AES 402 Usia
joefelus
Wednesday June 29 2022, 11:29 AM
AES 402 Usia

Saya berada di antrian paling depan di pharmacy untuk mengambil obat untuk Kano yang sudah sekian lama batuk-batuk. Di depan loket pelayanan ada seorang ibu-ibu yang sudah sangat tua, bungkuk berpakaian seadanya, agak kotor dengan kaos kaki yang hampir selutut berwarna putih yang sudah usang. Di dahi ibu itu menempel 2 perban agak besar. Di sampingnya ada sebuah tempat duduk beroda kecil dengan pegangan. Bukan kursi roda tapi seperti walker yang memiliki tempat untuk duduk. Di tempat duduknya ada kantong kresek besar. Keliahatannya si ibu ini punya masalah dengan obat-obatannya. Yang saya tangkap si ibu ingin mengembalikan obat-obatan itu karena katanya mengandung bahan-bahan yang dia alergi, tapi pihak farmasi tidak bisa menerima pengembalian barang. Maklum lah, namanya juga obat-obatan, kalau terkontaminasi bisa sangat berbahaya.

Saya terus menunggu. Si ibu terus ngotot dengan berbagai alasan, sementara pihak farmasi dengan sabar menjelaskan bahwa mereka punya aturan yang tidak mengijinkan pengembalian atau penukaran. Si ibu itu harus membawa obat-obatan itu pulang atau dibuang, tapi harus di tempat lain. Si ibu itu semakin lama semakin naik nada suaranya sementara pihak farmasi dengan sangat sabar mengatakan mereka harus mengikuti aturan. Beberapa orang yang menunggu mulai terlihat tidak sabar bahkan ada yang balik badan dan meninggalkan farmasi itu. Saya lirik ke belakang, bapak satpam sudah berdiri dekat antrian berjaga-jaga. Akhirnya pihak apotik mengeluarkan semacam kantung, memasukkan obat-obatan itu lalu menyerahkan kembali ke pemiliknya. Yang membuat saya terpana, si ibu tua itu menerima obat-obatan itu, lalu memasukkan ke kantong kresek yang dia bawa dan di taruh dia atas tempat duduk beroda itu. Lalu berjalan sambil mendorong kursinya dan duduk menunggu obat barunya. Solusi yang menarik!

Petugas memanggil saya menuju jendela pelayanan. "I admire you!" Kata saya. "You have a lot of patience!" kata saya lagi. Petugas itu memperdengarkan suara tertawa yang ringan. "Thank you." Katanya degan ramah. Saya benar-benar kagum dan harus belajar dari wanita petugas ini. Tidak mudah menghadapi orang seperti ibu-ibu tadi. Saya yang menunggu saja sudah sangat gemas dan mulai kehilangan kesabaran. Lalu saya ingat bahwa tadi pagi saya membaca sebuah cerita pendek, sebuah ilustrasi tentang bagaimana usia akan dapat mengubah orang menjadi lebih bijak. Hmm.. sepertinya tidak berlaku pada ibu ini, atau mungkin saja usia dia sudah sangat lanjut sehingga kebijaksanaan dia sudah berubah dan meninggalkan dia lalu lebih menjadi kekanak-kanakan yang ngotot jika keinginannya tidak terpenuhi. Bisa saja bukan?

Tadi pagi saya membaca cerita ini: Ada sebuah pesawat Airbus sedang terbang di atas samudra Atlantik di ketinggian 30 ribu kaki di atas permukaan laut dengan kecepatan 800 km/jam. Tiba-tiba ada sebuah pesawat tempur mendekati. Pilot pesawat tempur itu memperlambat pesawatnya dan berkata melalui radio,"Menerbangkan Airbus itu membosankan ya? Coba lihat apa yang bisa saya lakukan." Kata pilot pesawat tempur itu sambil memutar peswatnya sehingga perutnya di atas lalu memacu kecepatan melebihi batas kecepatan suara kemudian berputar kembali dan terbang disamping Airbus. "Bagaimana? Hebat sekali khan?" Tanyanya.

"Wah keren sekali!" Kata Pilot pesawat Airbus itu. "Coba sekarang lihat apa yang saya lakukan." Kata pilot Airbus itu lagi. Tidak ada perubahan apa-apa. Pesawat itu terbang dengan kecepatan sama dan lurus. Sesudah lebih dari 5 menit, pesawat pilot Airbus itu bertanya," Nah, bagaimana?"

Pilot pesawat tempur itu bertanya sambil kebingungan,"Apa yang barusan kamu lakukan?" Pilot Airbus tertawa,"Saya bangun dari tempat duduk, meluruskan kaki-kaki saya, berjalan ke belakang pesawat, ke kamar mandi, lalu sesudah itu membuat kopi dan makan kue!" Katanya.

Ketika masih muda, kecepatan dan adrenalin tampak begitu hebat tapi begitu kita terus bertambah usia dan semakin bijak, kenyamanan dan kedamaian menjadi sesuatu yang tidak dapat kita abaikan begitu saja.

Lalu apa hubungannya dengan pengalaman saya di farmasi? Sebetulnya tidak ada! Saya hanya ingin menyampaikan dua hal yang berkaitan dengan usia, yaitu pada intinya bagaimana waktu yang dijalani dapat mengubah menusia. Pertambahan usia membuat orang semakin bijak dan prioritas juga menjadi berubah. Pada saat muda kita begitu menggebu-gebu mengejar sesuatu namun ketika mencapai usia tertentu keinginan kita tentunya juga berubah. Kita tidak lagi begitu menggebu-gebu mengejar sesuatu, justru lebih melakukan segala hal dengan kecepatan yang lebih rendah, menikmati setiap momen tanpa harus tergesa-gesa. Tapi setiap orang memiliki pengalaman yang berbeda-beda, ada yang tidak terlalu beruntung seperti ibu tadi yang dengan susah payah harus merawat diri sendiri dengan segala keterbatasannya serta menurunnya kemampuan tubuh dan pikiran dalam menghadapi permasalahan. Nah petugas farmasi ini sekali lagi patut mendapat acungan jempol karena semakin lama saya pikirkan, saya semakin mengerti mengapa dia dapat begitu sabar dalam menghadapi ibu ini yaitu karena dia mengerti dan memiliki empati yang sangat luar biasa bahwa ibu ini sudah mengalami proses penurunan karena usia sehingga pendekatan yang petugas ambil dalam menghadapi situasi ini juga sangat unik! Ini pelajaran yang sangat berharga bagi saya.

You May Also Like