saya kali ini sebetulnya hanya iseng. Semalam saya memang bermimpi dan pagi ini sambil ngopi dan menunggu waktu berangkat kerja saya iseng-iseng membuka laman-laman tentang mimpi lalu muncul diskusi tentang mengejar mimpi.
Berbicara tentang mimpi adalah membicrakan tantang hasrat atau keinginan yang terdalam. Harus diingat bahwa mimpi itu juga ada batasannya. Kita bisa saja bermimpi setinggi langit tapi kita harus terus berpijak dalam kenyataan. Seperti saya misalnya mempunyai mimpi yang sangat konyol dan saya yakin tidak akan pernah dapat mewujudkannya. Saya memimpikan itu hanya sekedar untuk seru-seruan saja. Saya mimpi mempunyai rumah di salah satu pulau di Pacific North West dan memiliki sebuah perahu. Atau bermimpi keliling dunia menikmati berbagai ragam sajian kuliner manca negara. Itu semua saya impikan karena memang pada dasarnya saya sangat menikmati berbagai ragam makanan dari banyak tempat dan memberikan ide tentang betapa serunya jika saya dapat menimati makanan-makanan itu di tempat asalnya. Lalu saya juga mencintai kehidupan yang damai di daerah pemukiman yang luas dan berhutan serta dekat dengan laut. Tempat yang sangat indah dan pernah saya kunjungi adalah di sekitar Pacific North West, daerah dekat Seattle yang berbatasan dengan Canada. Bermimpi bagi saya sekonyol apapun sah-sah saja selama kita terus dapat berpijak pada kenyataan.
Mimpi bagi saya juga merupakan misteri. Apakah mimpi ketika kita tertidur juga merupakan gambaran dari hasrat kita yang paling dalam? Ada banyak tafsir mimpi, yang saya baca hari ini adalah saya memiliki kekhawatiran akan kehilangan hal-hal yang sentimental. Banyak hal-hal personal yang sangat berharga yang harus saya lepaskan. Dalam hati lalu saya mulai merenung, kok bisa-bisanya ya penulis atau siapapun dia itu mengungkapkan hal-hal semacam ini? Tapi jika direnungkan dalam-dalam, memang ada benarnya juga. Akhir-akhir ini memang saya dalam kondisi yang sangat sentimental dalam banyak hal. Saya akan segera memasuki fase perubahan yang sangat besar dalam hidup dan bahkan hingga saat ini saya sedang berusaha menyesuaikan diri dan itu sama sekali tidak mudah. Seperti saat ini ketika saya sudah tiba di kantor dan harus mengerjakan menu untuk musim gugur dimana hari pertama menu itu mulai pada tanggal 11 Agustus. Setiap kali saya memasukkan menu baru di hari-hari berikutnya secara otomatis seperti dada saya tertikam karena saya tahu pada saat itu saya akan sudah berada di belahan dunia lain. Memang menyenangkan jika mengingat pekerjaan saya saat ini akan dinikmati orang lain, tapi ya seperti yang saya katakan barusan, saya sudah mulai mengalami sentimental loss.
Foto credit; https://medium.com/@renaew/on-mourning-on-grieving-bb11bc405970