AES022 Ketakutan
Sanya
Tuesday October 29 2024, 9:37 PM
AES022 Ketakutan

Hari ini lumayan tenang jam 18.00 sudah bisa leyeh-leyeh dikamar, walaupun dari siang agak sibuk tapi penutupan hari ini ada jeda istirahat sebelum tidur. Anak-anak juga mood-nya sedang bagus, sudah selesai makan, belum terlalu mengantuk karena masih ada waktu 1.5 jam sebelum tidur. Sepertinya momen pas untuk ngobrol dengan Sei. Meneruskan hasil berdiskusi dengan Kakak kemarin di kelas. Mencari tahu ketakutan Sei.

Anak ini lumayan ajaib, selalu ingin ditemani dan kurang percaya diri padahal anaknya aktif dan ceria. Terlihat saat mulai mengerjakan sesuatu, langsung berubah. Cerianya hilang wajahnya tegang. Ini harus dicari tahu penyebabnya.

Masuk ke kelas 3, Sei sudah bisa menangkap isi pembicaraan lumayan cepat. Kami berdialog, berdiskusi, mengungkapkan perasaan, menceritakan pengalamannya di sekolah. Dari tangkapanku ada dua poin utama penyebab anak ini ketakutan.

Satu, dia takut salah. Dia ingin apa yang dia kerjakan sempurna. Dia merasa rugi saat salah. Jadi lebih baik bertanya terus daripada melakukan kesalahan.

Dua, dia takut gagal. Dia meragukan kemampuannya, dia takut saat dia berbuat kesalahan orang-orang akan membicarakannya. Akhirnya lebih baik tidak melakukan daripada gagal setelah mencoba.

Cemas.

Duh anak muda nurun dari siapa sih sifatmu ini hahaha.

Susunan saraf otak anak seusia Sei memang belum sempurna. Memang tugas kita memberi pemahaman agar persoalan seperti ini tidak terlalu lama terabaikan. Bisa mengganggu koneksi antar jaringan saraf kedepannya. Harus diberi pemahaman bahwa ketakutannya ini hal yang normal terjadi tapi harus dilawan untuk menghadapi ketakutannya. Kekecewaannya.

Intinya Sei kuberi mantra tolak bala. Aji-ajian tingkat tinggi.

“Sei lawan ketakutanmu dengan banyak berlatih, perasaan takut itu muncul karena kurang persiapan. Dengan banyak berlatih kemampuanmu akan meningkat jadi takut salah dan takut gagal mu berkurang”.

Kalau dipikir-pikir memang begitu kadang kita merasa cemas karena kurangnya kemampuan kita dalam suatu hal, tentu itu berpengaruh pada rasa percaya diri kita. Semakin menguasai semakin percaya diri.

Lalu Sei menyambung, di kelas juga ada kalimat penyemangat dari Kak Ian dan Kak Mamat “Berani benar”. Pemilihan katanya benar-benar positif: berani, benar. Kata-katanya bukan “Jangan takut salah” kalau 3 kata itu saja sudah negatif: jangan, takut, salah. Ini hal kecil tapi impact nya besar.

Setelah itu wajahnya lumayan tenang, dia melihat jam dan bilang, “Wah ngobrol sama ibu ga kerasa ya udah lebih dari 30 menit, seru sampai lupa waktu”. Kemudian dia pergi bersiap tidur di kamarnya.

Yah beginilah punya anak, kadang dadakan jadi motivator.

Padahal diri sendiri kadang kurang motivasi haha

fake it till you make it.

 

Andy Sutioso
@kak-andy   2 years ago
Wow ini esai yang keren. Bagaimana membersamai si kecil ya. Semoga jadi inspirasi buat para pembaca. 🙏🏼
sanya
@sanya   2 years ago
Iya Kak setiap hari belajar dari Sei😄🌱