Entah ini tulisan keberapa yang tidak saya sebarkan di ruang blog pribadi karena sepertinya saya lebih suka hanya untuk konsumsi orang-orang yang saya rasa lebih dekat dan lebih mengerti akan kondisi saya saat ini. Tulisan saya akhir-akhir ini tersangkut di draft folder walau sebetulnya sudah saya selesaikan. Sekarang jumlahnya hampir 100 buah hahaha. Tidak apa-apa. Biasanya draft folder saya jadikan tempat tabungan untuk konsumsi pribadi atau bisa juga merupakan tulisan-tulisan yang belum selesai atau tempat penampungan ide.
Hari ini saya ingin ngobrol tentang kondisi "tertunda", "menunda" atau "tertahan". Saya tahu menunda-nunda itu berbahaya. Oh jangan khawatir, saya bukannya tidak tahu akibatnya. Sesudah hidup selama puluhan tahun saya sudah berpengalaman bagaimana akhirnya jika menunda-nunda sesuatu. Menunda sesuatu pada akhirnya akan dibayar dengan kehilangan kebahagiaan. Percaya pada saya! Menunda itu dibayar mahal dengan kehilangan kesenangan, kebahagiaan, kelegaan dan banyak lagi. Pribadi kita di masa depan akan menjadi korban yang menderita karena kita menunda-nunda saat ini.
Contoh sederhana. Saya mempunyai pekerjaan yang harus sudah selesai sebelum hari Senin, misalnya. tapi karena malas, atau karena tidak penyukai pekerjaan yang harus saya selesaikan itu hingga baru dikerjakan di detik-detik terakhir. Baru kemudian hari Jumat, misalnya, saya muklai sibuk bekerja untuk menyelesaikan. Karena tertunda dan banyak yang harus dikerjakan akhirnya hari Jumat saya tidak mampu menyelesaikan sehingga harus mengorbankan akhir pekan. Akhir pekan yang seharusnya bisa saya nikmati akhirnya gagal total, saya harus bekerja. Saya tidak dapat beristirahat, apalagi ketika teman-teman mengajak ngumpul makan-makan dan minum-minum sambil nonton sepak bola. Apakah saya senang akhir pekan itu? Tentu saja tidak. ketika teman-teman bersenang-senang makan dan minum sambil menonton sepak bola, saya harus bekerja sambil bermuram durja. Menunda-nunda hanya akan mempersulit hidup kita di masa depan!
Saat ini saya merasa ada yang menahan saya untuk dapat bergerak cepat. Sepertinya segala sesuatu yang harusnya diselesaikan tidak tersentuh. Banyak hal yang lebih menarik untuk dilakukan daripada mempersiapkan diri untuk kepindahan kali ini, padahal waktu yang tersisa kurang dari 3 minggu lagi. Awal bulan saya harus sudah mengosongkan apartemen yang sudah saya diami selama hampir 8 tahun terakhir. Kenapa begitu? Karena hal-hal yang kurang menyenangkan, yang kurang saya minati menunggu di sana. Ada rasa enggan untuk melakukannya.
Sangat wajar jika kita ditunggu oleh sesuatu yang tidak menyenangkan kita merasa sangat berat untuk mulai melakukannya. "Kayanya males sekali deh untuk mulai!" Nah itu istilah yang seringkali kita dengar ketika kita harus melakukan suatu yang tidak menarik. Nah itu yang saya alami akhir-akhir ini. Memang ini kendala berat yang saya harus hadapi. Saya tidak memiliki dorongan yang kuat untuk bergerak dan tidak memiliki motivasi. Semuanya tertahan. Saya memang tahu apa yang harus dilakukan untuk menanggulanginya dan ini tidak boleh tertunda-tunda lagi.
Foto credit: joshtippy.com