AES 122 Dream Home
joefelus
Wednesday September 22 2021, 4:05 AM
AES 122 Dream Home

Saya beberapa kali cerita bahwa saya suka pedesaan yang asri, damai dan jauh dari keramaian, tapi saya belum pernah cerita bahwa sebetulnya keinginan mengawang-awang yang saya idam-idamkan adalah rumah di sebuah tempat dengan 4 musim! Kenapa saya tidak mau cerita tentang ini? Ya karena itu adalah impossible dream. Tapi tak ada salahnya khan kalau saya cerita?

Ya, besok adalah hari pertama musim gugur, musim favorit saya! Musim yang penuh warna, tidak terlalu dingin dan tidak lagi panas seperti musim sebelumnya. Memang nanti di pertengahan dan akhir musim gugur suhu akan semakin dingin bahkan di awal bulan Nopember siang hari hanya belasan derajat saja dan di malam hari sudah di bawah titik beku. Lalu musim gugur juga kalau punya rumah sendiri akan banyak pekerjaan tambahan seperti menyapu kebun dari dedaunan yang rontok. Jendela-jelndela harus dilihat kalau-kalau butuh perawatan sebab di musim dingin diharapkan insulasi seluruh rumah dalam kondisi baik, jika tidak udara dingin masuk ke dalam rumah dan biaya listrik kalau memakai pemanas ruangan akan melonjak tajam. Disamping insulasi juga jalur pemanas ruangan harus di chek, kalau memakai pemanas ruangan yang menggunakan kayu bakar dan saluran mampet, sekeluarga bisa keracunan karbon dioksida. Pipa-pipa juga harus diperiksa sebab kalau bermasalah di musim dingin bisa repot.

Saya pernah mengunjungi sebuah kota kecil di Massachussets bertahun-tahun yang lalu dan melihat sebuah rumah yang sampai sekarang masih selalu dalam angan-angan. Rumah tidak terlalu besar dengan halaman yang cukup luas dan berjarak dengan tetangga. Di musim gugur halaman yang memiliki sebuah pohon maple yang daunnya berubah warna, memberikan sebuah pemandangan yang sangat indah. bahkan melihat daun-daun yang teronggok di tanah saja sudah memberikan efek yang sangat dramatis dan kalau difoto cukup layak dijadikan kartu pos! hahaha..


This image has an empty alt attribute; its file name is img-20210921-wa00045324270406045108460.jpg



Saya tidak masuk ke dalam rumah itu sebab sama sekali tidak kenal dengan pemiliknya, tapi jika itu adalah rumah saya, maka saya akan punya bayangan seperti apa di dalamnya. Di lantai bawah akan ada dapur dan ruang keluarga. Di sini tidak ada ruang tamu seperti di Indonesia dimana tuan rumah biasa menerima tamu. Jarang orang bertamu kecuali kenalan dekat. Kalau di Indonesia khan pak RT saja kalau mampir ke rumah kita persilahkan masuk lalu duduk di ruang tamu. Di Amerika jika orang tidak dikenal mengetuk pintu, cukup kita lakukan percakapan di depan pintu, kadang malah screen door-nya tidak dibuka, jadi tuan rumah bicara dengan tamu dibatasi dengan screen door! Saya tidak mengada-ada, itu saya tahu dari pengalaman pribadi waktu bekerja untuk sebuah organisasi pelestarian lingkungan. Kalau tidak kenal biasanya ditolak untuk berbicara, bahkan saya pernah dikejar anjing, bukan cuma diusir loh, tapi benar-benar lari dikejar hahaha..

Oke, lanjut ke rumah idaman. Ruang keluarga dengan sebuah perapian atau pemanas ruangan dan sebuah dapur yang luas dengan sebuah island yang bisa dijadikan pantry untuk sarapan, untuk motong-motong sayur ketika masak, yang jelas counter top-nya tidak berpori-pori, sebab kalau ketumpahan sambal,misalnya, bisa meresap dan jadi belang penuh bercak merah sisa sambal yang sulit dibersihkan (detail banget ya, ini dari pengalaman masalahnya hehehe), di situ juga sekaligus ada sink untuk cuci piring. Nah namanya island, jadi itu di tengah-tengah dapur, dapurnya sendiri yang menjadi idaman saya ada sebuah oven yang besar, dan peralatan masak lainnya. Harus lengkap! hahahaha.. Di samping dapur ada ruangan dengan sebuah meja makan untuk ruang makan keluarga. Lalu ada tangga ke atas untuk ke lantai 2 dimana semua kamar berada. Di lantai atas, kamar tidur, kamar mandi dan jika memungkinkan ada sebuah ruangan untuk baca buku, ruang TV khusus untuk keluarga. Privasi sangat penting jadi jika ada kunjungan teman, cukup seru-seruan di bawah saja hehehe..

Baiklah, cukup dengan bagian dalam rumah. Di luar rumah saya ingin sebuah patio kecil di bagian depan tempat duduk-duduk kalau sore, tapi yang lebih penting adalah teras di belakang rumah dengan sebuah grill dan kalau tempat cukup saya ingin memiliki stone oven dan sebuah tiki bar! hahahaha... pokoknya teras belakang bisa untuk bersantai dengan keluarga dan teman-teman. Saya ingin punya beberapa pohon di belakang disamping maple yang daunnya berubah menjadi merah di musim gugur, juga ada pohon lain seperti pohon apel atau pear yang buah-buahnya bisa dinikmati di musim panas. Saya tidak terlalu suka dengan taman yang dirancang bagus, tidak. Cukup rumput yang rapih dan beberapa pohon dan kebun kecil untuk proyek saya menanam tanaman bumbu-bumbuan di musim semi dan musim panas. Yang jelas rumah saya harus dikelilingi rumput dan tanaman, itu artinya tidak terlalu berdekatan dengan tetangga sebab saya juga ingin mempunyai kesempatan berantem dengan anggota keluarga dengan damai tanpa perlu ada tetangga ngintip dari jendela samping, begitu! hahahaha..

Sebagai bonus, saya tampilkan foto rumah idaman saya di musim gugur! Fotonya di atas! Selamat menikmati foto dan jangan lupa mendoakan saya agar impossible dream ini comes true! hehehehe..

yulitjahyadi
@yulitjahyadi   5 years ago
amiiinn..semoga mimpinya jadi nyata 🙏🏼 Dulu saya juga sempat mimpi punya dapur dengan island, kayanya kl dipakai kerja enak gitu ya, semuanya berada di center. hahaa... Skrg meski mimpinya ga kesampean, sy tetep seneng kerja di dapur sy krn semua terus ditata supaya makin nyaman buat kerja berlama-lama 😀
joefelus
@joefelus   5 years ago
Hahaha,,, makasih. Iya island praktis dan penting untuk efisiensi kerja di dapur :)
admin
@admin   5 years ago
Semoga rumah idaman Pak Jo nanti dapat terwujud. 🍻
You May Also Like