AES 1434 Coffee & Croissant
joefelus
Friday June 27 2025, 10:14 AM
AES 1434 Coffee & Croissant

Saya tersentak hingga hampir tersedak ketika sadar bahwa sudah melupakan sesuatu. Secangkir cappuccino dan sebuah butter croissant ditambah hampir tidak tidur semalaman membuat saya benar-benar terlupa. Melihat kudapan dan minuman favorit sering membuat saya lupa diri. Selalu begitu, jadi begitu melihat langsung lupa akan kewajiban mengkonsumsi obat 1 jam sebelum makan. Saya sangat lelah dan mengantuk. Entah sudah berapa kali menguap.

"I forgot my meds." Kata saya.

Sudah terlanjur sebab saat ini saya sedang menikmati secangkir kopi dan mengunyah croissant. Obat yang harus saya konsumsi setiap hari seharusnya ketika perut benar-benar kosong dan tidak boleh makan hingga minimal 1 jam sesudah obat itu, kalau tidak maka obat itu sama sekali tidak efektif. Kemarin saya juga lupa, jadi 2 hari ini saya tidak mengkonsumsi obat sama sekali. Mudah-mudahan tidak berakibat serius.

Saya menguap lagi. Rasa kantuk luar biasa hampir saja tidak tertahankan. Pukul 1:20 tengah malam tadi saya sudah berada di dalam shuttle menuju bandara. Butuh waktu setidak-tidaknya 3 jam dari Bandung. Untung saja sahabat-sahabat terbaik menyertai hingga ke tempat shuttle. Mereka adalah sahabat terbaik saya, bahkan seringkali melebihi keluarga sesungguhnya. Saya luar biasa beruntung memiliki sahabat-sahabat seperti ini.

Bandara bukan tempat yang menyenangkan bagi saya. Memang seringkali bandara sangat identik dengan liburan. Tapi bayangkan berapa waktu yang telat terbuang hanya untuk sebuah penerbangan yang sangat pendek. Seperti kali ini, saya sudah bersiap sejak 9 jam yang lalu, sekarang masih harus menunggu 1 jam lagi, sesudah itu transit dan terbang lagi. Sekitar 13 jam saya habiskan untuk perjalanan menuju tempat tujuan, padahal penerbangan sendiri hanya sekitar 3 jam. Urusan efisiensi memang sangat rendah jika berbicara soal penerbangan.

Saya sering berpergian, terutama ketika sedang berada di rantau. Menghabiskan malam di Bandara sudah sering saya lakukan apalagi ketika dulu masih jauh lebih belia. Sekarang tubuh saya sudah mulai sulit menerima siksaan semacam ini. Dulu malah saya pernah tidur di lantai bandara berbantalkan ransel. Sekarang sudah tidak mampu melakukan itu, jadi mau tidak mau duduk di cafe, untung ada cappuccino dan croissant menemani saya yang sudah tidak sabar ingin berjumpa lagi dengan anak semata wayang.

Foto credit: unsplash.com

You May Also Like