AES#197 Presentasi Akhir Tapi Bukan Akhir
Natasha Setyamukti
Friday June 10 2022, 11:00 PM
AES#197 Presentasi Akhir Tapi Bukan Akhir

Hari ini, kelas 12 melaksanakan presentasi akhir, yaitu presentasi lifeplan. Kita janjian ke sekolah jam 1, jadi aku masih ada waktu dari pagi sampai jam 12an untuk mempersiapkan diri atau melakukan hal lain yang harus aku lakukan. Sejak malam, aku sudah memikirkan akan seperti apa presentasi nanti, karena di presentasi kali ini, kami hanya diminta kakak untuk datang melakukan presentasi, jadi ga perlu persiapan apapun, bahkan akupun tidak tahu siapa yang akan menonton presentasi, jam berapa presentasinya dan bagaimana urutan presentasinya. Baru pertama kali mau presentasi sama sekali ga ada persiapan, jadi harus siap dengan apapun yang terjadi. Walaupun deg-degan, aku tetap berusaha beradaptasi, karena nantipun akan ada saatnya aku harus siap dengan kondisi apapun. 

Untuk menenangkan diriku, aku berolahraga dulu di pagi hari, biasanya dengan olahraga semua overthinkingku bisa hilang dan emosikupun jadi lebih stabil. Entah kenapa tidak terpikir olehku untuk melakukan uji coba presentasi atau latihan, bahkan aku hanya sempat melihat-lihat PPT kemarin tanpa latihan sama sekali. Aku memilih baju yang akan digunakan, dan bersiap-siap karena sebentar lagi waktu menunjukkan pukul 12. 

Sesampainya di sekolah, aku mempersiapkan diri, tapi anehnya aku tidak merasa deg-degan sama sekali, tidak seperti presentasi biasanya yang deg-degan banget. Kami dibilang sama kakak untuk jangan ke beskem, katanya ada sesuatu jadi kami hanya boleh diam di pendopo. Akhirnya kami menunggu di pendopo dan mempersiapkan diri. Kami sempat foto-foto dulu sebelum presentasi dan setelah lumayan banyak audiens, sesipun dimulai. MC kali ini adalah kak Maul dan menurutku kak Maul cocok banget jadi MC, bisa membawa suasana dan ngakak juga. Presentasi dimulai dari Bimo, aku, Linus, Karmel dan Denzel. 

Waktu aku presentasi, tiba-tiba badanku keringetan, deg-degannya baru pas didepan, dari sebelumnya ga ada perasaan takut sama sekali. Tapi untungnya presentasiku bisa berjalan dengan lancar, sesi tanya jawabpun bisa aku jawab dengan baik dan aku merasa bangga dengan hasil presentasiku kemarin. Saat aku presentasi, aku melihat beberapa teman kelas 10 yang mulai menangis. Setelah selesai presentasipun, aku mendatangi mereka dan bertanya ada apa, ternyata mereka merasa sedih karena kita sudah sampai di tahapan terakhir (kelas 12) dan mereka bilang tanpa adanya kita, KPB akan sangat berbeda. Kata-kata mereka membuatku sedikit terharu, tapi untungnya aku masih bisa menahan kesedihanku, tapi itu semua akhirnya menjadi air mata yang menetes, setelah kak Imam memberikan kata-kata ucapan dan menyalami satu persatu dari kami. Kamipun diminta kedepan untuk memberikan kata-kata terakhir, disusul dengan kata dari kak Leo dan kak Andy.

Rasanya sulit untuk membendung kesedihanku karena harus meninggalkan status pelajar di Semi Palar. Setelah 16 tahun berkegiatan disini, mengalami banyak suka dan duka, berbagai pengalaman kini tiba saatnya aku harus melangkah ke tahapan yang baru, memulai bab baru. Setelah sesi itu selesai, kami diberikan kenang-kenangan dari teman-teman KPB, ada makanan dan juga foto masing-masing dari kami yang dipasang di kayu (seperti sertifikat yang biasa didapat di akhir).Makin terharu dan sedih, apalagi setelah itu ada video dari mentor proyek kami selama di KPB, kakak-kakak yang dulu pernah mengajar kami yang diputarkan. Ada juga karya kami waktu kelas 3 SD membuat sebuah video PoBe. Setelah itu kamipun tidak lupa foto-foto untuk mengabadikan momen terakhir sebagai murid KPB. 

Sungguh hari ini menjadi hari yang paling berkesan untukku, menjadi acara yang paling berkesan dengan kehadiran kakak-kakak, teman-teman KPB dan semua yang hadir. Aku bisa merasakan kekeluargaan Semi Palar dan hangatnya suasana. Terima kasih untuk semua teman-teman yang sudah membantu lancarnya acara kemarin:)