Halo, sudah lama sekali aku tidak menulis di Ririungan. Kalau tidak salah terakhir kali aku menulis itu tentang kondisi Indonesia tahun lalu saat kacau, banyak demo dimana-mana, intinya kacau deh. Sayang sekali aku akan jarang menulis sekarang, karena jadwalku semakin padat semakin bertambah usia, huhu.
Ok mari kita masuk ke topik sesuai judul, seperti yang kalian baca di judul, “Hirayama-san” adalah sebuah nama, Tuan Hirayama. Hari ini aku menonton film unik dan menenangkan berjudul “Perfect Days”, berdurasi 2 jam-an, menceritakan kehidupan seorang laki-laki yang bekerja sebagai pembersih toilet umum di Jepang. Nama laki-laki itu adalah Hirayama. Film ini sangat membuat diriku untuk memperhatikan aktivitas Tuan Hirayama sehari-hari, muladi dari berangkat kerja menggunakan mobil biru tua kecil, berhenti di taman ke taman untuk membersihkan toilet, siang kembali ke rumah, lalu pergi lagi pakai sepeda untuk Onsen (berendam air panas), makan malam, lalu pulang kerumah, dan baca buku sebelum tidur. Kalau aku tebak, dia melakukan semua hal itu setiap hari Senin sampai Sabtu, shift jam subuh hingga siang. Memang melihat itu saja sangat membosankan, apalagi kalau dijadikan film, jadinya monoton. Tapi tidak, sudut pandang Tuan Hirayama tidak seperti itu, dia tersenyum memperhatikan anak-anak yang sedang bermain, orang lain sedang bersenang-senang, hal-hal kecil seperti itu sangat ia hargai setiap hari. Kadang ia bertemu dengan rekan kerjanya yang shift siang-malam, Takashi. Dia seorang anak muda yang masih labil dengan hidupnya, setiap membersihkan toilet dia terdistraksi dengan HP nya, atau perempuan yang dia taksir. Tuan Hirayama jarang berbicara dengan dia, dan memang dia orangnya tidak banyak bicara, hanya senyum.
Ada banyak hal yang unik dari Tuan Hirayama, dia suka mengambil tanaman kecil yang tumbuh di taman, lalu dia bawa pulang untuk ditanam di pot kecil lalu dirawat setiap hari. Mobil dia masih modelan yang bisa memutar lagu kaset. Dia sangat suka lagu Jazz Barat. Dia selalu membawa kamera analog/film kemana-mana untuk mengambil gambar pohon-pohon di taman. Dia selalu membaca buku sebelum tidur, setiap hari Minggu ia selalu ke toko buku untuk beli buku baru. Dan setiap dia pergi bekerja atau Onsen, ia tidak pernah mengunci pintu rumahnya.
Ada hari dimana keponakannya datang, Niko. Dia masih muda, mungkin seumuran aku. Dia datang menghampiri pamannya karena sedang bertengkar dengan ibunya. Niko ikut pamannya bekerja, bermain ke taman untuk foto-foto, Onsen, makan malam, dan jalan-jalan pakai sepeda sorenya. Niko mengajak pamannya untuk bermain ke suatu tempat (tidak disebut tempat apa), namun pamannya berkata lain kali. Niko tanya lagi, lain kali itu tepatnya kapan. Pamannya hanya jawab ini “Lain kali ya lain kali, sekarang adalah sekarang”. Kalimat itu masih belum bisa aku pahami, tapi di waktu yang sama aku juga paham kalimatnya, gimana ya wkwkwk. Kalimat itu sangat unik untuk aku.
Tuan Hirayama itu orang yang sabar, tidak pernah marah walaupun Takashi bermalas-malasan saat bekerja, menghargai hidup, segala proses ia nikmati, selalu senyum. Ah iya, ada satu waktu saat dia membersihkan toilet, ada secarik kertas yang diselipkan entah sama siapa, berisi coretan permainan tic tac toe. Kertas itu tadinya mau dibuang, namun karena rasa penasaran dan iseng, ia melanjutkan permainan itu dan kertasnya ditinggalkan di tempat yang sama. Dan ternyata keesokan harinya, permainan itu terus berlanjut.
Kesimpulan film ini dari aku, bagus bagi peminat film santai atau aktivitas sehari-hari seseorang. Film ini menenangkan diriku, untuk memperhatikan dunia kita ini yang indah alamnya, hidup kita yang unik, belajar bersyukur. Bagian yang paling aku suka adalah saat di akhir, Tuan Hirayama memutar lagu “Feeling Good” versi Nina Simone, itu adalah salah satu lagu Jazz yang aku suka, dan aku sangat senang lagu ini diputar Tuan Hirayama. Sangat relevan juga dengan hidup dia
Rating film ini dari aku: 10/10
Wah tulisan pertama dari Tatha tentang Hirayama San. Terima kasih banyak. Ternyata suka banget ya 10/10. Sepakat!. Semoga jadi catatan penting selama penjelajahan di Temanggung. 🌱🤗🙏🏼
Yeeaaaay, terima kasih juga Kak udh rekomendasiin film ini 😁
BTW, ini fontnya sengaja pake yang ini? Bold banget. 😁
Engga Kak, iseng aja nyoba² font yg ada hehe 😄