AES 1016 Masih Suka Membaca
joefelus
Tuesday March 5 2024, 11:56 AM
AES 1016 Masih Suka Membaca

"Hey Dad, can I borrow the mailbox key?" Tanya Kano ketika tiba di rumah dari pekerjannya.

"I checked this afternoon, there wasn't any mail." Kata saya.

"What time did you check?" Tanya Kano lagi.

"Maybe around 3-ish." Kata saya

"Well, I got a notification that my package arrived at 4:30." Jelas Kano

Kano mengambil kunci di gantungan dekat pintu masuk lalu mengambil jaketnya dan keluar. Tidak beberapa lama kemudian dia sudah kembali dengan membawa sebuah doos besar dan beberapa lembar surat yang lalu dia berikan kepada saya.

"See...? my package came. " Kata Kano

"What is it?" Tanya saya

"A set of manga comic books." Jawabnya sambil membongkar paket kiriman itu.

Dari doos iu dia keluarkan sebuah kotak lumayan besar dengan gambar ilustrasi khas Jepang yang dikenal dengan Manga. Saya sendiri tidak terlalu paham. Yang saya tahu manga adalah sejenis komik grafis gaya Jepang. Entah mengapa sejak dulu saya tidak terlalu tertarik dengan gaya ilustrasi manga ini, sebab seringkali kurang realistis buat selera saya.

Dari kotak itu Kano menunjukkan di dalamnya ada satu set sejumlah 11 buah buku komik. Sepertinya Kano sekarang sangat tertarik pada segala macam yang bergaya manga, bahkan ketika dia menggambarpun gayanya seperti gambar-gambar manga ala Jepang ini. Tak apa, selama dia masih senang mambaca, apapun itu menurut saya sangat baik. Membaca selalu dapat menstimuli imajinasi.


Sejak kecil saya memang membiasakan Kano membaca. Sejak dia belum bisa berbicara sudah saya perkenalkan dengan buku, bahkan dia membawa buku ketika mandi. Ada sejenis buku yang bisa dibawa mandi terbuat dari sejenis plastik dan karet. Tidak hanya dibaca, bahkan dulu Kano menggigit-gigit buku itu. Ketika dia belum bisa membaca dia sudah biasa menghapal kata-kata dalam buku yang dibacakan oleh orang tuanya.

Ketika SD saya juga selalu membelikan buku. Yang dia gemari adalah serial Aldo Zelnick, yaitu novel komik yang sangat menarik tentang anak berusia 10 tahun. Yang lucu adalah Aldo Zelnick ini tinggal di kota Fort Collins, dan kebetulan sekali kami pindah ke Fort Collins. Aldo memiliki semacam tempat persembunyian, yang dia sebut dengan fortress di kolong sebuah pohon cemara sejenis blue spruce. Begitu tinggal di Fort Collins dan melihat pohon blue spruce, saya langsung mengerti karena pohon ini bagian bawahnya memang kadang bisa berbentuk seperti gorong-gorong dan anak-anak kecil bisa duduk-duduk di bawahnya tetapi masih tetap dapat tertutup dari pandangan orang yang lewat.

Entah ada berapa buah buku Aldo ini, saya selalu rajin ke toko buku waktu di Bandung. Di gedung toko Setiabudi, seingat saya ada toko buku-buku impor, namanya Periplus? Lupa-lupa ingat. Juga kalau kami ke luar kota yang kami tuju selalu toko buku. Walau harga buku-buku impor itu lumayan untuk ukuran kantong kami, tapi buku memiliki prioritas yang lebih.

Sejarang Kano sudah punya penghasilan sendiri. Seringkali dia minta pergi ke toko buku dan duduk-duduk di sana smbil menikmati kue-kue dan minuman atau kopi sementara dia mencari-cari buku atau membaca. Kadang dia beli yang disukainya. Saya tidak pernah membatasi dia. Nah malam ini dia membeli sendiri buku yang dia gemari. Buat saya ini sangat baik daripada uang yang dia hasilkan dihabiskan untuk hal-hal yang tidak penting. Dia mempunyai rak dengan buku-buku koleksinya berjejer dengan rapih, di rak itu juga ada banyak jenis miniatur action figure manga yang dia sukai. Paling itu hobby-nya selain juga membangun keyboard untuk komputer sendiri. Entah dia sudah membangun dan merakit keyboard berapa buah, bahkan ibunya dia buatkan juga. Selama hobbynya memiliki nilai positif, saya tidak pernah melarang dia, apalagi jika membaca, kalau perlu saya yang membelikan. Sangat menyenangkan mengetahui dia masih rajin membaca!