AES 1156 Dari Hati
joefelus
Thursday July 25 2024, 8:17 AM
AES 1156 Dari Hati

Akhir-akhir ini tulisan-tulisan saya mungkin tidak berarti sama sekali bagi orang lain. Saya berpikir tidak akan ada salahnya sebab namanya tulisan seperti ini, tidak harus ada respons dari orang lain, bahkan saya juga tidak mengharapkan ada orang lain yang akan membacanya. Yang saya tulis adalah sesuatu yang berasal dari hati, dari pengalaman nyata sehingga bagi sementara orang mungkin cukup depressing, membosankan atau kurang menyenangkan misalnya. Tidak apa-apa.

Saya ambil contoh film. Berbagai genre film ditawarkan oleh para produser; ada action, ada drama, bahkan horor. Istri saya tidak suka drama, saya tidak keberatan nonton film-film cheesy dari Lifetime channel, misalnya, bahkan saya sering ikut-ikutan menangis, tidak bedanya dengan ibu-ibu di kantor saya yang senang film-film ini hahaha.. Why not? Walau terdengar cheesy atau phony, toh seringkali tema film-film ini diangkat dari kenyataan hidup walau sering memang karena budget terbatas, maka aktingnya juga pas-pasan.

Saya sangat suka mendalami berbagai kenyataan hidup, dan yang paling sering saya nikmati adalah kisah-kisah dari buku cerita, novel, film, bahkan berita. Memang masih ada batasannya, saya tidak suka yang keterlaluan seperti kisah-kisah nyeleneh dan aneh di acara talk show Jerry Springer almarhum. Itu sudah diluar selera saya dan hanya untuk mereka yang suka drama kehidupan yang berlebihan. Ada salah seorang rekan kerja saya yang kalau siang menyaksikan ini di kantor dia tanpa rasa malu karena dia lakukan di jam-jam kerja. Ini juga bisa dijadikan topik obrolan tentang orang-orang malas yang "korupsi" waktu di tempat kerja hahaha..

Eniwei, seperti yang sering saya katakan bahwa tujuan saya menulis disamping menyalurkan kesenangan saya menulis, tapi juga berusaha mengabadikan peristiwa hidup yang saya alami. Nah peristiwa-peristiwa itu tidak jarang bukan merupakan hal yang menarik bagi orang lain, tapi sangat penting untuk diri saya sendiri. So, why not?

"Braiden is having sloppy Joe's. Would you rather go there for lunch today?"

Tiba-tiba ada email masuk dari Lori, salah satu manager dari kantor pusat yang menangani urusan training dan orientasi. Saya hari ini memang diundang untuk exit interview. Ini biasa dilakukan perusahaan jika ada karyawan yang akan meninggalkan posisi di pekerjaannya untuk memperoleh masukan dari karyawan tersebut untuk perbaikan perusahaan. Seringkali karyawan yang keluar mempunyai pendapat yang jujur berdasarkan pengalaman mereka selama bekerja. Jujur karena karyawan-karyawan itu biasanya tidak takut untuk blak-blakan. Toh sudah akan keluar, sehingga tidak ada lagi risiko. Nah siang ini saya akan bertemu untuk interview. Saya memang memiliki berbagai point yang ingin saya sampaikan.

Memang benar bahwa menulis adalah salah satu cara untuk menjalin tali silaturahmi dengan orang lain. Tapi ada kalanya tulisan dibuat lebih untuk mendalami situasi yang sedang dihadapi sebagai sebuah bentuk rekoleksi. Soal intensitasnya memang tergantung pada masing-masing pribadi. Saya berusaha jujur dan menulis dengan hati. Ada seseorang yang pernah menulis dan memberikan semacam dorongan untuk menulis ketika sedang penuh dengan emosi sebab katanya ketika emosi kita memang sedang memuncak, kata-kata akan mudah mengalir dan biasanya keluar dari hati. Untuk saya pada saat ini memang sangat berguna sebab pada saatnya nanti tulisan yang keluar dari hati lebih mampu menggambarkan kondisi yang saya alami dengan lebih akurat dan ini merupakan momen yang sangat berharga untuk diabadikan. Apalagi ini adalah masa-masa transisi yang penting dalam hidup saya. Mungkin saja tidak mampu menginspirasi siapapun, tapi bagi saya ini adalah semacam rekaman yang suatu waktu nanti mungkin akan berguna.

foto credit: parade.com