(Repost from Ning)
Saya senang sekali nonton klip masak sehat di youtube atau FB yang namanya Flavcity . Seorang ayah, Bobby Parrish, bersama anaknya, Rose yang masih balita memasak bersama-sama. Yang saya perhatikan adalah bagaimana interaksi mereka berdua terjalin dengan sangat menarik. Rose masih belum bisa bicara dan banyak melakukan komunikasi dengan bahasa isyarat seperti misalnya ketika ingin berkata "more" dengan cara mengadukan 2 kepalan tangan.
Saya perhatikan ketrampilan motorik Rose berkembang dari satu klip ke klip lainnya dengan berjalannya waktu. Seringkali Rose dengan lucunya menumpahkan vanilla extract dan bumbu-bumbu lainnya yang harusnya hanya 1 sendok teh menjadi hampir 1 botol hahaha. Kehandalan dia dimulai dengan memecahkan telur yang dia ketuk-ketukan ke meja hingga sekarang dia bisa memecahkan telur di atas mangkuk adonan tanpa ada pecahan kulitnya yang jatuh. Keren! Lalu hal lain yang dia sangat sukai adalah menaruh sejumput garam ke masakan. Ini benar-benar proses pendidikan yang sangat menarik.
Rose sangat senang mencoba dan exploring hal-hal baru. Setiap bahan makanan yang akan dimasak dia cicipi. Garam, Ghee, keju, tepung, gula hingga yang tidak enak seperti bubuk cabe, bumbu atau bahkan air jeruk lemon. Proses pembelajaran yang sangat indah dilihat dan saya bisa melihat dia pandai belajar dari pengalaman. Dia akhirnya tahu bahwa air jeruk itu asam sehingga pada kesempatan berikutnya dia tidak mau mencicipi!
Sekian banyak klip video memasak yang saya saksikan telah memberikan banyak masukan dan pandangan pada saya bagaimana seorang anak balita gemar mempelajari hal baru disamping juga ada faktor entertaining nya. Saya melihat bagaimana Rose belajar memperoleh pengetahuan bahwa jeruk lemon sebelum dipotong dan diperas sebaiknya dibuat lebih gembur dengan cara ditekan ke meja sambil digelundung-gelundungkan (hmm... bahasa Indonesianya apa sih? hahahaha). Pertama kali ayahnya memberikan contoh, dalam beberapa klip kemudian Rose tidak perlu disuruh atau diberi tahu lagi dan secara otomatis dia tahu apa yang harus dilakukan.
Kesempatan belajar yang unik ini sangat menarik dan kadang saya berkata dalam hati, kalau saja dulu hal semacam ini sempat terpikir, pastinya saya punya banyak waktu yang asyik berdua bersama anak! Tapi apakah saya bisa sesabar Bobby? nah ini pertanyaannya.
Patience atau kesabaran ini yang diperlihatkan oleh Bobby. Tidak ada teriakan bahkan gesture yang menghakimi yang dilakukan oleh Bobby ketika misalnya Rose menumpahkan 1 botol seasoning kedalam masakan! yang ada hanya wajah terkejut, berusaha menahan tangan Rose agar tidak menumpahkan lebih banyak sambil tertawa terbahak-bahak! Ini sebuah contoh trial dan error dalam pendidikan. Bayangkan jika semua hal ini terjadi di sekolah dimana relasi antara guru dan murid dapat berjalan sedemikiaan mulus walau menghadapi berbagai kendala tanpa ada friksi, tanpa ada ungkapan discouragement atau bahkan kemarahan. Indah! Well, ini bentuk pendidikan one on one yang tidak ada di sekolah kecuali di kasus-kasus spesial, jadi contoh ideal ini memang tidak mungkin dapat dilakukan di kelas yang jumlah muridnya lebih banyak.
Antusiasme. Ini yang saya perhatikan terlihat pada ekspresi Rose walau dia belum bisa bicara. Seperti misalnya salah satu video menampilkan Rose berlari kecil ke dapur dengan membawa 2 buah sweet potatoes,
"Hey Rosy, what do you have there? sweet potatoes? do you want to make mashed sweet potatoes?" tanya Bobby yang disambut dengan anggukan dan tawa ditambah wajah berbinar-binar karena excited terhadap sebuah kegiatan bersama yang akan mereka lakukan berdua. Coba deh tonton video ini, anda pasti sepakat dengan saya: Rose's Mashed Sweet Potatoes
Nah seandainya pendidikan selalu terlihat indah seperti yang dipancarkan dalam reaksi Rose, pastinya akan bukan main! By the way, Ini sudah tidak terlihat lagi pada anak saya setelah pindah dari sekolahnya di Indonesia. Dulu, mungkin hal ini banyak dirasakan pada banyak orang, anak saya sangat sedih ketika harus berlibur dan tidak ke sekolah karena harus berjauhan dengan teman-temannya serta keasyikan yang bisa dilakukan di sekolah. Ada excitement di sana. Sekarang setiap saya tanya," Hey Kano, how's school?" jawabnya sangat pendek antara,"okay", "good" atau"tired!" hmm... ini tandanya apa? ***